[Marinir] NAD : Operasi Terpadu di Naggroe Aceh Darussalam hari ke 126

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Tue, 23 Sep 2003 11:31:22 +0700


Selasa, 23 September 2003
NAD: Operasi Terpadu di Nanggroe Aceh Darussalam hari ke 126

Perhatian operasi kemanusiaan masih tercurah pada permasalahan penanganan
pengungsi, pengangguran dan pembangunan sekolah. Proses belajar mengajar
berjalan lancar walaupun fasilitas gedung sekolah masih dalam keadaan
darurat, roda pemerintahan semakin membaik, teror kepada masyarakat dengan
berbagai cara masih tetap dilakukan pemberontak GAM, aparat tetap mencari
dan memburu pemberontak GAM apabila mereka tidak kembali kepangkuan Ibu
Pertiwi.

Operasi Kemanusiaan.
Pengungsi hari ini berjumlah 10.477 jiwa/2.560 KK. Pelayanan kesehatan
kepada pengungsi di Aceh Jaya 76 org, Aceh Tamiang 8 org, Aceh Tenggara 9
org, Aceh Barat 18 org, Aceh Selatan 42 org, Atim 22 org, Abdya 9 org dan
Nagan Raya 25 org. Kegiatan Bantuan Kemanusiaan dan Rehabilitasi Sosial
(BKRS) pada masa CoHA, tetap dilanjutan disesuaikan dengan prioritas program
kemanusiaan. Dana bantuan kemanusiaan yang bersumber dari : APBN, APBD dan
WFP sebesar Rp.207 Milyard lebih hingga hari telah terserap program
kemanusiaan diseluruh Kabupaten dan kota sebesar Rp.60 Milyard lebih,
sehingga sisa dana kemanusiaan masih sebesar Rp. 146 Milyard lebih.
Permasalahan fasilitas pendidikan sudah dapat diatasi walaupun sebagian
dalam gedung, ruangan dan tenda darurat . Penangan kegiatan belajar
dilaksanakan diantaranya secara Doeble shift 768 murid, penempatan pada
sekolah terdekat 7.023 murid, belajar darurat pada fasilitas umum 756 murid
dan belajar darurat ditenda 7.591 murid. Upaya penanggulangan pengangguran
sebanyak 330.351 orang (8,12%) dari total penduduk 4,1 juta jiwa, dilakukan
dengan pemulihan perekonomian Aceh, menyiapkan lapangan kerja, yang
diprioritaskan untuk korban konflik, kaum dhuafa dan masyarakat lainnya.
Realisasi "DUEK PAKAT" saat ini dinanti-nantikan oleh masyarakat yang memang
sedang mengharapkan pekerjaan. Pembangunan dilaksanakan dengan cara
swakelola sehingga melibatkan masyarakat. Telah disiapkan juga lahan
perkebunan, perikanan dan perindustrian. Materi yang diberikan dalam
Pembinaan saudara kita yang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi diantaranya:
Agama, Wawasan Kebangsaan, Mental, pendidikan jasmani dan Ketrampilan yang
dilaksanakan di BPG Ujong Batee Aceh Besar sebanyak 428 org terdiri dari 422
pria dan 6 org wanita dan Meulaboh sebanyak 113 org di Meulaboh, Hari minggu
merupakan hari berkunjung dan melepas rindu bagi keluarga, oleh pengelola
BPG disediakan fasilitas orgen tunggal agar saudara-saudara kita beserta
keluarga yang saat itu sedang berkunjung dapat melepas rindu dan menghibur
diri dengan suara emasnya.

Operasi Pemantapan Jalannya Pemerintahan.
Realisasi KTP Merah Putih sudah mencapai 94,20 % atau 2.507.399 lbr dari
2.645.226 penduduk wajib KTP. Keterlambatan 137.887 (5.80%) KTP tersebut
dikarenakan belum adanya Koramil dan Polsek sebagai kelengkapan organisasi
Muspika diwilayah pemekaran. Kendala itu diharapkan dapat diatasi dengan
memanfaatkan aparat yang BKO di daerah tersebut.

