[Marinir] Ratusan Pentolan GAM Masih Berkeliaran
Yap Hong Gie
marinir@polarhome.com
Tue, 23 Sep 2003 11:30:58 +0700
Sabtu, 20/09/03 : 22.44 WIB
Liputan Khusus Operasi Penumpasan GAM
Ratusan Pentolan GAM Masih Berkeliaran
Banda Aceh, CyberNews. Saat ini masih ada ratusan tokoh atau pentolan
Gerakan Aceh Merdeka masih berkeliaran dan belum berhasil dilumpuhkan oleh
pasukan Penguasa Darurat Militer Daerah Nanggroe Aceh Darussalam.
"Kami memperkirakan masih ada sekitar 100 orang yang dianggap tokoh GAM yang
belum terlumpuhkan, karena terkendala dengan wilayah Aceh yang cukup luas,"
kata Penguasa Darurat Militer Daerah NAD Mayjen TNI Endang Suwarya
menyebutkan usai menerima 32 organisasi kemasyarakatan dan pemuda se-NAD di
Banda Aceh, Sabtu (20/9).
Dia mengatakan, empat bulan digelarnya operasi terpadu dengan tingkat
darurat militer di propinsi berpenduduk sekitar 4,2 juta jiwa itu pihak TNI/
Polri baru berhasil melumpuhkan sekitar 30 pentolan GAM.
Meski demikian, ia menyatakan pelaksanaan operasi terpadu yang digelar sejak
19 Mei 2003 di Aceh itu berjalan cukup baik dan sesuai dengan rencana.
"Salah satu indikator keberhasilan operasi terpadu/militer di Aceh itu yakni
secara militer kekuatan GAM itu sudah tidak ada," katanya.
Akan tetapi, lanjut Mayjen Endang Suwarya, secara fisik pemberontak Hasan
Tiro itu masih ada. "Artinya, secara fisik anggota GAM itu belum sepenuhnya
berhasil ditangkap, dan mereka terpecah-pecah dalam kelompok kecil serta
menyaru ditengah-tengah masyarakat," kata dia.
Menyinggung tentang langkah yang akan ditempuh aparat keamanan untuk
menyukseskan pemilihan umum (pemilu) di Aceh, ia menyatakan pesta domokrasi
yang akan berlangsung 2004 itu harus bisa berjalan dengan melibatkan semua
elemen masyarakat. "Saya optimis dengan dukungan penuh seluruh elemen
masyarakat, maka pemilu akan berjalan di Aceh," katanya.
Endang Suwarya yang juga Pangdam Iskandar Muda itu menyatakan, belum ada
kebijakan menambah kekuatan satuan TNI untuk mengamankan jalannya pemilu di
daerah Serambi Mekah. "Saya rasa dengan kekuatan aparat keamanan yang ada
sekarang itu mampu mengamankan jalannya pesta demokrasi di Aceh," kata dia.
(ant/cn05)