[Marinir] [liputan6] Tamu Negara Kembali ke Jakarta

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sun Apr 24 20:35:21 CEST 2005


http://www.liputan6.com/fullnews/100118.html

Konferensi Asia Afrika
 Tamu Negara Kembali ke Jakarta

Rombongan tamu negara tiba di Lanud Halim Perdanakusuma. 24/4/2005 19:55-
Sekitar 43 kepala negara/kepala pemerintahan negara-negara Asia dan Afrika
seusai menghadiri peringatan ke-50 KAA di Bandung kembali ke Jakarta. Enam
pesawat dipakai untuk mengangkut tamu negara.

Liputan6.com, Jakarta: Seremoni napak tilas peringatan ke-50 Konferensi Asia
Afrika (KAA) di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, sudah selesai. Ahad
(24/4) siang, sekitar 43 kepala negara/kepala pemerintahan negara-negara
Asia dan Afrika kembali ke Jakarta. Mereka menumpang lima pesawat yang satu
demi satu mendarat di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mulai
pukul 14.00 WIB. Sebagian kepala negara dan utusan pemerintahan kembali ke
hotel. Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi langsung meneruskan
perjalanan pulang ke negaranya.

Untuk mengangkut para kepala negara/kepala pemerintahan termasuk Sekretaris
Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan tersedia lima pesawat milik
dua maskapai penerbangan nasional. Satu pesawat cadangan tiba pukul 15.00
WIB, berisi sebagian kecil delegasi yang tidak terbawa rombongan sebelumnya.

Peringatan ke-50 KAA menutup rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi
Asia- Afrika (KTT AA) yang berlangsung di Jakarta selama dua hari. Acara
diisi sambutan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Nigeria
Olusegun Obasanjo, dan Perdana Menteri India Manmohan Singh.

Presiden SBY bersama Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki lalu menandatangani
Deklarasi Kemitraan Strategis Baru Asia dan Afrika hasil KTT AA [baca: Napak
Tilas KAA Diikuti 43 Kepala Negara].  Agenda selanjutnya penanaman pohon
secara simbolis oleh para kepala negara di Lapangan Tegallega.
Seratus pohon berbagai jenis dari Afrika dan Asia ditanam di sana sebagai
tanda
kebersamaan. (KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

---------------------------------------


25/04/050 ; 1:14 WIB
Konferensi Asia Afrika
Napak Tilas KAA Diikuti 43 Kepala Negara

24/4/2005 12:03 - Presiden Yudhoyono, Sekjen PBB Kofi Annan dan sejumlah
kepala negara/pemerintahan melakukan napak tilas dari Hotel Savoy Homann
menuju Gedung Merdeka Bandung. Mereka melakukan penanaman pohon di Taman
Tegallega.

Liputan6.com, Bandung: Setelah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi
Asia-Afrika, sekitar 43 kepala negara/pemerintahan negara-negara Asia Afrika
mengikuti napak tilas dalam peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika di
Bandung, Jawa Barat, Ahad (24/4) tadi pagi. Napak tilas dilakukan dengan
jalan kaki dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka Bandung.
Acara ini dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku tuan rumah yang
sudah berada di Bandung sejak kemarin malam.

Para kepala negara/pemerintahan Asia Afrika tadi berangkat ke Bandung,
melalui Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur.
Untuk sarana transportasi para tamu negara ini, pemerintah Indonesia
menyediakan enam buah pesawat dari dua maskapai penerbangan.
Pesawat pertama berangkat pukul 07.00 WIB, sementara pesawat terakhir
setelah lewat pukul 08.00 WIB.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan juga berangkat ke
Bandung. Dalam rombongan Annan, tampak antara lain Perdana Menteri Malaysia
Abdullah Ahmad Badawi, PM Kamboja Hun Sen dan Presiden Pakistan Pervez
Musharraf.

Setiba di Bandung dan istirahat beberapa saat, para kepala negara/
pemerintahan langsung mengikuti napak tilas sejarah pelaksanaan KAA 1955.
Sekitar pukul 09.00 WIB, napak tilas dimulai. Para tamu negara berjalan kaki
dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka Bandung.
Setengah abad silam, pada tanggal dan juga jam yang sama, 24 kepala negara
berjalan kaki dari Savoy Homann menuju ke Gedung Merdeka untuk menutup
KAA 1955 dan menandatangani Deklarasi Bandung yang isinya antara lain
memperjuangkan hak-hak kemerdekaan negara-negara di Asia dan Afrika.

Dalam acara tadi juga hadir saksi sejarah, yakni mantan Sekretaris Jenderal
KAA 1955 Roeslan Abdulgani dan Ali Sastroamidjojo. Selain Presiden SBY
selaku tuan rumah, pimpinan perwakilan negara Asia, Afrika dan non-Asia
Afrika memberikan sambutan singkat. Setelah itu mereka menandatangani
Deklarasi Kemitraan Strategis Asia Afrika. Seluruh prosesi peringatan KAA
1955 berlangsung lancar dan lebih cepat dari yang dijadwalkan.

Dari Gedung Merdeka, seluruh pemimpin negara lalu berangkat menuju Lapangan
Tegallega, Bandung, dengan menggunakan 16 bus. Di sana, mereka menanam pohon
bersama serta menuliskan nama masing-masing sebagai tanda keikutsertaannya
dalam peringatan 50 tahun KAA 1955. Pada pukul 13.00 WIB, para kepala negara
berkumpul di Gedung Pakuan, untuk jamuan makan siang dari Gubernur Jabar
Dany Setiawan. Setelah itu, mereka akan kembali ke Jakarta.
Sebagian di antaranya bertolak ke negara mereka masing-masing, sore nanti.

Rangkaian panjang menuju pertemuan KAA dimulai melalui pertemuan Colombo
awal 1954 yang dihadiri oleh PM Srilanka Sir John Kotelawala, PM Burma U Nu,
PM India Jawaharlal Nehru dan dari Indonesia hadir Ali Sastroamidjojo serta
Mohammed Ali dari Pakistan. Di sana kelimanya menemukan kesamaan kondisi
yang dialami bangsa masing-masing. Kemudian timbul keinginan memperluas
pembicaraan dengan melibatkan lebih banyak negara-negara Asia dan Afrika
yang diperkirakan memiliki problematika yang sama
[baca: Mengulang Semangat KAA Bandung].

Pada akhir April 1955 akhirnya digelar KAA. Sebanyak 24 kepala negara dengan
1.300 anggota delegasi hadir di Kota Kembang. Dua gedung bersejarah, yakni
Gedung Concordia dan Dana Pensiun yang masing-masing diubah oleh Presiden
Soekarno menjadi Gedung Merdeka dan Dwi Warna menjadi arena pertemuan.
Di dekat dua gedung tersebut, masyarakat tampak antusias ingin menyaksikan
para kepala negara serta jalannya KAA dari dekat.
Bersama Roeslan Abdulgani, Presiden Soekarno meninjau persiapan jalannya
konferensi.
(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)



More information about the Marinir mailing list