Perampasan KTP oleh pemberontak GAM sebanyak 4.723 lbr KTP dan 139 lbr KK
dengan perincian sbb: Kab.Abes 1.223 lbr KTP, Pidie 299 lbr KTP dan 139 KK,
Aut 1.313 lbr KTP, Abdya 6 lbr KTP, Singkil 34 lbr KTP dan Abar 1.848 lbr
KTP. Pemda Kabupaten/Kota telah mengganti KTP yang dirampas dengan nomor
registrasi yang berbeda dengan KTP semula. Dalam waktu dekat akan
dilaksanakan pemeriksaan KTP dari pintu-kepintu untuk membuktikan
pelaksanakan pembuatan KTP. Dari 227 pemerintahan ditingkat Kecamatan,
berfungsi 148(65%), kurang berfungsi 79(35%), ditingkat Desa berjumlah 5.862
yang berfungsi 3.676(62,71%), kurang berfungsi 1.594(27,19%), tidak
berfungsi 592(10,10%).

Operasi Penegakan Hukum.
Aparat TNI/POLRI terus melakukan pemeriksaan secara intensif, pencarian,
penangkapan yang diduga terlibat GAM; Penahanan, pemeriksaan dan memproses
secara hukum, disamping itu juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat
untuk meningkatkan kesadaran hukum dan kecintaan kepada NKRI.
Bimbingan dan penyuluhan dari pihak Kepolisian untuk menumbuhkan kesadaran
kebersamaan dan tanggung jawab mengamankan lingkungan kampung dan desanya
dari ancaman/gangguan serta intimidasi pemberontak Hasan Tiro melalui
kegiatan siskamling Perkembangan sampai saat ini menunjukan hal positip
karena masyarakat semakin berani melaporkan pemberontak ke Aparat dan bahkan
berani melawan dan mengejar apabila ada warga yang diculik oleh separatis
Hasan Tiro. Kasus tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh boneka-boneka
Hasan Tiro terhadap keluarga Aminah (7/9) yang telah menelan korban 3 orang
perempuan termasuk Ibu Aminah meninggal dunia dan satu orang korban an.
Rosmita saat ini sedang dirawat di rumah sakit merupakan salah satu bukti
nyata bagaimana kedzaliman dan kekejaman yang terpatri di dada pemberontak
GAM.
Sampai hari ini, tahanan GAM berjumlah 964 org ( Front bersenjata 549 org
dan Front Politik/pendukung 415 org ), dari tahanan tersebut 413 org
diserahkan ke Kejaksaan dan yang divonis pengadilan 87 org.

Operasi Pemulihan Keamanan
Hari ini telah dilumpuhkan 9 pemberontak GAM dalam Operasi pemulihan
keamanan di daerah: Ds. Meunasah Cut Lampuk Kec.Lhoknga Kab.Abes, Ds.Ule
Blang Kec.Jeumpa Kab.Bireun, Ds.Cot Timur Kec.Jeunib Kab.Bireun, Ds.Cot
Timur Kec.Nisam Kab.Aut, Ds Timpang Peunia Kec.Kaway Kab.Abar, Ds.G.Titi
Akar Kec.Tamiang Hulu Kab.Atam dan Ds.Lapong Kec.Seunangan Kab.Nagan Raya.
Pemberontak GAM melakukan penembakan terhadap masyarakat A.n Tarmizi bin Ali
(47 th) korban meninggal dunia. Hingga hari ini pemberontak GAM masih tetap
melakukan teror terhadap masyarakat, hal ini merupakan kesempatan bagi
TNI/POLRI untuk mempersatukan hati dan pikiran rakyat. Dalam Operasi melawan
gerilya pihak yang didukung sepenuhnya oleh rakyat-lah, yang akan keluar
sebagai pemenangnya. Setiap ada kesempatan, kapan saja dan dimanapun kita
berada kita ajak saudara2 kita, untuk kembali kepangkuan Ibu Pertiwi.
Tinggalkan keinginan Hasan Tiro yang selalu menipu dan memutar balikkan
fakta sehingga menjerumuskan masyarakat Aceh kedalam angan- angan
munafiknya.(PAR)


Sumber: pdmd-nad.info