[Marinir] Re: KH Hasyim Muzadi: "Jangan kita membuka luka untuk membuat luka baru".

Sharif Dayan bima-sena at telkom.net
Mon Jul 11 17:09:44 CEST 2005


Salam sejahtera...

Harry Adinegara wrote:

> Xanana yang begitu "gentlemanlike" bilang 'should forget the past should not  stain our spirits. Tentu saja dia bisa bilang begitu karena tugas dan idaman TimTim sudah selesai, mereka sudah merdeka. Tapi bagi PBB soal ini, soal pelecehan HAM di Timtim belum usai. Mereka ada bukti2nya bahwa TNI punya andil atas terbunuhnya banyak orang di Timor. Karena Timor merdeka itu juga atas usahanya PBB maka sudah sewajarnya PBB akan meneruskan pekerjaannya yang belum selesai yakni menuntaskan perkara genocide di Timtim. Simple as that!

Tidak sesederhana itu.

Xanana mengerti bahwa mereka sangat membutuhkan RI. Sikap keras menuntut penjernihan dan 
penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat seputar kemerdekaan Timtim, bisa berujung 
pada kesengsaraan berlanjut bagi rakyat Timor Leste.

Apa yang akan terjadi sekiranya perbatasan dengan RI ditutup ? Bagaimana nasib satu 
kantong Timor Leste yang berada di kelilingi oleh Provinsi NTT dan laut ? Bagaimana mereka 
musti mendapatkan BBM ? Bahan-bahan sandang, pangan dan papan ?

Xanana memahami, bahwa mereka sudah dikhianati oleh mereka yang dulu mengaku berada di 
belakangnya. Para staf ahli PBB yang berada di sana pun bukan bekerja bakti dengan tarif 
seharga uang minimal regional, juga para kontraktor yang ada di sana. Australia pun sudah 
'menguasai' celah Timor Leste sekaligus menjadikan negara termiskin ini sebagai mata 
rantai untuk mengintai wilayah RI.

Xanana sadar, bahwa harapan mereka hanya terletak pada RI.


Sharif Dayan



More information about the Marinir mailing list