[Marinir] [tempointer'f] Yudhoyono- Xanana Resmikan Komisi Kebenaran dan Persahatan

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Thu Aug 11 18:05:35 CEST 2005


http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/08/11/brk,20050811-65167,id.html

Yudhoyono- Xanana Resmikan Komisi Kebenaran dan Persahatan
Kamis, 11 Agustus 2005 | 14:38 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden
Republik Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao, meresmikan berdirinya Komisi
Kebenaran dan Persahabatan (KKP), Kamis (11/8).
Peresmian ditandai dengan pembacaan ikrar oleh 10 anggota KKP dari kedua
negara, serta peresmian sekretariatnya di kawasan Renon Denpasar, Bali.

Dalam sambutannya, Presiden Yudhoyono menyatakan KKP merupakan institusi
penting dan unik, untuk pencapaian sejarah antar dua negara."Ide Komisi ini
lahir ketika saya, Xanana, Mari Alkatiri bertemu di Tampaksiring pada
tanggal 14 Desember 2004," ungkapnya.

Kala itu mereka sepakat untuk memposisikan peristiwa jajak pendapat 1999
dalam konteks pembicaraan bilateral dan damai. "KKP adalah bukti kedewasaan
2 bangsa," tegasnya. Komisi ini, lanjut dia, adalah sinyal untuk dunia yang
akan menunjukkan kedekatan hubungan RI-Timor Leste.

Komisi akan bekerja mengungkap apa sebenarnya yang telah terjadi. Hasil
kerja komisi ini menjadi landasan hubungan yang konstsruktif untuk membangun
masa depan hubungan dua bangsa.

Kepada anggota KKP, Presiden Yudhoyono meminta agar mereka bekerja dengan
independen dan obyektif. "Tolong pegang mandat dan tugas anda dari saya dan
Xanana. Jadikan itu mandat yang mesti dilaksanakan," pintanya.

Sementara itu, Xanana berharap hasil kerja KKP akan mempercepat proses
rekonsiliasi kedua bangsa. "Terimakasih kepada Indonesia yang dengan
keterbukaan dan kerendahan hati memfasilitasi terbentuknya KKP ini,"
ujarnya.

Masa lalu, tegas dia, telah menjadi bagian sejarah kedua negara. Tetapi yang
terpenting adalah membangun kepercayaan dan kerjasama antar kedua bangsa.
Rilla
Nugraheni dan Rofiqi Hasan



http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/11/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY
Last modified: 11/8/05
--------------------------------------------------------------------------------
Anggota KKP Ucapkan Sumpah
Pembaruan/Nyoman Mardika

LANTIK KKP - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut kedatangan Presiden
Timor Leste, Xanana Gusmao, di depan Kantor Gubernur Provinsi Bali, Kamis
(11/8), sebelum mengikuti pertemuan bilateral dan menyaksikan pelantikan
anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan.

DENPASAR - Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia dan Timor Leste
disahkan keberadaannya dengan pengucapan sumpah anggota KKP kedua negara dan
penandatangananan nota kesepahaman tentang pembentukan KKP yang dilakukan
Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Ketua Dewan Menteri Republik
Demokratik Timor Leste Andre Niu Glenco di Denpasar Bali, Kamis (11/8)
siang.

Pengucapan sumpah dan penandatanganan kesepakatan KKP disaksikan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Xanana Gusmao. Hadir juga Menko
Politik, Hukum dan Keamaman Widodo AS, Menteri Dalam Negeri Moch Ma'ruf,
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin, Jaksa Agung Abdul
Rahman Saleh, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal
Polisi Sutanto.

Para anggota yang mengucapkan sumpah, yakni Agus Widjojo, Ahmad Ali,
Benjamin Mangkudilaga (ketua), Petrus Turang, dan Wisber Loeis. Mereka
ditambah tiga anggota alternatif, Mudji Sutrisno, Antonius Sujata, dan
Syamsiah Ahmad. Sedangkan dari Timor Leste, Ani Ceto Guterres Lopes, Ciri
Lio Christovao Paradales (ketua), Diorinico Babo-Soares, Felicidade
Guterres, dan Jacinto Alves, dengan tiga anggota alternatif, yakni Olandina
Alves, Ikabella, Pereira, dan Rui Santos.

Presiden Yudhoyono mengatakan, melalui penandatanganan kesepakatan ini
Indonesia dan Timor Leste menutup "Tragedi 1999" dan melakukan rekonsiliasi
serta mempromosikan persahabatan. "Bagian terberat yang dihadapi Indonesia
dan Timor Leste justru setelah kesepakatan ini ditandatangani, dan semua
pihak harus mau bekerja menunjukkan kesungguhan membangun kebersamaan dan
kesatuan sebagai kedua bangsa yang bersahabat," ucapnya.

Presiden Xanana Gusmao mengatakan, saat ini adalah hari yang bersejarah bagi
Indonesia dan Timor Leste untuk membangun kebersamaan. Dia mengakui, tidak
mudah bagi kedua bangsa melampaui masa lalu yang gelap. "Tapi saya percaya
kita semua dapat mewujudkan apa yang kita sepakati hari ini. Kami bersama
Anda," katanya. (137/Y-3)
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 11/8/05
-------------- next part --------------
A non-text attachment was scrubbed...
Name: 0811sbyx.gif
Type: image/gif
Size: 67447 bytes
Desc: not available
Url : http://gate.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20050811/537d0b3d/0811sbyx-0001.gif


More information about the Marinir mailing list