[Marinir] [Politikus_RI] Amerika Kangkangi Indonesia : Bakar Kantor
LSI dan Freedom Institute!
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Jul 11 10:15:47 CEST 2004
Pembusukan dan penistaan terhadap kandidat SBY-JK pada periode kampanye yll,
ternyata justru menaikan rating dan memenangkan pemilihan suara bagi Capres
SBY-JK, Pilpres putaran I
Nampaknya masa kampanye sudah dimulai, dalam membentuk opini negatif
terhadap kandidat SBY-JK, oleh karena itu posting: [Politikus_RI] Amerika
Kangkangi Indonesia: Bakar Kantor LSI dan Freedom Institute!,
saya forward dalam rangka ikut menghangatkan suasana sampai puncaknya
pada September 2004, nanti.
Selamat membaca di hari Minggu!
Wassalam, yhg.
--------------------
From: indri maryanto <rahmatin2003 at yahoo.com>
Delivered-To: mailing list Politikus_RI at yahoogroups.com
Date: Sat, 10 Jul 2004 06:30:54 -0700 (PDT)
Subject: [Politikus_RI] Amerika Kangkangi Indonesia :
Bakar Kantor LSI dan Freedom Institute!
Kondisi Terkini dan Kondisi Seharusnya
Membaca situasi saat ini yang terjadi sangat jelas terpampang di depan mata
kita kalau sebenarnya kekuatan asing sudah secara riil masuk mengintervensi
Indonesia. Alangkah jelasnya hal itu dipertontonkan kepada kita.
Tidak perlu mencari informasi dari sumber intelijen-pun hal itu sudah dapat
kita ketahui.
Satu bukti yang paling jelas adalah begitu konsistennya Metro TV untuk
selalu menggaet LSI sebagai "source" polling bagi kemenangan SBY.
Sementara SBY sendiri merupakan kaki tangan Amerika melalui Partai
Demokrat AS. Yang bekerja dibelakang SBY adalah para kaum Jezuit
(ordo fundamentalis katolik), Evangalis (ordo fundamentalis protestan) dan
Zionis (ordo fundamentalis jahudi).
Mereka semua terlibat di Indonesia kita. Partai Demokrat di Indonesia
sendiri pun merupakan duplikat dari Partai Demokrat Amerika.
Di tingkat operasional bekerja CIA untuk membantu suksesnya projek mereka
mengangkangi Indonesia. Intinya Partai Demokrat Indonesia, NDI, LP3ES,
LSI, Metro TV (Harry Tanoesudibyo, Bhakti Investama), bekerja dalam
plot Partai Demokrat AS, dan CIA.
Begitu jelas terlihat Metro TV sejak awal telah konsisten menggaet LSI dan
memenangkan SBY. Kalau kita sedikit kritis, mengapa Metro hanya melibatkan
LSI dan LP3ES saja dalam penentuan polling, bagaimana bisa cuma LSI dan
LP3ES? Apa tidak ada lembaga survei yang handal di Indonesia selain LSI dan
LP3ES? Bukankah umur LSI di Indonesia belum juga lama?
Bukankah umur Partai Demokrat di Indonesia juga belum lama?
Mengapa lembaga2 baru ini bisa tiba-tiba menjadi sangat dominan dalam
membentuk opini di masyarakat Indonesia?
Itulah contoh kongkrit hasil kerja operasi intelijen. Begitu tenang, senyap,
rapi, terorganisir dan tepat.
Mereka disokong oleh kecerdasan orang (Rizal Malarangeng), teknologi
(Metro TV dan SCTV), science (statistics), dan uang yang berlimpah-limpah.
Satu bukti lagi adalah, letak kantor LSI dan LP3ES selama berlangsungnya
Pemilu. Tahukah anda kalau kantor LSI, LP3ES maupun NDI saat ini berdempetan
dengan Kantor Pusat Tabulasi Suara KPU di Gedung Borobudur Hotel?
Mereka "mengepung" pusat tabulasi suara nasional pemilu Indonesia..
AS mengepung Indonesia yang secara fisik dan gamblang ini tidakkah
menyadarkan kita semua bahwa betapa kasarnya mereka semua telah bermain
dan kita hanya bisa mengikut-ikut dalam pola mereka.
Saat ini memang telah berlangsung beberapa suara kritik terhadap pelaksanaan
pemilu ini. Beberapa diantaranya adalah menyatakan :
1. Penolakan terhadap hasil pemilu 5 juli 2004 oleh KOMPI di Bandung
2. Permintaan penghitungan ulang (karena khawatir terjadi kecurangan
penghitungan suara) oleh GPI.
