[Marinir] [KCM] Kapal Pembawa Bantuan Kemanusiaan Nias Tenggelam
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Tue Apr 12 22:38:30 CEST 2005
http://www.kompas.com/utama/news/0504/12/075736.htm
Updated: Selasa, 12 April 2005, 06:02 WIB
NASIONAL
Kapal Pembawa Bantuan Kemanusiaan Nias Tenggelam
Gunung Sitoli, Selasa
Kapal kayu pembawa bahan bantuan kemanusiaan yang disewa organisasi PBB,
KM Cahaya Abadi, menabrak karang dan tenggelam di Perairan Teluk Afulu,
Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias, namun keduapuluh penumpang dan nakhodanya
selamat.
Menurut Kapolres Nias, Ajun Komisaris Besar Polisi AKPB Janner Pasaribu, di
Gunung Sitoli, Senin (11/4) malam, di dalam kapal kayu itu terdapat 17
warganegara Indonesia, satu warganegara Australia, dan dua warganegara
Inggris yang berangkat dari Gunung sitoli untuk membawa bahan bantuan
kemanusiaan sebanyak 70 ton ke Kecamatan Afulu yang terletak di pantai barat
Pulau Nias.
"Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB. Saat mereka berangkat setelah
menyalurkan 40 ton beras untuk warga di sana (Afulu), dan sisanya rencanya
akan dibawa ke Aceh," kata Janner.
Dijelaskannya, sekitar 700 meter dari dermaga, setelah lepas tali, kapal
yang disewa organisasi PBB di Nias itu menabrak karang. Anggota pos polisi
Afulu yaitu Brigade Satu Syarifudin Pohan dan Brigade satu Edi Kriswanto
melaporkan saat itu arus laut dan gelombang sedang tidak bersahabat.
"Mereka bisa selamat karena sebagian ditolong oleh kapal-kapal nelayan dan
sebagian lagi mengapung memakai kayu-kayu pecahan kapal. Mereka sekarang
ada di tenda-tenda penampungan pengungsi di Afulu dan dijaga anggota-anggota
kami," katanya.
Adapun daftar ke-20 orang yang selamat tersebut adalah nakhoda kapal F Yusar
Beser, Syarifudin, Agus Sofyan, Dadang S, Yohanes, Sulur, Made Subali, Ade
Suwarno, Muhamad Habiburahman, Ade Sudarto, Simon, Suratman, Robby H
Sitompul, Suherman, Marjan, dan seorang wartawan harian Surya yang belum
diketahui identitasnya.
Adapun warga negara Inggris yang selamat dari insiden itu adalah Garry dan
Steven. Sedangkan warganegara Australia James Banner. "Menurut rencana
mereka akan dievakuasi dari Afulu besok (Selasa) pukul 07.00 WIB, memakai
helikopter PBB, ke Gunung Sitoli. Sarana perhubungan di sana sulit, anggota
kami harus berjalan kaki dua jam untuk bisa mengontak ke sini (Gunung
Sitoli) dari Lahewa memakai jalur SSB (sera-sera bravo) Single Side Band,"
katanya.
Kecamatan Afulu merupakan kecamatan yang berada sekitar 70 km arah barat
Gunungsitoli yang jalur darat menuju kecamatan itu saat ini masih banyak
jembatan putus dan jalan yang retak-retak.
Untuk menuju ke sana melalui jalur laut dari Gunungsitoli harus melewati
Tanjung Sigini-gini di utara Pulau Nias, berbelok ke arah barat daya di
Tanjung Linga, untuk kemudian mengarah ke selatan hingga sampai ke Teluk
Afulu.
Akibat guncangan gempa berkekuatan 8,7 skala Richter pada 28 Maret lalu
daratan di kecamatan Afulu dan Sironggu, serta kepulauan Kinaku, yang
terletak di sisi barat Pulau Nias banyak yang terangkat naik hingga 2,5
meter. Dermaga di Afulu setelah gempa tidak bisa berfungsi karena
pecah-pecah sehingga pendaratan laut sulit dilakukan karena kota ini
berbatasan langsung dengan Samudera Hindia yang bergelombang besar sementara
pantainya curam.
(Ant/Edj)
More information about the Marinir
mailing list