[Marinir] [tempoint'f] RI-Malaysia Setuju Tempatkan Kekuatan
Berimbang di Ambalat
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Apr 24 20:32:12 CEST 2005
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/04/24/brk,20050424-13,id.htm
l
Kepala Dinas Penerangan TNI AL:
RI-Malaysia Setuju Tempatkan Kekuatan Berimbang di Ambalat
Minggu, 24 April 2005 | 17:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana
Pertama Abdul Malik Yusuf menyatakan, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk
menghadirkan kekuatan yang sama di Perairan Sulawesi. "Jadi, tidak ada
pengurangan jumlah kapal, melainkan kehadiran kekuatan yang seimbang," kata
dia ketika dihubungi melalui telepon, Ahad.
Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak seperti dikutip kantor
berita Bernama menyatakan, Malaysia dan Indonesia setuju untuk mengurangi
keberadaan kapal patroli masing-masing di blok Ambalat, yang menjadi obyek
sengketa kedua negara. Ia menyatakan, kesepakatan itu adalah hasil pertemuan
antara Kepala Angkatan Laut Diraja Malaysia Mohammad Anwar Mohamed Nor dan
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Slamet Subiyanto di Batam, pekan
lalu.
Malik menjelaskan, saat ini Malaysia menempatkan dua kapal patrolinya di
sekitar Ambalat. Karena itu, TNI AL menempatkan kapal dalam jumlah yang
sama. Adapun lima kapal perang lainnya yang semula ditempatkan di wilayah
itu, kini dipindahkan ke Laut Makassar.
Ia menegaskan, kesepakatan dua petinggi Angkatan Laut itu telah dilaporkan
KSAL Laksdya Slamet Subiyanto kepada Panglima TNI Jenderal Endriartono
Sutarto. Dikatakannya, kesepakatan itu sebetulnya untuk mencegah insiden di
lapangan seperti tabrakan kapal pada 10 April lalu tak terulang.
"Kami sepakat untuk memberi pengertian kepada ujung tombak di lapangan, agar
saat berpatroli mereka berkomunikasi dan saling menghormati," kata Malik.
Tentang suar yang telah selesai dibangun oleh TNI AL, Malik menjelaskan,
kini telah beroperasi. Namun, ia mengakui, pemerintah harus melaporkannya
kepada International Maritime Organization agar diakui sebagai alat keamanan
pelayaran yang sah. "Apalagi, kami juga berharap agar suar bisa dijadikan
basis penentuan perbatasan kedua negara," kata dia. Budi S
-----------------------------
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/04/24/brk,20050424-09,id.htm
l
Malaysia-RI Setuju Kurangi Kapal Perangnya di Ambalat
Minggu, 24 April 2005 | 14:37 WIB
TEMPO Interaktif, Shah Alam: Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak
menyatakan, Malaysia dan Indonesia setuju untuk mengurangi keberadaan kapal
patroli masing-masing di Laut Sulawesi yang menjadi obyek sengketa kedua
negara. "Penarikan akan dilakukan secepatnya," kata dia di Shah Alam, hari
ini.
Ia menyatakan, kesepakatan itu adalah hasil pertemuan antara Kepala Angkatan
Laut Diraja Malaysia Mohammad Anwar Mohamed Nor dan Kepala Staf Angkatan
Laut Laksamana Madya Slamet Subidyanto di Batam, pekan lalu. Menurut dia,
penarikan akan dilakukan secara simultan.
Najib, yang juga Menteri Pertahanan, menyatakan, kesepakatan itu sangat
baik. Alasannya, "kedaulatan sebuah negara tidak perlu ditunjukkan dengan
jumlah kapal di suatu wilayah". Selain itu, kata dia, negara-negara anggota
Asean telah sepakat untuk tidak mempertontonkan klaim kekuatan militernya.
Ia menambahkan, negara yang mengklaim memiliki suatu wilayah harus
merundingkanya di Pengadilan Internasional atau badan arbitase
internasional. Ketika ditanyakan apakah angkatan laut dari kedua negara
harus melanjutkan dialog, ia menjawab, hal itu tidak terlalu penting kecuali
terjadi sesuatu yang bertentangan dengan kesepakatan.
Angkatan Laut dari Malaysia dan Indonesia menambah kekuatannya di blok
Ambalat, yang disengketakan, setelah terjadi insiden pada 10 April lalu.
Ketika itu, kapal Malaysia, KD Rencong, bergesekan dengan kapal Indonesia,
KRI Tedung Naga. Pemerintah kedua negara saling melancarkan protes atas
insiden itu. Bernama
More information about the Marinir
mailing list