[Marinir] Amanat KASAL pd Upacara SERTIJAB DAN KORMAR 9/11/2004

YapHongGie ouwehoer at centrin.net.id
Wed Nov 10 18:45:22 CET 2004


                     ****
KEPALA STAF ANGKATAN LAUT

AMANAT KEPALA STAF ANGKATAN LAUT
LAKSAMANA TNI BERNARD KENT SONDAKH

                PADA UPACARA
SERAH TERIMA JABATAN DANKORMAR
TANGGAL, 9 NOVEMBER 2004 DI JAKARTA
----------------------------------------------------


Yang saya hormati sesepuh dan pinisepuh Korps Marinir, para pejabat teras
Mabesal dan pemimpin Kotama TNI AL,
Yang saya hormati para pejabat militer dan sipil di wilayah Jakarta, hadirin
dan undangan yang berbahagia, para perwira, bintara, tantama dan segenap
pegawai negeri sipil jajaran Korps Marinir yang saya cintai dan saya
banggakan,


Mengawali amanat ini, perkenanlah saya mengajak hadirin sekalian untuk
senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Ridho-Nya, pada hari ini kita dapat menghadiri
upacara Serah Terima Jabatan Komandan Korps Marinir dari Mayor Jenderal TNI
(MAR) Achmad Rifai kepada Mayor Jenderal TNI (MAR) Safzen Noerdin.

Serah Terima Jabatan Komandan Korps Marinir yang kita selenggarakan ini
merupakan salah satu langkah dalam rangka peremajaan dan kaderisasi, yang
sekaligus merupakan upaya pembaharuan semangat dan penyegaran pemikiran.
Momen penting ini merupakan kesempatan dan peluang bagi perwira-perwira
generasi yang lebih muda untuk berimprovisasi mengembangkan kepemimpinan dan
kemampuan konseptualnya, sehingga dapat menampilkan kinerja organisasi yang
lebih segar, sehat dan dinamis

Jabatan Komandan Korps Marinir adalah jabatan yang sangat penting dan
strategis, karena merupakan salah satu pembina utama komponen sistem senjata
Armada terpadu.
Komandan Korps Marinir bertugas untuk membina kekuatan, kesiapan-siagaan dan
kemampuan satuan Korps Marinir sebagai kekuatan pasukan pendarat Amfibi TNI
AL dalam rangka proyeksi kekuatan ke darat lewat laut dan melaksanakan
tugas-tugas operasi pertahanan.

Tugas pembinaan kekuatan dan kemampuan Korps Marinir beserta sarana dan
prasarana pendukungnya mengandung makna, bahwa Komandan Korps Marinir
dituntut melakukan tidakan-tindakan yang diperlukan untuk memperluas,
mengembangkan dan meningkatkan kesiapan jajarannya sesuai dengan rencana dan
program pembinaan kekuatan TNI AL.

Ini berarti Korps Marinir selaku Kotama pembinaan, diharapkan senantiasa
memperhatikan skala prioritas pembinaan dan pembangunan yang telah
ditetapkan, secara konsisten, serta tetap sejalan dengan kebijakan KASAL
yang telah ditentukan.

Hadirin dan peserta upacara sekalian,

Kita ketahui bersama, bahwa medan penugasan Korps Marinir yang selalu dekat
dengan rakyat mengharuskan prajurit Marinir untuk senantiasa memelihara
disiplin individu, dan disiplin kesatuan sampai pada tingkat yang paling
tinggi, agar terhindar dari tindakan-tindakan yang merugikan dan menyakiti
hati rakyat sehingga citra Korps Marinir yang kita banggakan tetap terjaga
di mata masyarakat.

Apa yang saya sampaikan ini terkait dengan kejadian beberapa waktu yang
lalu, dimana nama baik Korps Marinir telah dipertaruhkan oleh oknum-oknum
yang tidak bertanggung jawab, yang dikarenakan adanya arogansi individu dan
kebanggaan Korps serta jiwa korsa yang berlebihan, tanpa mengindahkan Sapta
Marga dan Sumpah Perajurit, serta lupa akan jati dirinya bahwa dia adalah
bagian dari rakyat.

