[Marinir] Teroris di Indonesia Tidak Ada Relevansinya Dengan Agama.
Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Oct 16 19:04:20 CEST 2005
TERORIS DI INDONESIA
TIDAK ADA RELEVANSINYA DENGAN AGAMA
Oleh: Waspada MK
Belum juga kering luka bangsa ini, akibat ledakan Bom Bali I, ledakan bom di
Mariot, ledakan di Kedutaan Australia dan ledakan ditempat-tempat lain, luka
itu kini kembali menganga, menyusul terjadinya ledakan bom tanggal I
Oktober 2005 di Kuta dan Jimbaran Bali.
Ironis memang, saat seluruh warga bangsa Indonesia sedang mengenang hari
Kesaktian Pancasila justru dikejutkan oleh kekejaman kelompok-kelompok
biadab dengan teror bom di Kuta dan Jimbaran Bali. Tragedi Bali II itu,
seakan mengejek seberapa sakti bangsa ini.
Darah kembali mengalir, korban jiwa kembali bergelimpangan. Orang tua, sanak
kerabat, handai taulan, harus rela kehilangan orang -orang yang sangat ia
cintai, sementara yang lain harus rela menginap dan hilir mudik ke rumah
sakit karena sanak keluarganya dirawat di rumah sakit.
Prilaku tidak berperikemanusiaan ini sungguh hanya bisa dilakukan oleh
orang-orang yang tidak memiliki hati nurani dan tidak mengenal agama.
Tragedi itu seharusnya menjadi pemicu bagi kita, khususnya aparat keamanan
untuk merasa tertantang dan menunjukkan kesaktian bangsa ini, dengan segera
menangkap para pelaku teroris itu, yang kemudian mengadilinya secara adil.
Sudah bisa ditebak, selang beberapa waktu berbagai pengamat mulai
mereka-reka siapa pelaku biadab tersebut. Mulailah ada yang mencoba
mengkaitkan dengan kelompak agama tertentu, untuk memulai analisanya.
Walaupun sesungguhnya mengkaitkan aksi terorisme dengan agama atau keyakinan
tertentu, tidak ada relevansinya.
Penulis lebih sepakat bila aksi terorisme itu harus kita yakini berdiri
diatas jaringannya sendiri, yakni Jaringan Terorisme Internasional (JTI),
bukan berdiri dalam jaringan agama atau keyakinan tertentu.
Karena mengkait-kaitkan aksi terorisme dengan jaringan agama atau keyakinan
tertentu secara tidak langsung telah menanamkan sikap saling mencurigai
antar umat beragama, yang akan berdampak terganggunya kemesraan toleransi
antar umat beragama yang telah terjalin dengan sangat harmonis.
Harus kita sadari sesungguhnya aksi terorisme yang terjadi di Indonesai
beberapa tahun terakhir sama sekali tidak ada relevansinya dengan agama
apapun di dunia ini. Maka penganut agama apapun di negeri ini tidak boleh
terkecoh dengan analisa kelompok-kelompok tertentu, yang dengan sengaja
berupaya membenturkan antar umat beragama.
Agama apapun dimuka bumi ini selalu mengajarkan kedamaian, menebarkan
kasih sayang, mengajarkan toleransi, menyampaikan kesejukan serta menjunjung
tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Jadi sulit diterima oleh akal sehat jika kemudian ada kelompok-kelompok
tertentu yang mencoba menyeret-nyeret peristiwa teror tersebut ke wilayah
agama. Boleh jadi pelaku teror mengaku dari komunitas agama tertentu,
menggunakan lembaga yang ber-atribut agama tertentu, tapi harus diingat
bahwa itu semua sesungguhnya adalah strategi manipulatif dengan target agar
umat beragama tertentu membenci dan memusuhi kelompok beragama tertentu.
Padahal sesungguhnya dia sendiri tidak pernah beragama bahkan tidak pernah
mengenal agama.
Kenapa demikian karena hakekatnya orang yang melakukan teror apapun
bentuknya, adalah manusia-manusia yang tidak beragama.
Maka dari itu dia akan melakukan apa saja dan dengan segala cara demi
kepentingan pribadi dan golongannya.
Para pelaku teror tidak ingin di negeri ini tercipta persatuan dan kesatuan,
para peneror gerah manakala melihat para pemeluk agama di Indonesia yang
beraneka ragam ini guyub rukun, para peneror takut jika bangsa Indonesia
menjadi bangsa yang besar dan kuat.
Jika bangsa ini menjadi besar dan kuat jelas ada kelompok-kelompok tertentu
yang akan terganggu eksistensinya. Maka satu satunya jalan ia menciptakan
instabilitas di republik ini.
Teror bom menurutnya cara yang paling efektif untuk mencapai target itu,
karena menurutnya akan langsung berdampak kepada terciptanya instabilitas
negara.
Dengan demikian sesungguhnya segala bentuk teror di negeri ini muaranya
bukan untuk kepentingan agama tertentu, akan tetapi hanya untuk kepentingan
kelompok tertentu dengan tujuan terjadi instabilitas negara.
Maka dari itu tidak ada relevansinya kita mencurigai kelompok agama
tertentu.
Akan lebih baik jika kita lebih meningkatkan toleransi dan kerja sama antar
umat beragama yang sudah lama terbangun, kemudian bersama-sama dengan
seluruh komponen bangsa membangun dan membesarkan bangsa ini menjadi bangsa
yang kuat dan bermartabat, sehingga tidak ada celah lagi bagi para
perongrong bangsa dan teroris i untuk melakukan aksi teror dengan dalih
apapun.
More information about the Marinir
mailing list