[Marinir] [detiknews] Downer: Belum Ada Rencana Kirim Pasukan
Australia ke RI
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Tue Sep 21 10:24:18 CEST 2004
Membaca bahasa diplomasi Menlu yang mengatakan "Indonesia, Malaysia,
Singapura atau Filipina, adalah negara mitra", namun dipihak lain Pemerintah
AUS dengan tegas mengatakan:
- Perdana Menteri (PM) Australia John Howard menyatakan akan membentuk
pasukan khusus untuk mememerangi terorisme di kawasan Asia (Tenggara)
- Howard menegaskan bahwa Indonesia akan menjadi fokus utama upaya ofensif
memerangi terorisme."Kami tidak akan menunggu ancaman terorisme timbul
sebelum kami mengambil tindakan,"
- Menlu A.Downer: "Tentu saja, kami belum punya rencana mengirim pasukan ke
Indonesia tanpa persetujuan Indonesia,"
Kalau RI masuk daftar wilayah kebijakan "pre-emptive strike", maka mulai
masuk diakal juga "analisa kontroversial" bahwa, master brain peledakan bom
kuningan adalah Aus sendiri.
Alasan pertamanya adalah membenarkan kebijakan "pre-emptive strike"
Mr.Howard ke Irak, dalam rangka kampanye Pemilu Aus.
Argumentasi kedua adalah, bahwa meledakan bom yang ditargetkan untuk
(kepentingan) Kedutaan Australia, dengan melihat lokasi dan penjagaannya
adalah aksi yang absurd, yang nyatanya terbukti bahwa tidak ada satupun
warga Aus yang menjadi korban. Jaringan teroris yang sudah begitu
profesional akan mencari target yang lebih mudah dan jauh lebih efektif,
misalnya seperti Sekolah Aus.
Alasan ketiga adalah membuktikan pada dunia luar bahwa RI tidak bisa
mengendalikan terorisme dan adalah sarang dar tetorisme.
Menarik untuk diikuti dengan cermat perkembangan "Kebijakan Serangan
Pendahuluan" Australia.
Wassalam, yhg.
---------------------
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/09/tgl/21/tim
e/12150/idnews/210976/idkanal/10
Selasa, 21/09/2004 12:01 WIB
Downer: Belum Ada Rencana Kirim Pasukan Australia ke RI
Reporter: Rita Uli Hutapea
detikcom - Jakarta, Pemerintah Australia akan melaksanakan kebijakan untuk
melancarkan serangan pendahuluan melawan terorisme. Ini dilakukan dengan
pembentukan dan pengiriman pasukan khusus untuk menghentikan terorisme di
Asia Tenggara. Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu target kebijakan
negeri Kangguru itu.
Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer menjelaskan
bahwa kebijakan tersebut lebih diarahkan ke negara-negara yang gagal
memerangi terorisme. Bukannya negara-negara seperti Indonesia, Malaysia,
Singapura dan Filipina.
Demikian disampaikan Downer seperti dilansir The Australian, Selasa
(21/9/2004). Menurutnya, negara-negara itu memiliki kemampuan memerangi
terorisme yang efektif. "Tentu saja, kami belum punya rencana mengirim
pasukan ke Indonesia tanpa persetujuan Indonesia," tukas Downer.
"Sekarang dalam kasus Indonesia, atau Malaysia atau Singapura atau Filipina,
negara-negara inilah yang merupakan mitra kami dalam perang melawan
terorisme.
Ditegaskan pemimpin Australia itu, kebijakan ini dimasuksudkan ke
negara-negara yang tidak mampu atau tidak bertindak terhadap ancaman nyata
terorisme terhadap Australia. "Saya bisa pastikan pemerintah ini akan
langsung menghentikan jika kami tahu apa yang akan terjadi," ujar Downer.
Sebelumnya Perdana Menteri (PM) Australia John Howard menyatakan akan
membentuk pasukan khusus untuk mememerangi terorisme di kawasan Asia. Tim
yang selalu siap diterbangkan ke manapun itu akan terdiri dari 10 Polisi
Federal Australia (AFP).
Howard menegaskan bahwa Indonesia akan menjadi fokus utama upaya ofensif
memerangi terorisme."Kami tidak akan menunggu ancaman terorisme timbul
sebelum kami mengambil tindakan," kata Howard. "Dengan kerja sama erat
bersama tetangga-tetangga regional kami, kami akan pastikan bahwa kami
mengambil semua langkah yang mungkin untuk menghancurkan jaringan-jaringan
teroris," tandas Howard.
Rencana penempatan tim AFP ini telah mendapat penolakan dari pemerintah
Malaysia. Dikatakan Deputi PM Malaysia, Najib Razak, penempatan personel AFP
di negeri itu akan melanggar kedaulatan negara. "Kami tidak akan mengizinkan
serangan pendahuluan kalau itu menyangkut wilayah nasional kami," tegasnya.
(ita)
More information about the Marinir
mailing list