3. Aksi pembakaran beberapa kotak suara yang dilakukan oleh beberapa
mahasiswa di Jakarta
4. Permintaan PENGUSIRAN terhadap para Pemantau Asing dari Indonesia
oleh FKPPI.
5. dll
Namun hal itu tidak akan membawa banyak hasil karena mereka akan tetap
berjalan mulus. Mereka akan tetap berjalan terus sampai penghitungan suara
hasil pemilu selesai dan segala permasalahan yang ada akan ditanggulanngi
nantinya oleh Mahkamah Konstitusi. Yang pasti jika KPU sudah membacakan
pengumuman resmi Pemilu-5 Juli, maka Mahkamah konstitusi hanya akan
menyelesaikan masalah yang "cilik-cilik" saja.
Tetap saja SBY tidak akan terganggu gugat oleh yang "resmi" ini. Dalam
menanggulangi "riak-riak" masalah yang mengkritik dan menolak hasil pemilu 5
Juli 2004 ini berlangsung, mereka akan tetap konsisten membawa
permasalahan-permasalahan yang muncul ke dalam wilayah diskusi dan
perdebatan.
Akan semakin ramai perdebatan dan diskusi di TV-TV namun penghitungan suara
akan jalan terus hingga pengumuman resmi dilakukan.
Dan permasalahan-permasalahan yang ada itu tidak akan mungkin terselesaikan
sebelum keputusan resmi KPU.
Problem-problem itu paling-paling hanya akan selesai dalam wilayah diskusi
daan perdebatan saja, atau diselesaikan nantinya oleh Mahkamah Konstitusi
atau malah bisa menguap sama sekali. Tidak akan ada aksi yang kongkrit
untuk menghentikan manipulasi yang terjadi saat ini.
Kalau SBY jadi Presiden maka yang Indonesia akan benar-benar dikuasai oleh
AS. BUMN kita akan semakin banyak dijual kepada asing, sumber daya alam
kita pun akan semakin dikelola secara liberal dan kapitalistik, perguruan
tinggi kita akan semakin banyak yang di-swastanisasi melalui BHMN.
Selain itu nilai-nilai buatan Jahudi bagi non Jahudi yang selama ini
merambah nilai-nilai di Amerika sana seperti sex bebas, gay, lesbian,
hedonisme dll akan semakin merasuki Indonesia.
Akan terjadi Amerikanisasi Indonesia. Itulah yang akan dibawa melalui SBY.
Kalau hal ini diteruskan maka kita hanya berpindah penjajah (artinya kita
tetap terjajah), dari penjajah lama (RRC-Jepang yang bekerjasama dengan
Cina Perantauan di Indonesia) kepada penjajah baru (AS - Jahudi).
Begitulah hakikatnya pemilu kita ini.
Yang perlu dilakukan saat ini adalah upaya penghentian terhadap upaya
pengangkangan ini.
Upaya itu harus nyata, tidak sekedar wilayah cuap-cuap. Harus merupakan
wilayah action praksis.
Beberapa tindakan praksis yang perlu dilakukan adalah :
1. Hancurkan compilation data yang ada di Pusat Tabulasi Suara Pemilu
Nasional KPU di Hotel Borobudur.
Kepada Para Hacker patriot bangsa diminta pertolongannya.
2. Serang secara fisik kantor-kantor agen "demokrasi" Amerika di Indonesia
antara lain : LSI, LP3ES, Metro TV, Freedom Institute, SCTV, NDI,
Carter Centre.
3. Teror atau bahkan kalau perlu culik orang-orang yang bekerja di
dalam kantor agen "demokrasi" Amerika tersebut.
Cari pentolan-pentolannya. Sekap dan tawan mereka.
Setelah hal itu dilakukan, maka kita bersama menuntut dilakukannnya
penghitungan ulang secara benar, atau kalau perlu kita meminta dilakukan
Pemilu Ulang. Hal itu jauh lebih baik untuk kita sebagai bangsa
Siapapun yang berani melakukan itu, maka dialah sebenarnya patriot bangsa
ini dan dialah pemain politik ulung sesungguhnya, bukan hanya pintar omong
di TV saja kerja orang politik itu. Mari kita lakukan hal itu bersama-sama!
Pemuda dan Mahasiswa harus mengambil sikap mandiri. Tidak usah perduli kalau
para senior masih sibuk dengan kekuasaan mereka di dalam perebutan kekuasaan
kepartaian. Kita buat jalan kita sendiri.
---------------------------------------
More information about the Marinir
mailing list