[Marinir] [Ttempoint'f] TNI Nyatakan Wakil Gubernur GAM Menyerah

Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Fri Jun 25 21:08:51 CEST 2004


http://www.tempointeraktif.com

Banda Aceh
TNI Nyatakan Wakil Gubernur GAM Menyerah
Jum'at, 25 Juni 2004 | 19:24 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Wakil Gubernur Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
wilayah Aceh besar Drs. M Aiyub Yunus, 50 tahun, menyerahkan diri kepada
aparat TNI, Kamis (24/6) malam. Aiyub adalah bekas Kepala Pengawas Lapangan
Kantor BKKBN Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Aiyub saat ini dirawat di
rumah sakit tentara Kesdam Iskandar Muda, Banda Aceh.

Kapendam Iskandar Muda Mayor CAJ Ahmad Husein menyebutkan Aiyub dijemput TNI
di Desa Lambirah,
Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Besar. Menurut Husein, Aiyub menyerah setelah
terjadi bentrokan senjata
antara anak buahnya dengan pasukan TNI tak jauh dari sana. Kontak senjata
itu menewaskan Razali, salah
seorang anak buah Aiyub yang menjabat Kadhi GAM Aceh Besar. "Akibat
peristiwa tersebut, Wagub GAM itu
merasa posisinya tidak menguntungkan, sehingga ia memutuskan menyerah,"
katanya kepada wartawan. Jumat
(25/6)

Ketika ditemui Tempo News Room di Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda Banda
Aceh, Aiyub terbaring sendirian. Perban kecil membalut kaki kanan dan
kepalanya. Menurut Aiyub, ia turun dari gunung Sibreh pada Kamis (24/6)
sekitar pukul 17.00 WIB untuk berobat, bukan menyerahkan diri. Aiyub yang
menderita malaria dan luka dibagian kaki dan kepalanya, dijemput adik
iparnya Bachtiar, 30 tahun. "Dia bilang akan membawa saya ke tempat yang
aman di Banda Aceh," kata Aiyub. Ia lalu dibawa dengan menggunakan mobil
sedan ke ibukota Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Tiba di kawasan Lueng Bata, mobil yang dikemudikan Azhari berhenti. Tak lama
berselang, kata Aiyub, muncul sebuah mobil kijang berisi pasukan TNI. Mobil
yang ditumpangi Aiyub kemudian mengikuti mobil kijang tersebut. "Saya tidak
ingat dibawa ke mana ketika itu," ujarnya. Setelah menjalani interogasi,
malam harinya Aiyub kemudian dibawa ke rumah sakit tentara.

Menurut Aiyub, keputusannya untuk turun gunung setelah sepekan lalu, pasukan
GAM terlibat kontak senjata
dengan pasukan TNI. Dalam peristiwa itu, Aiyub terkena serpihan GLM di
bagian kepalanya dan luka di bagian
kaki akibat terkena karang ketika melarikan diri. "Saya kemudian tinggal
sendiri karena pasukan tercerai berai," ujarnya. Aiyub mengaku tak memegang
senjata karena bukan bagian dari pasukan militer GAM. Namun, kata dia,
sebelum peristiwa kontak senjata dengan TNI ia dikawal 28 tentara GAM
berkekuatan 13 pucuk senjata campuran.

Aiyub masuk GAM atas kemauan sendiri pada 1998. Dua tahun kemudian dia
dipercaya sebagai wakil gubernur
GAM wilayah Aceh Besar. Sebelum bergabung dengan GAM, Aiyub mengaku bekerja
sebagai kepala petugas lapangan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
di Lambaro, Aceh Besar. Sejak gabung GAM, dia tidak lagi bekerja sebagai
pegawai negeri sipil.

Militer mencatat, sejak pemberlakuan darurat sipil, 330 GAM tewas ditembak,
35 menyerah dan 37 lainnya
tertangkap. TNI menyita 80 pucuk senjata api berbagai jenis dari mereka.

Yuswardi A. Suud - Tempo News Room







More information about the Marinir mailing list