[Marinir] [SP] Anggota Legislatif AS Terus Perjuangkan Papua

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Thu Aug 11 18:00:59 CEST 2005


http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/11/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY
Last modified: 11/8/05
Anggota Legislatif AS Terus Perjuangkan Papua

WASHINGTON - Seiring dengan tercapainya perjanjian damai untuk mengakhiri 29
tahun konflik separatis di Aceh, sejumlah anggota legislatif Amerika Serikat
berupaya mencari dukungan bagi gerakan kemerdekaan di provinsi Indonesia
lainnya : Papua, yang juga sejak lama bergumul dengan aksi separatisme.

Rancangan undang-undang (RUU) yang baru-baru ini disetujui oleh House of
Representatives (DPR) menyerukan agar AS mengkaji kembali kebijakan hak
asasi manusia di provinsi itu, di mana pasukan keamanan Indonesia telah
membunuh dan menyiksa separatis-separatis lokal.

Sekitar 40 anggota legislatif AS juga meminta PBB mengizinkan Papua
melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah tetap menjadi bagian dari
Indonesia atau tidak.
Sejauh ini keinginan tersebut mendapat penentangan dari pemerintahan
Presiden George W Bush dan juga Pemerintah Indonesia.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah
menjadi sekutu kunci AS dalam memerangi terorisme.
Selain itu, Pemerintah AS khawatir langkah itu akan merongrong stabilitas
Indonesia dan merusak hubungan kedua negara yang cenderung meningkat
belakangan ini.

Beberapa anggota legislatif mengecam kebijakan Bush tersebut, dengan
menyatakan bahwa hal itu bisa membuat AS dituding mengabaikan kekejaman
terhadap penduduk asli di daerah yang kaya sumber daya alamnya itu.
"Kami mengatakan bahwa kami tidak tertarik dengan masalah HAM di Papua
karena .. kami memerlukan Pemerintah Indonesia dalam perang terhadap teror,"
ujar anggota legislatif dari Samoa AS, Eni FH Faleomavaega, yang merupakan
anggota delegasi tanpa hak suara di Kongres, Rabu (10/8).

Sebelumnya, Presiden Indonesia sudah menyatakan sikap tegasnya terhadap
masalah tersebut. "Kami tidak menerima semua bentuk intervensi asing
terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono kepada wartawan 29 Juli lalu.
"Keberadaan Papua dalam wilayah Republik Indonesia sudah final."

Pada hari yang sama, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack
mengatakan, AS tidak mendukung setiap upaya yang bertujuan melepaskan Papua
dari Indonesia.
Kendati ditentang Jakarta dan Washington, advokasi bagi kemerdekaan Papua
terus digelorakan melalui jalur legislasi di Kongres.

Bagi rakyat Papua sendiri, langkah sejumlah anggota legislatif AS yang
memperjuangkan penderitaan mereka secara formal di negara tersebut,
merupakan hal yang luar biasa.
"Ini adalah sebuah keajaiban bagi pergerakan," ujar Octovianus Mote, seorang
aktivis Papua yang hidup di pengasingan.
"Rakyat merasa, untuk pertama kali, bahwa ada orang yang melihat, bahwa kami
tidak sendirian. Hal ini sungguh memberikan kekuatan," katanya.
Sebelum menjadi hukum yang sah, RUU soal Papua tersebut harus disahkan oleh
Senat, yang prospeknya masih belum jelas, dan kemudian ditandatangani oleh
Presiden Bush.
(AP/M-12)



More information about the Marinir mailing list