[Marinir] Silahturahmi Panglima TNI Bersama Keluarga Besar TNI/POLRI

Hong Gie marinir@polarhome.com
Fri, 30 Jan 2004 18:31:51 +0700


http://www.apindonesia.com/disinfotek86.htm

Nasional

Kamis, 29/1/2004 23.30 WIB
SILATURAHMI PANGLIMA TNI BERSAMA KELUARGA BESAR TNI/POLRI

    Jakarta,(APIndonesia.Com).
    Menurut data PUSPEN TNI yang diterima APIndonesia.Com (29/1),  Panglima
TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dengan didampingi Kasal, Wakasad, Irjen
TNI, Kasum serta Pejabat Teras Mabes TNI, Mabes TNI AD, Mabes TNI AL, Mabes
TNI AU dan Polri mengadakan silaturahmi dengan Keluarga Besar TNI/Polri di
GOR A. Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

    Keluarga Besar TNI/Polri yang diundang adalah Fraksi TNI/Polri,
Purnawirawan, PPM FKPPI/KORPRI, Piveri/Perip/Dharma Pertiwi. Dari
Purnawirawan hadir diantaranya Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno, Jenderal
Pol (Purn) Awaluddin Djamin, Jenderal TNI (Purn) Rudini. Adapun tujuan
silaturahmi tersebut adalah dalam rangka halal bil halal, Natal dan Tahun
Baru 2004.
    Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan, melihat perkembangan situasi
yang ada saat ini maka pertemuan semacam ini akan dapat bermanfaat, berbagi
informasi sekaligus bagaimana kita memantapkan tali silaturahmi yang selama
ini telah berjalan dengan baik. Kita tahu bahwa reformasi nasional merupakan
agenda yang tidak bisa dihindari oleh karena reformasi nasional harus terus
dijunjung tinggi, karena kalau kita kembali maka kita kembali ke belakang 30
tahun, itu tidak akan lebih baik dalam menata bangsa ini ke depan.

    "Agar reformasi yang sedang berjalan agar betul-betul dapat mencapai
sasaran yang benar dan berguna bagi bangsa dan negara ini. TNI sebagai
bagian dari bangsa Indonesia tentu dengan reformasi yang ada kita wajib
menyesuaikan dengan gerak perubahan yang terjadi di tingkat nasional, maka
TNI harus memberikan kontribusi maksimal kepada bangsa dalam menyongsong
masa depan yang lebih baik,"ujar Jenderal TNI Endriartono Sutarto dengan
menyebutkan, dalam konteks memberikan kontribusi maksimal kepada bangsa dan
negara yang kita cintai ini, maka TNI harus professional, harus kembali
dapat dipercaya oleh masyarakat sebab TNI dibangun oleh bangsa, bangsa
membangun TNI untuk kepentingan bangsa dan negara. Hal ini dapat dicapai
dengan melalui perilaku yang low profile, kalau ini dilakukan setiap
prajurit TNI setiap individu Keluarga Besar TNI/Polri saya yakin perubahan
yang terjadi pasti perubahan yang lebih baik dan sudah pasti disintai ,
dipercaya oleh masyarakat. Kurang lebih 2 bulan ke depan bangsa ini akan
melaksanakan Pemilu 2004, akan menentukan nasib bangsa ini kedepan, maka TNI
bertekad untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut melalui netralitas
serta akan membantu Polri atas permintaan dalam rangka mengamankan
pelaksanaan Pemilu 2004.

   Usai sambutan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Rudini didaulat untuk
memberikan arahan. Menurut mantan Kasad dan Mendagri, silaturahmi semacam
ini sangat perlu ibarat remaja sekarang mengatakan curhat itu adalah
kebutuhan. Reformasi sudah digulirkan sejak 1998 tapi kenyataannya reformasi
belum memperlihatkan perubahan yang baik sebagaimana Panglima katakana tadi,
bahkan kalau kita melihat tanda-tanda, kondisi cenderung nampaknya surut.
Saya melihat dari luar institusi TNI/Polri yang paling solid saat ini adalah
TNI/Polri, maka oleh sebab itu harus tetap dipertahankan. TNI/Polri berada
dan bertugas dimana-mana tetapi jangan sampai berada di dimana-mana dan ikut
kemana-mana.

   "Perlu kita ketahui yang menghujat TNI/Polri hanya segelintir orangnya
saja, yang ngomong, yang segelintir itu juga mungkin menghujat TNI sudah
profesinya. Tapi TNI/Polri harus yakin bahwa Allah SWT maha tau, maha
mendengar, bahwa siapa yang benar-benar yang cinta keutuhan bangsa ini. Maka
oleh sebab itu TNI berkonsentrasi kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dan
TNI/Polri harus dapat menjaga negeri ini. Menurut mantan Ketua KPU ini dari
dulu sampai sekarang bahwa unsur senang dan tidak senang pasti ada, demikian
juga usaha-usaha penggagalan pemilu, maka oleh sebab itu netralitas
TNI/Polri jangan terjebak pada politik praktis,"ujar Jenderal TNI (Purn)
Rudini.(red).
[Home]