Saya ingin menekankan kembali, bahwa hakekat seorang prajurit TNI,
sebagaimana pernah diucapkan oleh Panglima Jenderal Sudirman dalam
maklumatnya 58 tahun yang lalu yaitu "Tentara bukan merupakan suatu glongan
diluar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat,
tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang
mempunyai kewajiban tertentu"

Berkaitan dengan hal tersebut, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak
kita semua untuk kembali memahami sekaligus membangun sosok prajurit TNI
yang sebenar-benarnya diinginkan sebagaimana yang telah diajarkan dan
diamanatkan oleh Panglima Besar Jendral Sudirman dalam intruksi dan
amanatnya sepanjang tahun 1945 sampai dengan 1950.
Beberapa diantaranya dapat kita garis bawahi yaitu "Bahwa tentara hanya
mempunyai kewajiban satu yaitu mempertahankan Kedaulatan Negara dan menjaga
keselamatannya, tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang
siapapun juga, tentara Indonesia bukanlah serdadu sewaan, bukan perajurit
yang mudah di belokan haluannya, tetapi tentara yang berideologi, pelihara
TNI, pelihara Angkatan Perang kita. Tentara adalah alat negara, tentara
tidak boleh berpolitik, politik tentara adalah politik negara, oleh karena
itu jangan sampai TNI dikuasai oleh partai politik manapun juga.
Kita masuk dalam tentara karena keinsyafan jiwa, dan kesediaan berkorban
bagi Bangsa dan Negara"

Dari sedikit cuplikan intruksi dan amanat tersebut terlihat secara jelas
tegas dan lugas pemikiran-pemikiran cemerlang Panglima Besar Sudirman
terhadap pola pembinaan prajurit yang menjangkau kepentingan jauh kedepan
dan tetap relevan dengan kebutuhan kita dewasa ini juga untuk masa yang akan
datang, karena disitulah terletak dasar-dasar Tentara Nasional Indonesia
yang sesungguhnya.

Oleh karena itu bercermin dari suri tauladan Panglima Besar Jendral Sudirman
tersebut, pada kesempatan ini saya perintahkan kepada seluruh prajurit TNI
Angkatan Laut dimanapun berada dan bertugas agar senantiasa meresapi,
menjiwai, dan mengamalkan amanat, ajaran serta intruksi-intrusi dari
Panglima Besar Jendral Sudirman.
Saya yakin dengan mempedomaninya kalian akan menjadi prajurit yang bermoral,
profesional dan berani. Inilah sosok prajurit TNI yang diinginkan dan
diidamkam oleh seluruh rakyat negeri ini.

Bermoral berarti sebagai tentara, kalian mampu menunjukan tingkah laku yang
jujur, benar dan adil, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Kalian harus berani membela dan menegakkan kejujuran, kebenaran dan
keadilan, karena inilah moral dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai tentara yang profesional, tugas kalian hanya satu yaitu
mempertahankan kedaulatan Negara dan menjaga keselamatnnya, untuk itu kalian
harus mampu meningkatkan dan mengembangkan diri sesuai profesi dan keahlian
masing-masing.
Sebagai prajurit yang berani kalian harus percaya kepada kekuatan sendiri
serta tidak sekali-kali mengenal sifat menyerah, karena meski kalian telah
ditempa untuk menjadi pasukan Korps Marinir yang hebat, tidak akan ada
gunanya jika kalian mempunyai sifat menyerah.

Terkait dengan apa yang saya sampaikan, sebagai suatu kesatuan yang memliki
nama besar, kita harus tegas menunjukan, bahwa Korps Marinir tidak pernah
menutupi sebuah aib, apalagi melindungi perbuatan melanggar hukum. Setiap
kesalahan harus ditindak dengan tegas dan keras.
Kita akan tunjukan bahwa tidak ada ruang bagi kesalahan, dan tidak ada
tempat bagi prajurut tercela di Korps Marinir "WARNA PUTIH DAN AROMA HARUM
KORPS MARINIR HARUS TETAP DIPERTAHANKAN".

Untuk itu, saya ingin mengingatkan kepada setiap prajurit Marinir, baik yang
sedang berdiri disini maupun yang tengah bertugas dimana saja, tetaplah
berupaya kokoh dan kuat dalam menjunjung tinggi kebesaran dan kehormatan
korps.
Hindari perbuatan tercela, jauhi tindakan yang dapat merugikan atau
menyakiti hati rakyat. Jangan kecewakan rakyat Indonesia yang telah
mendudukan Korps Marinir di tempat yang istimewa di hati sanubarinya.

