{Spam?} Re: [Marinir] Re:KH Hasyim Muzadi:"Jangan kita membuka luka
untukmembuat luka baru"=>HA
Lucas Ony
lucas_ony at yahoo.com.sg
Mon Jul 11 04:15:03 CEST 2005
pak Hong Gie rupanya sudah memahami benang merah peta politik dunia...
selamat...
kalau yang seperti anda ini makin banyak, makin banyak pula orang yang makin
bijaksana, tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah di-brainwash...
seperti kita ketahui semua pergulatan politik intinya ujung-ujungnya adalah
ekonomi atau uang... perang itu terjadi karena uang.. kalau tidak ada
perang, nanti yang jualan senjata nggak dapat uang... di mana-mana tentara
hanya menjalankan perintah tanpa banyak yang melihat bahwa mereka pun
manusia biasa juga.. jadi yang berkuasa atas militer sebetulnya pihak sipil
atau industrialis. Industrialis mempengaruhi pejabat, pejabat membuat
cerita, lalu menyuruh tentara.. pada akhirnya kemudian tentara lah yang
disalahkan.. bukan industrialis nya... hehehehhe
jadi yang kejam banyak melanggar HAM itu sebenarnya sipil ya pak?
saya jadi ingat sebuah film Hollywood jaman tahun 90-an dulu ada tokoh
miliuner amerika yang diminta mencalonkan diri jadi presiden kemudian
menolaknya. Dia bilang, "Buat apa saya jadi presiden, kekayaan saya banyak..
lebih baik saya mencari orang yang patuh kepada saya untuk dijadikan
presiden, kemudian secara otomatis pentagon serta US military akan menjadi
milik saya.. CIA akan bekerja untuk saya... bahkan FBI bisa mengamankan aset
dalam negri saya"
dalam adegan yang lain di film itu, si miliuner ini membayar tentara
pemberontak untuk menyerang kilang minyak di amerika selatan yang sebenarnya
milik saingan bisnisnya di dalam negri yang sahamnya sedang menanjak.
Kemudian melalui pejabat kongres ia bisa meyakinkan bahwa US Army harus
segera merebut kembali kilang minya itu karena milik perusahaan Amerika
Serikat.
Terjadilah peperangan antara US Army dengan tentara pemberontak di kilang
itu sampai pemimpin pemberontak tewas. Dengan demikian si miliuner tidak
perlu melunasi ongkos penyerangan kilang kepada pemimpin pemberontak itu
berkat bantuan cuma2 dari US Army dan biaya ditanggung negara. Dengan adanya
perang ini kilang si saingan tambah hancur.. dan ternyata yang menjual
peralatan perangnya pun sebuah perusahaan milik si miliuner ini sehingga
uang muka untuk pemberontak pun secara tidak langsung dibayar oleh
pemerintah amerika serikat.. sungguh unik film ini... makanya di bioskop
tidak main... heuheuhueuhehu
apakah pak Hong Gie pernah menontonnya? Kalau pernah tolong kasih tau
judulnya ya pak.. sebab saya lupa... dulu nontonnya di RCTI
Kind regards,
Ony
----- Original Message -----
From: "Yap Hong Gie" <ouwehoer at centrin.net.id>
To: "Post X-PPI Se-Eropa77-87" <X-PPI_Se-Eropa77-87 at yahoogroups.com>; "Post
Wahana-News" <wahana-news at yahoogroups.com>; "Post Tionghoa-Net"
<tionghoa-net at yahoogroups.com>; "Post Nasional-list"
<nasional-list at yahoogroups.com>; "Post MAR Polarhome"
<marinir at polarhome.com>; "Post KIAD Grp" <KIAD at yahoogroups.com>; "Post
IndoMildiLN" <IndoUsaMil at yahoogroups.com>; "Post Hankam Grp"
<hankam at yahoogroups.com>; "Post FSAB Yahoo" <fsab at yahoogroups.com>; "Post
Apakabar" <apakabar at yahoogroups.com>
Sent: Monday, July 11, 2005 12:48 AM
Subject: [Marinir] Re:KH Hasyim Muzadi:"Jangan kita membuka luka
untukmembuat luka baru"=>HA
> Master Harry,
>
> Amat disayangkan Anda bisa termakan dengan mengukur masalah RI dengan
> nilai-nilai dan parameter "orang bule", yang sangat artificial, dengan
> multi-purpose standards, menurut kepentingan "orang bule".
>
> Kalau kita bicara masalah Timor-Timur kita mundur pada peristiwa 6 tahun
> lalu, padahal sekarang, di saat ini kita berdiskusi, justru sedang
> berlangsung pelanggaran HAM di Guatanomo Cuba, Irak dan Afghanistan, yang
> dilakukan oleh negara yang mengaku paling demokratis, paling menghargai
> kebebasan dan menjujung tinggi nilai-nilai HAM.
>
> Seperti catatan Holy Uncle (kutipan):
> *** When the U.S. kills civilians as part of a war they excuse it with the
> term "Collateral Damage" or "Incidental Casualties".
>
> Soal PBB, aha!
> Sebagian besar kebutuhan PBB didanai oleh AS, dalam isu pelanggaran HAM,
> lembaga ini tidak memiliki kredibilitas dan kehormatan lagi, maaf sekali
> !
>
> Silahkan simak beberapa ilustrasi tentang pelanggaran HAM berikut
> pembenarannya; seperti misalnya "Outsourcing of Torture" - penyiksaan yang
> di sub-kontrakan ke (warga) negara lain, supaya AS terbebas dari tuntutan
> pelanggaran HAM.
>
> I must say, it's very innovative ......
>
> Wassalam, yhg.
> ---------------
More information about the Marinir
mailing list