[Marinir] [t-net] [SP] Disambut Positif, Penarikan TNI dari Departemen

Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Fri Apr 16 20:50:25 CEST 2004


SUARA PEMBARUAN DAILY
----------------------------------------------------------------------------

Disambut Positif, Penarikan TNI dari Departemen

Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno

HUT KOPASSUS - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Ryamizard
Ryacudu (tengah) diapit dua calon presiden dari Partai Golkar, Prabowo
Subianto (kiri) dan Aburizal Bakrie, saat mendengarkan sambutan Danjen
Kopassus Letjen TNI Sriyanto pada acara Hari Ulang Tahun ke-52 Kopassus di
Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (16/4) pagi.

JAKARTA - Keputusan Markas Besar TNI menarik seluruh anggotanya dari
institusi sipil disambut positif. Langkah tersebut dinilai simpatik dan
sebagai upaya memperjelas posisi sipil dan militer dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.

Demikian rangkuman pendapat dari dua pakar politik, Arbi Sanit dan Andi
Mallarangeng ketika dihubungi Pembaruan, Jumat (16/4) pagi.

"Keputusan itu seharusnya sudah dilakukan sejak lama karena sampai sekarang
masih terjadi campur-aduk posisi antara sipil dan militer. Meskipun
kebijakan itu terlambat, tetapi merupakan keputusan yang bagus," kata pakar
politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit.

Dikatakan, selama ini memang terjadi kerancuan posisi militer dalam
institusi sipil. Ada sejumlah nilai yang berbeda dalam institusi sipil dan
militer. Misalnya, yang berkaitan dengan demokrasi. Bagi militer, demokrasi
itu tidak terlalu penting, sebaliknya bagi sipil sangat penting. Perbedaan
nilai itu kemudian bisa menjadi problem ketika kalangan militer masuk ke
birokrasi.

"Kebijakan itu akan membuat militer menjadi profesional di bidangnya dan
sipil pun akan menjadi profesional di bidangnya," ujarnya.


Dikatakan, penentuan posisi militer dalam institusi sipil seharusnya diatur
melalui pertemuan di parlemen. Sampai sekarang belum ada aturan yang jelas
mengenai hal itu, sehingga jenderal aktif bisa menduduki posisi penting
dalam institusi sipil.

Saat ditanya dampak penarikan itu terhadap birokrasi, Arbi Sanit mengatakan,
sejumlah posisi yang ditinggalkan kalangan militer harus segera diisi oleh
kalangan sipil. Pengisian itu harus dilakukan secara profesional dengan
mengutamakan kemampuan pejabat sipil dan bukan karena pangkatnya.

"Jangan sampai seorang pejabat sipil diangkat karena pangkatnya sudah
tinggi, tetapi tidak memiliki kemampuan yang memadai di bidangnya. Peluang
ini harus dimanfaatkan untuk menempatkan orang sipil yang kapabel untuk
menduduki jabatan-jabatan tertentu," tegasnya.

Dia juga mengatakan perlunya dibentuk satu lembaga atau dewan yang
menyeleksi kalangan sipil untuk menduduki jabatan tertentu dalam birokrasi.
Kehadiran lembaga atau dewan tersebut diharapkan bisa menempatkan
tokoh-tokoh sipil yang berkualitas pada jabatan-jabatan tertentu.


Langkah Simpatik

Andi Mallarangeng berpendapat, langkah Panglima TNI menarik personelnya dari
institusi sipil merupakan langkah simpatik dan akan memperbaiki citra
militer. Langkah itu juga dianggap sebagai upaya menegaskan sikap TNI yang
netral dalam kehidupan politik.

Keterlibatan sejumlah perwira TNI dalam birokrasi sipil, termasuk dukungan
bagi calon presiden yang berlatar belakang TNI, dikhawatirkan akan
mengganggu netralitas TNI.

Menurutnya, semua personel TNI memang harus ditarik dari jabatan struktural
dalam birokrasi sipil. Tapi, mereka masih dimungkinkan untuk mengisi jabatan
fungsional, misalnya menjadi staf ahli atau penasihat bidang militer dan
keamanan.

Tentang keterlibatan personel TNI mengawal calon presiden yang berlatar
belakang TNI, Andi mengatakan, seorang purnawirawan yang menjadi calon
presiden, seperti Wiranto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebetulnya
sudah menjadi orang sipil. Mereka tidak tepat lagi diperlakukan sebagai
pejabat militer.

"Saya kira pengamanan calon presiden dan keluarganya telah diserahkan kepada
polisi. Jadi, personel TNI tidak perlu lagi ikut-ikutan mengawal calon
presiden," katanya.

Sementara itu, Presiden Megawati Soekarnoputri minggu depan akan segera
mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemberhentian Sekretaris
Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Sesmenko Polkam) Letjen TNI
Sudi Silalahi karena yang bersangkutan akan segera memasuki masa pensiun.

"Pemberhentian ini atas usulan Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno. Surat
usulan sudah disampaikan Pak Hari kemarin dulu dan kemungkinan besar minggu
depan sudah keluar keputusannya," kata Sekretaris Negara Bambang Kesowo
seusai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/4).

Masalah pemberhentian ini, menurut Kesowo, sudah dibahas dalam rapat
terbatas. Siapa yang akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Sudi
Silalahi sedang disiapkan oleh Menko Polkam Ad Interim.

Ketika ditanya, apakah ini terkait dengan kedekatan Sudi dengan mantan Menko
Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Kesowo menjawab, bukan. "Sejauh saya
berbicara dengan Menko Polkam Ad Interim tidak ada hubungannya dengan
masalah itu. Terlalu jauh dihubungkan. Mungkin ini karena momennya saja,"
katanya.

Di tempat yang sama Hari Sabarno menegaskan, alasan penggantian Sudi
Silalahi karena yang bersangkutan akan pensiun pada Juni mendatang dan
karena itu sudah waktunya diproses. Tidak ada kaitannya dengan masalah SBY.
(M-11/A-16)

----------------------------------------------------------------------------
Last modified: 16/4/04



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/IYOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

# Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam berpendapat #

Subscribe : tionghoa-net-subscribe at yahoogroups.com, Unsubscribe : tionghoa-net-unsubscribe at yahoogroups.com

Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/tionghoa-net/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     tionghoa-net-unsubscribe at yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



More information about the Marinir mailing list