[Marinir] Re:KH Hasyim Muzadi:"Jangan kita membuka luka untuk membuat luka baru"=>HA

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sun Jul 10 19:48:21 CEST 2005


Master Harry,

Amat disayangkan Anda bisa termakan dengan mengukur masalah RI dengan
nilai-nilai dan parameter "orang bule", yang sangat artificial, dengan
multi-purpose standards, menurut kepentingan "orang bule".

Kalau kita bicara masalah Timor-Timur kita mundur pada peristiwa 6 tahun
lalu, padahal sekarang, di saat ini kita berdiskusi, justru sedang
berlangsung pelanggaran HAM di Guatanomo Cuba, Irak dan Afghanistan, yang 
dilakukan oleh negara yang mengaku paling demokratis, paling menghargai
kebebasan dan menjujung tinggi nilai-nilai HAM.

Seperti catatan Holy Uncle (kutipan):
*** When the U.S. kills civilians as part of a war they excuse it with the
term "Collateral Damage" or "Incidental Casualties".

Soal PBB, aha!
Sebagian besar kebutuhan PBB didanai oleh AS, dalam isu pelanggaran HAM,
lembaga ini tidak memiliki kredibilitas dan kehormatan lagi,  maaf sekali !

Silahkan simak beberapa ilustrasi tentang pelanggaran HAM berikut
pembenarannya; seperti misalnya "Outsourcing of Torture" - penyiksaan yang
di sub-kontrakan ke (warga) negara lain, supaya AS terbebas dari tuntutan
pelanggaran HAM.

I must say, it's very innovative ......

Wassalam, yhg.
--------------- 



http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0406/25/ln/1108639.htm

International
Jumat, 25 Juni 2004
AS Akan Memperpanjang Masa Kekebalan Hukumnya di Irak

Washington, Kamis - Pemerintahan Presiden George W Bush memutuskan akan
memperpanjang masa imunitas atau kekebalan Amerika Serikat di Irak hingga
setelah tanggal 30 Juni mendatang. Dengan demikian, sampai setelah tanggal
penyerahan kekuasaan kepada Pemerintah Irak itu, semua tentara dan personel
Pemerintah AS yang bertugas di sana tetap tak bisa dituntut secara hukum.
----------------- c u t -------------------------


http://www.gatra.com/majalah/rubrik.php?id=102

NUKILAN
Guantanamo
Setelah Dick Cheney menegaskan kamp tawanan Guantanamo tetap dipertahankan,
nasib 600 tawanan penghuninya semakin tak jelas. Bisa dipastikan, semakin
banyak yang melakukan bunuh diri karena frustrasi. Kondisi seperti itu tak
akan terlintas dalam pikiran Wakil Presiden Amerika Serikat, yang tidak
pernah menginjakkan kakinya ke kawasan yang di kalangan militer disebut
sebagai "Tempat Terburuk Sedunia" itu. Erik R. Saar, mantan intelijen
militer berpangkat sersan yang bertugas selama enam bulan di kamp tawanan
tersebut, menuliskan pengalamannya dalam Inside The Wire yang dicuplik
wartawan Gatra Didi Prambadi berikut ini.  [pdf] --------------------



http://hrw.org/english/docs/2004/09/30/usint9425.htm

Congress Should Reject the Outsourcing of Torture
Joint Letter from Human Rights and Humanitarian Organizations
September 30, 2004

Dear Representative:
We strongly oppose a provision in H.R. 10 that would authorize the
outsourcing of torture to brutal dictatorships like Syria, Saudi Arabia, and
China. ---------------------- c u t -----------------------



http://hrw.org/english/docs/2005/01/25/usint10072.htm

U.S.: Justifying Abuse of Detainees
(New York, January 25, 2005) - The Bush administration contends that no law
prevents the Central Intelligence Agency from engaging in inhumane treatment
of detainees abroad, Human Rights Watch said today.

In responses to U.S. Senate inquiries, White House Counsel and Attorney
General-nominee Alberto Gonzales claimed that the prohibition on cruel,
inhuman or degrading treatment-enshrined in a treaty the United States
ratified in 1994-does not apply to U.S. personnel in the treatment of
non-citizens abroad. While asserting that torture by all U.S. personnel was
unlawful, Gonzales indicated that no law would prohibit the CIA from
engaging in cruel, inhuman or degrading treatment when it interrogates
non-Americans outside the United States. The interpretation would permit the
CIA to commit in secret detention facilities abroad many of the shocking
forms of abuse that took place at Abu Ghraib.

"The prohibition of torture and inhumane treatment is absolute. It should
never be read to legitimize the outsourcing of abuse to U.S. interrogators
overseas."  Kenneth Roth, executive director of Human Rights Watch
---------------- c u t ------------------



http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/08/ln/1877515.htm

International
Jumat, 08 Juli 2005
Wartawan "The New York Times" Dipenjarakan

Washington, Rabu - Wartawan The New York Times Judith Miller, Rabu (6/7),
dipenjarakan pengadilan Amerika Serikat karena tetap menolak menyebutkan
sumber yang mengungkapkan pembocoran nama agen CIA. Sedangkan wartawan
majalah Time Matthew Cooper akhirnya menyatakan siap bersaksi.
------------------- c u t -------------------



More information about the Marinir mailing list