[Marinir] [KCM] Kontak Senjata TNI-GAM di Perairan Sumut
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Jun 13 16:32:13 CEST 2004
Spertinya eskalasi kontak dengan GAM mulai meningkat, Panglima GAM Isak
Daoed juga sudah lebih lantang berkoar-koar.
http://www.kompas.co.id/utama/news/0406/13/093239.htm
Updated: Minggu, 13 Juni 2004, 09:21 WIB NASIONAL
Kontak Senjata TNI-GAM di Perairan Sumut
Medan, Minggu
Kontak senjata antara TNI AL dengan pembajak sebuah kapal tanker milik
Pertamina MV Pematang yang terjadi 45 mil dari Pulau Berhala, Sumatera Utara
(Sumut) mengakibatkan tiga Anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang merampas
dan membajak kapal tersebut sejak Jumat (11/6) tewas. Ketiga mayat korban
kini berada di Rumah Sakit Putri Hijau Medan.
"Mereka tewas setelah terjadi baku tembak dengan aparat TNI-AL yang berusaha
menyelamatkan kapal MV Pematang milik Pertamina, 45 mil dari Pulau Berhala,"
kata Juru Bicara Lantamal I Belawan, Mayor (P) Novi Arie, kepada Antara,
Minggu (13/6).
Meskipun dia tidak menyebutkan jati diri dari ketiga korban tersebut, namun
dipastikan mereka itu adalah kelompok anggota GAM. Ketiganya tewas seketika
setelah diterjang peluru aparat TNI AL yang berusaha merebut dan
menyelamatkan kapal itu dari tangan pembajak GAM.
Keberhasilan aparat TNI AL Lantamal I Belawan menembak tiga pelaku pembajak
kapal tanker milik Pertamina itu berawal dari laporan yang diterima dari
salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) MV Pematang. Setelah mendapat laporan
itu, TNI AL Lantalam Belawan mengerahkan KRI KS Tubun yang dikomandani oleh
Letkol (P) Taufik menuju lokasi. Sebelum terjadi baku tembak, aparat TNI AL
telah meminta para pembajak segera menyerahkan diri. Namun, imbauan ini
ditolak dan malah menembaki kapal TNI AL yang berusaha mendekat ke kapal MV
Pematang.
Akhirnya, aparat TNI AL berusaha membalas dan berhasil menguasai kapal milik
Pertamina yang dibajak oleh kelompok GAM sejak Jumat silam. Dalam peristiwa
itu berhasil disita tiga senjata api laras panjang yakni AK-56, tujuh unit
magasin AK-56 , tiga unit magasin SS-1 dan 392 butir peluru amunisi AK-56.
Kapal tanker milik Pertamina itu semula bertolak dari pangkalan minyak di
Dumai, Riau hendak menuju pelabuhan laut Belawan untuk menjalani perbaikan.
Kapal tersebut lego jangkar di kawasan perairan laut yakni 45 mil dari Pulau
Berhala, Sumut. Pada saat itulah, anggota GAM tiba-tiba memasuki kapal dan
meminta tebusan setengah miliar rupiah. (Ant/ima)
More information about the Marinir
mailing list