[Marinir] Re: Marinir Digest, Vol 6, Issue 6
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Jul 18 13:35:05 CEST 2004
Bung Thomy Yth.
Maaf terlambat membalas Anda Bung Thomy.
Tolong jangan salah persepsi, saya sama sekali tidak menyetujui ngobyek yang
sifatnya tidak halal, apalagi yang menyangkut masalah kriminal, khususnya
terlibat kasus narkoba, itu tidak ada tawar menawar lagi.
Prinsip Ayah Anda : "Mau kaya kok masuk Marinir ........?" patut mendapatkan
penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya.
Namun dijaman sekarang yang serba konsumptif dan biaya kehidupan dikota
besar yang sudah demikian tinggi, sehingga kita bukan bicara lagi soal
"melarat", tetapi persoalannya adalah Gaji + ULP perajurit sudah sama sekali
tidak mencukupi kehidupan keluarga secara bulanan, jangan kata menabung.
Contoh seorang istri bintara, yang menjadi top agent disebuah MLM ternama
adalah sebuah fenomena unik yang bisa dijadikan percontohan bagi istri-istri
para perajurit, tetapi itupun bukan merupakan solusi jangka panjang.
Selama Pemerintah tidak bisa 'memelihara' (mengelola) satuan TNI secara
profesional, jangan dulu membatasi institusi melakukan usaha, tentunya
dengan syarat berbisinis secara profesional, murni demi kesejahteraan
perajurit yang sebenarnya.
Demikian pula jangan menghalangi anggota TNI secara pribadi melakukan usaha
atau menawarkan jasa, tergantung kemampuan masing-masing.
Sehingga apabila ini dilakukan secara terbuka, maka satuan masing-masing
dapat lebih memonitor kegiatan para anggotanya, sehingga kemungkinan
penyimpangan dapat lebih mudah diatasi.
Saya setuju dengan pendapat Anda bahwa kebijakan membiarkan anggota Marinir
ngobyek bukanlah suatu solusi, tetapi untuk sementara waktu inilah sebuah
solusi bagi kelangsungan hidup keluarga anggota Marinir.
Saya tetap berpendapat bahwa Pemerintah adalah pihak yang paling berwenang
dan bertanggung jawab untuk memberikan solusi jangka panjang, dalam masalah
kesejahteraan perajurit.
Wassalam, yhg.
-----------------------
----- Original Message -----
From: Thomy Setiawan
To: Mailing List Marinir TNI/AL
Sent: Friday, July 16, 2004 1:05 PM
Subject: Re: [Marinir] Re: Marinir Digest, Vol 6, Issue 6
Yth Bapak Hong Gie,
Membaca tulisan dibawah saya ingin sedikit berkomentar.
Ayah saya adalah purnawirawan Marinir, bila saya diskusikan hal-hal seperti
ini dengan beliau, selalu dijawab pendek,"Mau kaya kok masuk Marinir
........?"
Memang terdengar naif sekali, tapi begitulah kenyataannya...
Mungkin para anggota millis pernah dengar cerita, ada mantan DanJen KORMAR,
saya tidak usah sebut namanya , yang waktu masih berpangkat perwira menengah
sampai bercerai dengan istri nya karena kesulitan finansial, padahal dia
seorang Marinir tulen berkualifkasi Taifib.
Waktu akhirnya dia sukses menjadi Jendral bintang dua, memang beliau sudah
menikah lagi, namun kondisi keuangannya waktu itu sudah jauh lebih baik.
Saya juga tidak menutup mata, bahwa banyak anggota Marinir yang "Ngobyek"
diluar, memanfaatkan kualitas dan kapasitasnya sebagai Marinir, demi Rupiah.
Namun saya rasa hal seperti itu bukanlah solusi.
Saya tetap berprinsip ( ini sebetulnya prinsip ibu saya ), ijinkanlah para
nggota Marinir berbisnis, asal halal dan tidak memanfaatkan ke-Marinir-an
suaminya, ok sajalah.
Sebagai contoh, saat ini ada seorang istri bintara, yang menjadi top agent
disebuah MLM ternama, saat ini sudah berpenghasilan diatas 30 juta, dia kini
menjadi idola ibu-ibu di Komplek Marinir Cilandak, bahkan para istri perwira
tinggi sekalipun......!!!
Disaat rekan-rekan suaminya yang sudah masuk periode MPP sibuk mencari
lowongan Satpam, dia kini sudah hidup tenang sekeluarga......
Banyak kok cara yang halal, selain jadi beking judi atau beking cukong....
More information about the Marinir
mailing list