[Marinir] [KCM] Kadar Kalori Prajurit TNI Rendah
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Thu Aug 11 18:24:01 CEST 2005
Ketika pembentukan satuan Pembentukan 10 Batalion Raiders Kostrad, yang
menjalani masa pelatihan selama 6 bulan, banyak anggota yang jatuh sakit;
sakit kuning.
Bagaimana tidak mau jatuh sakit kalau dalam masa penggemblengan extra kalori
yang dibutuhkan tidak ditambah ....
Rupanya yang dimaksud dengan profesional TNI tidak mencakup hak dan
kesejahteraannya .......
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/11/metro/1965682.htm
Metropolitan
Kamis, 11 Agustus 2005
Kadar Kalori Prajurit TNI Rendah
Jakarta, Kompas - Pemenuhan kadar kalori prajurit TNI masih jauh di bawah
kebutuhan minimal, 3.500 kalori per hari. Untuk itu diperlukan penambahan
tunjangan serta kesejahteraan untuk meningkatkan kondisi fisik prajurit agar
dapat bekerja sesuai dengan tuntutan.
Ketua Kelompok Kerja Pertahanan Komisi I DPR Effendi Simbolon dalam
kunjungan kerja Tim Lintas Fraksi asal daerah pemilihan DKI Jakarta di
Markas Kodam Jayakarta, Rabu (10/8), mengatakan, uang lauk-pauk yang
diberikan saat ini jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori
harian. Untuk itu akan diupayakan meningkatkan komponen tunjangan
kesejahteraan dalam upah prajurit TNI.
Kami akan mengupayakan peningkatan tunjangan-tunjangan, seperti tunjangan
kemahalan dan lauk-pauk. Persoalan kesejahteraan, peningkatan perlengkapan
tempur, dan perangkat hukum, akan menjadi prioritas di DPR, kata Simbolon.
Selain itu kemampuan tempur prajurit TNI juga dalam kondisi memprihatinkan.
Menurut Simbolon, dana yang ada saat ini hanya mampu menyediakan enam butir
peluru untuk latihan setiap prajurit per tahun.
Padahal, sekurangnya butuh 120 butir peluru per tahun untuk seorang prajurit
berlatih, Simbolon menambahkan.
Selain itu, ada kendala aturan yang membatasi efektivitas tentara dalam
membantu mengatasi persoalan di masyarakat.
Misalnya, dalam kondisi perkotaan, TNI lebih banyak berhadapan dengan
persoalan masyarakat dan bukan menghadapi ancaman dari luar.
Problem yang timbul seperti saat ini adalah gerakan ekstrem, hingga aksi
para mantan tahanan politik.
Menurut Simbolon, perlu sinkronisasi fungsi TNI dan Polri sehingga dapat
saling menunjang. Apalagi potensi kerawanan semakin tinggi, seperti dalam
pelaksanaan pemilihan kepala daerah tahun 2007.
Panglima Kodam Jayakarta Mayor Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo
menyatakan, standar pemenuhan kalori minimal bagi prajurit TNI memang baru
berlaku di daerah operasi saja, sementara para prajurit yang tidak berada di
daerah operasi saat ini baru terpenuhi separuhnya saja dari kebutuhan kalori
standar mereka.
Untuk operasi di Nanggroe Aceh Darussalam, Ambon, Poso hingga Papua
persoalan tersebut sudah dapat diatasi. Namun, di daerah lain standar
pemenuhan kebutuhan kalori bagi prajurit TNI belum tercapai, kata Agustadi.
Meski dalam kondisi terbatas, Agustadi mengupayakan jajaran Kodam Jayakarta
untuk tetap siap. Setidaknya meski tidak berperan langsung dalam masalah
keamanan, persoalan potensi gangguan keamanan ataupun gerakan radikal di
Jakarta selalu dipantau TNI.
Menurut dia, temuan yang didapat para prajurit selalu ditindaklanjuti dengan
menginformasikannya kepada pihak kepolisian. Sementara untuk upaya
penangkalan ke dalam dilakukan dengan membina para prajurit serta keluarga.
(ong)
More information about the Marinir
mailing list