Oleh karena itu saya tekankan sekali lagi, agar Korps Marinir berupaya keras
untuk memenuhi tugas yang berat ini dan saya yakin dengan kepemimpinan yang
baru, tugas tersebut mampu diteruskan serta dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya.

Hadirin dan peserta upacara sekalian.

Kita ketahui dibawah kepemimpinan Mayjen TNI (Mar) Achmad Rifai, Korps
Marinir telah dapat menunjukan prestasinya yang membanggakan bagi kita
semua. Untuk itu kepada Mayjen TNI (Mar) Achmad Rifai saya sampaikan ucapkan
terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas segala dedikasi, loyalitas dan
pemngabdiannya selama menjabat Komandan Korps Marinir.

Saya berharap agar keberhasilan dan pengalaman penugasan ini dapat menjadi
bekal yang bermanfaat dalam mengemban tugas yang akan datang.
Saya juga mengucapkan selamat atas jabatan yang baru sebagai IRJENAL,
Selamat Jalan, disertai dengan doa semoga Jenderal dan keluarga akan lebih
sukses dan bahagia.

Ucapan terima kasih dan penghargaan juga saya sampaikan kepada Ibu Achmad
Rifai, atas dukungan, pengabdian, pengorbanan dan kesabarannya selama
mendampingi suami, serta upaya membina JALASENASTRI dan keluarga personel di
lingkungan KORMAR.

Kepada Mayjen TNI (Marinir) Safzen Noerdin, atas nama pribadi dan seluruh
jajaran TNI AL saya mengucapkan Selamat atas jabatan yang baru sebagai
Komandan Korps Marinir.
Saya yakin dan percaya dengan bekal pendidikan dan pengalaman penugasan yang
Jenderal miliki, kinerja Korps Marinir akan semakin meningkat dan
berkualitas dari waktu ke waktu.
Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan
kemampuan pribadi dan meningkatkan prestasi, sehingga mampu menghasilan
perajurit Korps Marinir yang BERMORAL, PROFESIONAL dan BERANI.

Sebagai pengantar tugas, pada kesempatan yang baik ini saya ingin
menyampaikan beberapa hal penting, sebagai pedoman dalam pembinaan Korps
Marinir kedepan.

PERTAMA, Pegang teguh dan amalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam
Sapta Marga, Sumpah Perajurit, dan Tri Sila TNI AL, sebagai landasan
pelaksanaan tugas.

KEDUA, Pelihara jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan
Tentara Nasional, serta hindari tindakan, sikap dan perilaku yang dapat
menimbulkan antipati dan menyakitkan hati rakyat.

KETIGA, Tingkatkan naluri tempur dan profesionalitas masing-masing individu
anggota Korps Marinir, agar seluruh kesatuan Korps Marinir senantiasa siap
mengemban tugas yang diberikan oleh negara.

KEEMPAT, Pelihara dan tumbuhkembangkankan jiwa korsa seluruh anggota Korps
Marinir, bukan untuk membangkitkan kebanggaan Korps yang sempit, namun untuk
membangkitkan motivasi pengabdian dan meningkatkan disiplin perajurit Korps
Marinir.

KELIMA, Kembangkan terus Korps Marinir sebagai perajurit laut yang tangguh,
terpercaya dan dapat dibanggakan, serta senantiasa dekat di hati rakyat.


Para hadirin dan peserta upacara sekalian,

Demikian amanat saya berkenaan dengan Serah Terima Jabatan Komanda Korps
Marinir.
Akhirnya dengan senantiasa memohon petunjuk, bimbingan dan perlindungan
Tuhan Yang Maha Esa, marilah kita lanjutkan langkah pengabdian dan dharma
bakti kita kepada TNI AL, TNI, Bangsa dan Negara tercinta.


JALESU BHUMYAMCA JAYAMAHE,
KIBARKAN TERUS BENDERA KEWAJIBAN,
JALESVEVA JAYAMAHE.


Jakarta, 9 November 2004
Kepala Staf Angkatan Laut.

ttd.
Bernard Kent Sondakh
LAKSAMANA TNI.







More information about the Marinir mailing list