[Marinir] Re: Usulan untuk membuat unofficial web sites untuk Kormar TNI-AL

Sharif Dayan bimasena at mdp.net.id
Mon Apr 5 18:32:34 CEST 2004


Sakam sejahtera...

At 12:57 02-04-2004 -0800, "Combat Diver" wrote:

>(Mungkin masih ada hubungan family dengan Jenderal Mosse "One eye Jack"
Dayan dari Israel kali yah...Heheheehe)

Moshe Dayan. Anda tidak tidak terlalu keliru. Bulan kelahiran saya adalah
Juli, sementara pada bulan Juni 1967 (?) adalah saat ketika Dataran Golan
direbut oleh Israel, sewaktu Menhannya dijabat oleh orang tersebut. Konon,
nama "Sharif" adalah nama seorang petinggi dalam kabinet Mesir.


>tentang TNI-AL dan Korps Marinir. Saya akan coba ceritakan dalam bentuk
tertulis di sela sela kesibukan saya.

Dibuatkan berseri juga tidak mengapa. Lebih baik -sekiranya diizinkan- jika
dilengkapi dengan bagaimana persiapan dilakukan, suasana dalam keluarga,
atau bagaimanalah, sehingga kehidupan sebagai prajurit tergambarkan dengan baik.


>Korps Marinir TNI-AL, Denjaka, KOPASKA, SAT GULTOR 81, DEN BRAVO 90, YON
TAIFIB MAR,
>Satuan GURITA, PPRC KOSTRAD, TONTAIPUR KOSTRAD, KOPEBAL/KPBA TNI-AL dll.

Menurut pandangan saya, pihak TNI juga yang antara lain terlalu menutup diri
mengenai diri mereka. Kalau saja tidak sempat bergaul dengan kalangan ini,
mungkin saya pun tidak akan terlalu banyak mengenal mereka. Selain itu, para
anggotanya juga tidak diwajibkan membaca, seperti yang dilakukan pada
beberapa satuan / korps di AS. Mungkin saya keliru mengenai hal ini.


>banyak anggota masyarakat ... seolah tidak butuh militer.

Yang lebih tepat memberikan tanggapan mengenai hal tersebut, saya rasa
adalah mereka yang dulu bertanggungjawab mengenai pelaksanaan sishankamrata.
Secara umum, kita memang minus dalam hal kehumasan.


>mengecam TNI dalam operasi di Aceh ... dengan kedok aktivist HAM.

Kita akan melihat, apakah hasil Pemilu 5 April 2004 -dan Anda termasuk dan
dalamnya sebagai pemilih, mungkin...- akan menghasilkan legislator dan
senator yang memahami hal itu atau tidak. Ini hal yang tidak sederhana, MHS
(menurut hemat saya).


>itu dilakukan oleh personil AB negara manapun sekalipun negara adikuasa
seperti Amerika.

Itu 'hikmah' sebagai negara yang melimpah ruah dalam hampir segala hal. Masa
bodoh siapa pun yang mengecam, tokh yang mengecam tidak punya gigi. Kita
yang masih miskin, layaknya katak yang ingin menjadi lembu. Bereskan dulu
masalah beras selundupan, gula selundupan, pemalakan di pelabuhan dan
sebagainya, sehingga menjadi raksasa seperti RRC, baru bicara mengenai politik.

Kita sudah dijajah melalui keberadaan KFC atau McD atau Coca Cola, yang
menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk Republik. Tapi kita berbeda
dengan India, yang bisa memberlakukan peraturan-peraturan tertentu, sehingga
perusahaan-perusahaan seperti itu tidak terlalu leluasa, walau tetap bisa
menghasilkan keuntungan. Kita juga dengan mudahnya ditekan oleh MPEA (?),
asosiasi perfileman AS, sehingga filem-filem Hollywood membanjiri Republik
ini, membawa pengertian mengenai apa yang 'Benar', menurut budaya AS.

Kalau kita sudah memiliki kesadaran mengenai apa yang terjadi, maka tidak
akan terlalu banyak lagi pelaku kenegaraan kita yang memandang pertahanan
negara sebatas pada senjata dan militer. Hal itu lebih luas dan membutuhkan
100-an tahun, sehingga pengertian segenap warga Republik lebih jelas.


>Makasih tanggapannya, saya akan coba bantu semampu saya.

Saya nantikan. Mari kita ajak siapa pun untuk ikut serta dalam memulai
pekerjaan ini, sehingga beban penerus kita pada 100 tahun kemudian, menjadi
lebih ringan.


Sharif Dayan
--
-== (Defense site) http://www.ksatrian.or.id ==-
-== (Defense forum) hankam-subscribe at yahoogroups.com ==-
-== (Archive) http://groups.yahoo.com/group/hankam/messages/ ==-
-== (Main Depo) http://groups.yahoo.com/group/hankam/files/ ==-
-== (Depo 2) http://groups.yahoo.com/group/hankam2/files/ ==-
-== (Question) - <pemelihara at ksatrian.or.id>  ==-



More information about the Marinir mailing list