[Marinir] [Tempoint'f] Endriartono: FBI Menyimpulkan OPM Pelaku
Penyerangan Timika
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Fri Jun 25 21:08:10 CEST 2004
http://www.tempointeraktif.com
Nasional
Endriartono: FBI Menyimpulkan OPM Pelaku Penyerangan Timika
Jum'at, 25 Juni 2004 | 23:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Hasil investigasi yang dilakukan Biro Penyidik
Federal (FBI) Amerika Serikat menyebutkan, pelaku penyerangan terhadap warga
Amerika dan Indonesia di Timika, 31 Agustus 2002 lalu, dilakukan oleh
Tentara Papua Merdeka.
Hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Jumat (25/6),
usai bertemu wakil dari FBI yang disertai Duta Besar Amerika Serikat Ralph
Boyce dan Asisten Atase Pertahanan Amerika Major David Jensen di Mabes TNI
Cilangkap. Wakil dari FBI terdiri dari Ketua Tim Edward W. Montooth dan dua
anggotanya, Paul dan Rode Owan.
Endriartono menyampaikan, FBI telah membuat kesimpulan akhir yang dilaporkan
ke TNI dan Polri bahwa pelaku penyerangan berasal dari kelompok TMP,
organisasi militer OPM yang dipimpinan Kelik Kwalik. Penyerangan itu
dipimpin oleh Antonius Wama.
Dari pengakuan kelompok Kelik Kwalik kepada FBI, ditemukan bahwa TPM yang
melakukan penyerangan. Awalnya, lanjut Endriartono, kelompok Antonius akan
melakukan penyerangan terhadap PT Freeport, yang dianggap sebagai perusahaan
yang selama ini menghambat mereka membebaskan Papua dari Indonesia.
Dengan mendapatkan bahan peledak disekitar arena Freeport, kelompok Antonius
bermaksud meledakkan jembatan, jalan antara Timika dan Freeport. Mereka
tidak bisa melakukannya hingga bahan peledak tersebut ditemukan TNI. Tidak
berhasil meledakkan jembatan, mereka bermaksud menyerang personel TNI hingga
akhirnya bertemu iring-iringan personel Freeport.
Selain mendapat informasi dari kelompok Kelik Kwalik, FBI menemukan bukti
surat perintah yang ditulis tangan oleh Kelik kepada anak buahnya untuk
melakukan penyerangan. FBI juga menemukan bukti selongsong peluru yang
digunakan TPM. "Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa selongsong yang
ditemukan sesuai dengan selongsong di TKP," tandasnya.
Endriartono juga mengatakan, sebelum FBI melakukan investigasi, kasus Timika
terlebih dulu diperiksa aparat kepolisian. Dalam pemeriksaannya, Kepolisian
menyimpulkan bahwa penyerangan dilakukan anggota TNI. Dugaan inilah, kata
Endriartono, yang menyebabkan dia mengirimkan beberapa tim investigasi untuk
mengusut dugaan ini. TNI membuat kesimpulan, penyerangan dilakukan
Organisasi Papua Merdeka.
Walaupun TNI telah menyampaikan bahwa tidak ada anggotanya yang terlibat,
opini publik terlanjur terbentuk yang menganggap TNI terlibat. Panglima TNI
mengajukan kepada presiden agar dilakukan investigasi gabungan yang
melibatkan FBI, karena ada warga Amerika yang menjadi korban.
Dalam konferensi pers, Panglima TNI tidak didampingi satupun anggota FBI
ataupun perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Menurut Endriartono,
FBI tidak memberikan penjelasan langsung ke publik Indonesia karena mereka
akan menjelaskan terlebih dahulu ke publik Amerika, setelah bertemu Jaksa
Agungnya.
Sunariah - Tempo News Room
More information about the Marinir
mailing list