[Marinir] NAD : Ribuan Pasukan TNI masih kepung Panglima GAM Ishak Daud

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Fri, 19 Sep 2003 11:49:41 +0700


Rabu, 17 September 2003
NAD: Ribuan Pasukan TNI masih Kepung Panglima GAM Ishak Daud

JAKARTA--MIOL: Sedikitnya 2.000 personel TNI terus mengepung Panglima GAM
wilayah Peureulak, Aceh Timur, Tengku Ishak Daud. Sementara itu, panitia
Malam Dana Kemanusiaan Peduli Aceh berhasil mengumpulkan dana hampir Rp11
miliar.

Juru bicara GAM wilayah Peureulak Tengku Mansur yang menghubungi Media,
Selasa malam, menjelaskan bahwa posisi Ishak saat ini tengah dalam keadaan
terjepit. Pasalnya, sekitar 2.000-3.000 personel TNI sedang mengepung lokasi
keberadaan pimpinan GAM Aceh Timur tersebut yang berada di luar markas besar
GAM wilayah Peureulak.

Dikatakan, Ishak Daud memang tengah dalam perjalanan ketika rombongan itu
terlibat kontak tembak oleh TNI. Sesuai rencana, rombongan itu akan kembali
ke markas utama GAM wilayah Pereulak, setelah usai berkunjung ke salah satu
desa di Aceh Timur.

"Tetapi, belum sempat kembali, rombongan Tengku Ishak terlibat kontak
senjata. Dalam kontak tembak tersebut, salah satu ajudan Tengku Ishak
terkena tembakan di bahunya. Sedangkan TNI telah merampas uang tunai senilai
Rp30 juta, kamera merek Olympus, dan sebuah HT," katanya.



Juru bicara Koops TNI Ahmad Yani Basuki yang dihubungi di Lhok Seumawe,
Selasa, membenarkan pasukan TNI terus menyekat markas Ishak Daud. Penyekatan
itu dilakukan sejak beberapa hari lalu.

Yani menyatakan, dalam pengepungan tiga hari lalu itu, pihak TNI berhasil
menemukan barang-barang milik Ishak Daud, termasuk HP satelit dan kartu
penerangan GAM atas nama Ishak Daud. Selain itu, dalam aksi tembak-menembak
di sebuah perkampungan penduduk itu ada di antara anggota GAM yang
tertembak.

"Karena, ketika pasukan TNI melakukan pembersihan, terlihat ceceran darah di
daun kayu dan rumput. Apakah Ishak Daud atau temannya yang tertembak, tidak
jelas," kata Yani.

Menurut Yani, hingga saat ini, pasukan TNI masih melakukan pengejaran
mengikuti jejak kelompok Ishak. "Kita akui, mereka sangat menguasai dan
memanfaatkan medan kritis. Tetapi, untuk memburu kelompok GAM, TNI akan
menggunakan secara maksimal semua peralatan yang telah diberikan pemerintah,
dan juga memanfaatkan informasi masyarakat," katanya.

Memasuki hari ke-121 operasi militer di Aceh, kemarin, sudah 880 anggota GAM
tewas.


Sementara itu, panitia Malam Dana Kemanusiaan Peduli Aceh yang
diselenggarakan oleh organisasi Taman Iskandar Muda (TIM) berhasil
mengumpulkan dana hampir Rp11 miliar untuk meringankan beban rakyat Aceh,
terutama di sektor pendidikan untuk anak-anak.

Acara itu digelar di Jakarta, kemarin malam. Ikut hadir sebagai donatur
dalam 'malam dana' tersebut di antaranya Taufiq Kiemas, yang secara pribadi
menyumbang Rp400 juta berikut Rp500 juta dari istrinya, Megawati
Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang secara pribadi menyumbang
Rp50 juta dan Rp4,5 miliar dari pengumpulan dana yang dilakukan oleh Pemprov
DKI Jakarta, dan Gubernur NAD Abdullah Puteh Rp45 juta.

Ikut menjadi donatur tokoh nasional asal Aceh Surya Paloh dengan nilai
sumbangan Rp200 juta, Menakertrans Jacob Nua Wea dengan sumbangan Rp300
juta, dan beberapa donatur lainnya, dengan total nilai Rp10.917.250.000.

"Kami sungguh berterima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyumbang.
Sumbangan yang masuk akan kami utamakan untuk rehabilitasi sarana pendidikan
yang telah hancur dibakar, termasuk pengadaan buku dan lainnya. Jangan
sampai masa depan anak-anak Aceh suram hanya karena terhambat masalah dana,"
ujar ketua panitia pelaksana acara tersebut Tamlicha Ali. (MI/O-1)

Sumber: mediaindo.co.id