[Marinir] GAM Pertanyakan Independensi PMI
Yap Hong Gie
marinir@polarhome.com
Fri, 26 Sep 2003 16:07:50 +0700
Selasa, 23/09/03 : 15.24 WIB
Liputan Khusus Operasi Penumpasan GAM
GAM Pertanyakan Independensi PMI
Semarang, CyberNews. Gerakan Aceh Merdeka mengingatkan Palang Merah
Indonesia agar tidak berpihak pada golongan dalam tugas kemanusiaannya.
Sebab selama pelaksanaan darurat militer di Aceh, GAM meragukan independensi
PMI.
"PMI semestinya mengutamakan objek korban, siapa pun dia, yang paling
membutuhkan pertolongan segera. Namun, entah karena adanya tekanan dari
pihak militer ataupun sikap sejumlah personil PMI itu sendiri, kini terasa
sekali keberpihakan PMI kepada TNI/Polri," demikian juru bicara GAM wilayah
Peureulak, Aceh Timur, Tengku Mansor, dalam siaran pers yang diterima SM
CyberNews di Semarang, Selasa (23/9).
Menurut Mansor, keberpihakan PMI tersebut dirasakan hampir di seluruh
wilayah di Aceh. Hal ini menurutnya sangat merugikan masyarakat. "Setiap ada
korban oleh TNI dan kami menghubungi PMI untuk segera dievakuasi, ternyata
PMI hampir selalu tidak datang. Sebaliknya, jika TNI/Polri yang memberi
perintah evakuasi, PMI segera meluncur ke lapangan," aku dia.
Karena itu, tegas Mansor, GAM minta penegasan PMI akan independensinya dalam
tugas-tugas kemanusiaan di Aceh. "Kami tahu, PMI adalah bentukan pemerintah
Indonesia. Namun di negara mana pun, organisasi Palang Merah harus tetap
netral, independen dan tidak boleh diatur-atur pemerintah," ujarnya.
Namun demikian, lanjut Mansor, GAM tetap berterima kasih karena pada awal
darurat militer, PMI pernah mengingatkan GAM dan TNI/Polri untuk menaati
Konvensi Jenewa 1949, khususnya berkenaan dengan penyanderaan dan
penangkapan orang-orang yang tak terlibat dalam konflik. (cn05)