[Marinir] [MAR] Keharuan Warnai Pelepasan Yonif-2 Mar

Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Wed Jul 28 09:17:52 CEST 2004


Penugasan Satgas MAR Rencong Sakti akan memakan waktu lebih dari 12 bulan,
dimana memasuki periode 6 bulan berikutnya akan muncul tanda-tanda
kejenuhan, menurunnya semangat dan disiplin, menurunya kewaspadaan, serta
gejala fatigue pasukan, yang bisa mengancam moral dan moril kesatuan.
Kepada Yonif-2 MAR yang dipimpinan oleh Letkol. Mar. Bambang Sus, kita
ucapkan Selamat jalan, semoga berhasil melaksanakan tugas dan kembali dengan
selamat !


http://www.marinir.mil.id/detail.php?id=37&PHPSESSID=eaf4c2bee202f8c1d6dc24e
cc5a8e903

DETAIL BERITA
KEHARUAN WARNAI PELEPASAN MARINIR

(Dispen Kormar, 22/7/04)
600 prajurit Marinir yang tergabung dalam Satgas Mar Rencong Sakti XXVI
dilepas oleh Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI Marinir Achmad Rifai
dari Pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priuk Jakarta Utara untuk diberangkatkan
ke NAD
Keharuan mewarnai pelepasan tersebut. Istri, anak, saudara, teman dekat
hadir menghantarkan
prajurit Marinir yang akan melaju di medan tugas di Tanah Rencong dalam
waktu kurang lebih
satu tahun seperti kesatuan-kesatuan sebelumnya untuk operasi pemulihan
keamanan (Kamis, 22/7).

Para prajurit Marinir yang berasal dari Yonif-7 Marinir Cilandak Jakarta
Selatan ini
harus rela meninggalkan keluarga mereka demi menunaikan tugas negara yang
mulia.
Dengan bangga keluarga melepas kepergian orang yang dicintai dan dibanggakan
berlaga sebagai kesatria.

Satu diantara mereka adalah istri Pratu Marinir M. Darto, Ny. Sutarti adalah
orang yang rela
melepas kepergian suami tercinta. Pratu Marinir M.Darto baru saja menikahi
Ny. Sutarti
pada tanggal 19 Juli 2004 yang lalu. Mereka masih pengantin baru. Mungkin
janur kuning
yang menghiasi pernikahan mereka belum kering, saat-saat yang indahpun masih
mereka rasakan,
akan tetapi panggilan tugas sebagai prajurit datang menuntut Sumapah
Setianya.
Ny. Sutarti mengaku berat hati, wajarlah air mata selalu membasahi pipinya
Namun dari awal Ny. Sutarti menyadari hal ini pasti dia alami. Sebagai
manusia biasa dia
hanya berdo'a kepada TUhan Yang Maha Esa agar suami tercinta dapat
menunaikan tugas dengan
sebaik-baiknya dan selalu dalam lindungan Yang Maha Pelindung.
Pratu Mar M. Darto beramanah kepada istrinya agar dapat menjaga diri dengan
sebaik-baiknya
hanya kepercayaan dan kesetiaan yang dia sampaikan kepada istrinya yang ia
nikahi setelah
gelar kesiapan pasukan yang dihadiri Asops Kasum TNI Mayjen TNI Adam Damiri
(19/70.
Dia memutuskan cepat menikah menjelang pemberangkatan tugas agar dapat
tenang menjalani tugasnya.
Dari pada kepikiran mendingan nikah dulu, ungkapnya.

Satu wanita yang juga mengalami nasib serupa adalah Ny. Ida Royani istri
Pratu Marinir Edy Suwarno.
Pratu Edy menikah 29 Juni 2004. Wanita asal Palembang ini juga mengaku berat
melepas kepergian
suaminya, namun dia tetap sabar dan tawakal dan akan selalu menjaga amanah
sang suami.

Disamping pasangan pengantin baru, ada juga yang meninggalakan istri yang
sedang hamil.
Hanya doa-doa yang mereka panjatkan ke hadirat Yang Maha Kuasa. Agar yang
pergi dan
yang ditinggalkan selalu dalam lindungannya. Mereka harus hidup tanpa
kehadiran sang suami dalam
kesehariannya. Semoga bayi yang dikandung selamat sampai melahirkan itu
harapan Ny. Aminah.

Begitulah kehidupan prajurit Marinir. Tugas diatas segalanya.









More information about the Marinir mailing list