[Marinir] [Kompas] TRI : Roy Juara Umum Menembak
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Mon Apr 26 11:02:38 CEST 2004
http://www.kompas.co.id
Kompas Olahraga
Senin, 26 April 2004
Roy Juara Umum Menembak
Solo, Kompas -
Petembak tuan rumah, Roy Haryanto dari Kiki Shooting Club (KSC), Solo,
merebut juara umum kelas open (senjata olahraga yang dimodifikasi) dalam
Kejuaraan Menembak Terbuka Hari Ulang Tahun Ke-52 Kopassus di Lapangan
Tembak Grup 2 Kopassus, Kandang Menjangan, Solo.
Roy yang mengumpulkan nilai 1372,4 mengalahkan petembak Bandung, Zainal
Arief (1065,1) yang sehari sebelumnya sempat memimpin di posisi teratas. Di
posisi ketiga adalah Sinyo Haryanto, yang tidak lain ayah kandung Roy,
pemilik KSC (1043,1).
Pada kelas standard (senjata olahraga standar), petembak KSC Solo, Richard
Hendarmo, juga menjadi juara umum setelah mengumpulkan angka tertinggi
1267,8. Richard mengungguli petembak Jakarta, Jhoni Suharli, yang
mengumpulkan angka 1047,8 dan Daniel Lee (Jakarta) 963,4.
Di kelas production (senjata standar militer), petembak Agus SP dari TNI AU
Paskhas Bandung menjadi juara. Sementara di posisi kedua Sanwi dari Kopassus
Solo dan Yudi Gombel dari Paskhas Bandung bercokol di posisi ketiga.
Untuk kelas revolver (senjata standar polisi), juara pertama dipegang oleh
Glenn Clifton dari Bali. Di posisi kedua Endang Suhendar dari Polwil Bandung
dan di posisi ketiga Eddy Nurhabat dari Kopassus Jakarta.
Bambang Trihatmodjo, putra mantan Presiden Soeharto, gagal menjadi juara di
kelas open karena hanya bercokol di posisi keempat. Namun, untuk kelas
senior open, Bambang berhasil menjadi juara pertama dengan mengalahkan
Joseph Leonardi dan Adrianto.
Tembak reaksi
Kejuaraan menembak HUT Kopassus di Solo lebih difokuskan pada lomba pistol
tembak reaksi. Berbeda dari kejuaraan menembak konvensional yang berada di
ruangan dengan target khusus, tembak reaksi berlangsung di luar ruangan
dengan berbagai jenis target diam maupun bergerak.
Arena lomba pistol tembak reaksi dimodifikasi sedemikian rupa sehingga lebih
mirip seperti permainan. Namun, target atau sasaran dibuat dengan jelas dan
memiliki angka-angka tertentu serta harus dilakukan secepatnya. Perhitungan
angka diperoleh dari total sasaran yang terkena tembakan dibagi dengan waktu
yang habis dipergunakan.
Terdapat 18 stage yang harus diselesaikan seorang petembak dengan ragam
sasaran dan kendala yang berbeda. Misalnya di stage satu, seorang petembak
berada di sebuah kamar dan mulai menembak melewati jendela, kemudian dia
keluar berlari ke arah dinding buatan yang memiliki jendela dan menembak
sasaran lagi dari jendela. Atau terdapat stage yang dimulai dari turun dari
mobil, berlari memasang magasin, dan memulai tembakan ke berbagai arah yang
ditetapkan, berlari lagi ke dinding yang didesain mirip bus dan menembak
sasaran dari jendela bus.
Dari perlombaan dan senjata yang digunakan, jelas olahraga menembak reaksi
sangat cocok untuk menambah kepiawaian polisi atau militer dalam menyerang
musuh. Hanya saja, untuk orang awam, permainan itu sangat mahal, karena
untuk sebuah senjata standar saja harganya yang termurah berkisar Rp 55
juta.
"Kalau untuk yang dimodifikasi bisa mencapai Rp 90 juta atau bahkan Rp 100
juta" kata Roy Haryanto.
Kejuaraan menembak masih menyisakan pertandingan murah meriah yang dapat
diikuti oleh masyarakat menengah ke bawah, yakni kelas senapan angin pompa.
Sebagai juara umum kelas rakyat ini adalah Andri Hendrata dari Semarang yang
memperoleh hadiah utama sebuah sepeda motor. (SAH)
More information about the Marinir
mailing list