[Marinir] 25.000 Warga Aceh Minta Darurat Militer Diperpanjang

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Tue, 23 Sep 2003 11:30:52 +0700


Sabtu, 20/09/03 : 19.47 WIB

Liputan Khusus Operasi Penumpasan GAM


25.000 Warga Aceh Minta Darurat Militer Diperpanjang

Banda Aceh, CyberNews. Puluhan ribu warga dari 17 kecamatan di Kabupaten
Aceh Tengah minta Pemerintah Pusat agar memperpanjang pemberlakuan darurat
militer di Aceh. Mereka menilai darurat militer berdampak positif terhadap
keamanan Tanah Rencong.
Tak kurang 50.000 orang mendatangi gedung DPRD Aceh Tengah secara tertib
dari berbagai pelosok desa dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi
hari Sabtu sambil membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisikan harapan
darurat militer diperpanjang.
Dalam aksi damai itu, jurubicara setiap kecamatan membacakan tuntutan mereka
secara bergantian yang pada intinya semua masyarakat dari dataran tinggi
"Tanah Gayo" Aceh Tengah minta agar operasi militer dapat diperpanjang.
Masyarakat Aceh Tengah banyak mengalami intimidasi yang dilakukan oleh
Gerakan Aceh Merdeka. Status darurat militer memberi rasa aman kepada
mereka. Para petani kopi di Aceh Tengah kini mulai berani kembali ke
kebun-kebun mereka setelah lama ditelantarkan karena adanya ancaman dari
anggota GAM di wilayah itu.
"Padahal, sebelumnya ribuan hektare tanaman kopi rakyat telah ditinggalkan
serta sebagian mereka terpaksa mengungsi ke Takengon menumpang pada rumah
sanak familinya masing-masing," kata juru bicara Pemerintah Kabupaten Aceh
Tengah M Sofyan di Takengon, ibukota Aceh Tengah, Sabtu (20/9).
Menanggapi tuntutan itu, Wakil Ketua DPRD Aceh Tengah M Saleh seperti
dilaporkan Antara, berjanji harapan masyarakatnya akan dibahas dalam rapat
kilat hari Sabtu bersama Bupati Aceh Tengah dan aparat keamanan yang ada di
daerah itu. Bupati Aceh Tengah H Mustafa M Tami berjanji hasil rapat kilat
atas tuntutan masyarakatnya akan diteruskan langsung ke tingkat provinsi.
Setelah menerima jawaban dari Wakil Ketua DPRD M Saleh dan Bupati Aceh
Tengah Mustafa M Tamy, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Selama
lebih kurang dua jam mereka berorasi secara bergantian di lapangan
Gelanggang Alun, Takengon. (cn05)

Sumber : Suara Merdeka Cyber News