[Marinir] [tempoint'f] Penyelundup Membonceng Bantuan Bencana
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Tue Apr 12 22:21:49 CEST 2005
http://www..com/hg/nasional/2005/04/12/brk,20050412-55,id.html
Nasional
Penyelundup Membonceng Bantuan Bencana
Selasa, 12 April 2005 | 21:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Berdalih bantuan tsunami untuk Aceh dan Sumatera
Utara para penyelundup berusaha memasukkan mobil mewah dan barang-barang
melalui Pelabuhan Belawan, Medan. Menurut M. Jusuf Rizal, Direktur Blora
Center, hal ini diketahui dari masyarakat yang memberikan informasi kepada
Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Blora Center.
58 mobil tersebut tergolong mobil mewah yang berharga ratusan juta dengan
merek antara lain Mercedes Benz, Toyota Land Cruiser, Nissan E-Trail. Hingga
saat ini 58 mobil tersebut masih tertahan di Belawan bersama dengan 1200
kontainer barang bantuan untuk Aceh dan Sumut.
Berdasarkan Surat Menteri Perdagangan tanggal 11 Januari 2005 perihal
prosedur barang bantuan bencana alam untuk Aceh dan Sumut harus memiliki
dokumen berupa persetujuan impor Menteri perdagangan dan rekomendasi dari
Bakornas.
"Sedangkan mobil-mobil tersebut diduga belum memiliki dokumen yang lengkap
dan diselundupkan sehingga seolah-olah merupakan bantuan kemanusiaan untuk
mempermudah masuknya barang,"kata Jusuf.
Nama importir pada mobil selundupan tersebut tercantum antara lain ; Palang
Merah indonesia (16 buah Nissan E-Trail), Mrs. Kristina (6 buah Mercedez
Benz), Mr. Nasser Kasami dari solidaritas Indonesia (4 buah Toyota
Landcruiser), dan UNICEF Medan (14 buah Toyota Hi-Ace).
"Tentang kemungkinan instansi tersebut diatas terlibat dalam penyelundupan
ini, pihak Blora Center akan menelusuri lebih jauh,"kata Jusuf.
Mengenai kontainer yang ikut tertahan di Belawan, menurut Jusuf , dari 1200
kontainer yang tertahan sebanyak 150 memiliki izin dari Departemen
Perdagangan tetapi belum diurus importirnya dan sebanyak 1050 merupakan
barang selundupan (ilegal).
Barang-barang tersebut antara lain meliputi air mineral, alat kesehatan dan
obat-obatan, beras Vietnam, ikan kaleng, peralatan bayi, serta kebutuhan
sanitasi lainnya. Menurut Jusuf kontainer yang dimasukkan untuk untuk
membantu korban tsunami tidak sepenuhnya murni dan diduga hanya akal-akalan
agar terbebas dari bea masuk dan kemudahan lainnya.
Barang-barang tersebut mulai masuk ke Indonesia sejak tanggal 16 Januari
2005 hingga 31 Maret 2005. Saat ini beberapa pejabat tinggi mencoba
intervensi agar barang-barang tersebut dapat dikeluarkan.
Riska S. Handayani
More information about the Marinir
mailing list