[Marinir] Re: [hankam] Fakta-Fakta Keterlibatan PKI Dalam Peristiwa G30S.

Bambang Indra, IBU ibu007 at cbn.net.id
Mon Oct 24 02:33:07 CEST 2005


  ----- Original Message ----- 
  From: Hong Gie 

  Herr Tchaniago,

  Cukup mengesankan proloog mengenai Proklamasi Kemerdekaan Republik
  Indonesia, tentang Kemerdekaan Azasi Bangsa Indonesia dari penindasan
  kolonial Belanda, namun sayang semua itu sama sekali tidak ada relevansi
  mauoun ada kaitannya dengan tema diskusi "Fakta-Fakta Keterlibatan PKI
  Dalam Peristiwa G30S.

  Yang menyedihkan adalah, disamping memiliki dendam politik khronis terhadap
  TNI dan Orde Baru, akurasi mengenai data dan fakta sejarah yang Anda miliki
  amat lah miskin, seperti halnya beberapa koreksi saya terhadap tulisan Anda
  terdahulu, yang tidak mampu Anda justifikasikan.  Terlebih lagi kalau
  mencampur-adukan urusan perjuangan melawan kolonialisme Belanda dengan
  peristiwa G30S/PKI, disitulah asal-muasal terciptanya kekacauan memori dan
  kerancuan nalar, yang membuat sistimatika dan fakta
  sejarah RI, terdengar seperti sebuah lenong rumpi.
  ----------------------------------------------------------------------------------
  ++Saya mendukung pendpt YHG, bahwa untuk ini harus diingat dalam sejarah juga, setelah
  disepakati untuk membentuk suatu Negara Bangsa yang disebut Republik Indonesia,
  pada Sidang BPUPKI, maka segera PKI memberontak tahun 1948. Saya mencobat melihat
  apa yang mendasari PKI tidak setuju terhadap Pemerintahan yang disepakati itu?
  Ternyata dari 84 orang anggota BPUPKI (lihat risalah Sidang BPUPKI), rasanya tidak 
  ada satupun yang mewakili PKI. Saya coba tanya kepada beberapa orang yang banyak 
  mempelajari cerita BPUPKI ini saya belum mendapat jawaban, mungkin YHG tahu? ++
  ----------------------------------------------------------------------------------

  ------------------------------------------------------------------------
  Statement Anda yang di-kamuflage-kan dalam bentuk pertanyaan:
  "Penyerangan/Agresi Belanda I & II, ataukah itu dilakukan dengan Bantuan
  para Perwira TNi AD seperti Zulkifli lubis, A.H.Nasutio, Ahmad Husen,dll.
  seperti itu, ataukah dengan Pengkhianatan Pemerintahan Hatta-Sukiman yang
  bertanggungjawab atas persetujuan KMB ...", adalah bentuk suatu kemunafikan.
  Kemunafikan, karena "pertanyaan" dilontarkan menjurus pada suatu tuduhan.
  Seandainya Anda memiliki sedikit kehormatan, saya beri kesempatan untuk
  menunjukan referensi data atau bukti atas keterlibatan para Perwira TNI AD
  (Zulkifli lubis, A.H. Nasution, Ahmad Husen, dll.), yang membantu Belanda
  dalam Agresi Militer I & II.
  ------------------------------------------------------------------------
  ++ Sekali lagi saya juga mendukung pernyataan ini. Kebetulan orang tua kami
  pada saat itu (agresi I/II) juga turut serta bergerak di SumSel dan
  setelah KMB menjadi Panglima TT-II yang pertama. Tidak ada sedikitpun
  beliau2 itu membantu Belanda, banyak dari mereka gugur dan cacat tubuh
  menghadapi agresi itu. Darimana data ini didapat?. Saya merasakan sekali
  ini menjadi 'fitnah' karena dendam PKi terhadap TNI, khususnya AD.
  Janganlah kita merubah sejarah. Sejarah adalah catatan atas kejadian
  yang berlaku pada saat itu. Kenapa sdr.Tjaniago tidak membeberakan apa
  yang dilakukan pemberontak PKI di Madiun, sangat banyak bukti gambar
  betapa kejamnya PKI melakukan pembantaian di Madiun. Cerita dari Bapak
  bapak yang terlibat dalam penumpasan pemberontakan PKI, khususnya
  dari Siliwangi (spt. A.Kemal Idris dll) telah menjadi bukti sejarah
  hal itu.++
  -----------------------------------------------------------------------


  Begitu gagahnya Anda menyebut "kekuatan utama NASAKOM". Numpang
  tanya Bung, dimana dan apa yang dilakukan kaum Nasionalis dan Agama
  ketika ('65-'66) terjadi pembantaian terhadap PKI dan onderbouwnya?
  Mengapa Anda takut mengatakan secara jujur, kelompok mana yang melakukan
  pembantaian terhadap PKI di Jawa Timur dan di Bali? --- [Koreksi 3.]
  -------------------------------------------------------------------------
  ++ Ini lagi coba tanyakan kepada pimpinan NU dan Ansor, selepas peristiwa
  G-30-S/PKI siapa-siapa yang melakukan pengejaran terhadap anggota
  PKI, khususnya di Jateng dan Jatim? ++
  -------------------------------------------------------------------------


  Didalam pleidoinya dimuka Mahmilub (19 Februari 1966), Nyono mengatakan:
  "Bahwasanya G30S bukanlah suatu pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah
  yang ada, tetapi suatu gerakan pembersihan, hal ini tidak hanya dinyatakan
  dalam pengumuman dan dekrit Dewan Revolusi, juga dibuktikan oleh perbuatan -
  perbuatan konkritnya".
  Sehubungan dengan pernyataan Anda: "saya adalah bagian dari masyarakat
  Indonesia yang menolak dan mengutuk Genoside", maka supaya "jangan ada
  dusta diantara kita" tolong dijawab: Apakah Anda mengutuk atau mendukung
  "gerakan pembersihan" terhadap para Pahlawan Revolusi?
  Tentang berbagai tuduhan Anda terhadap saya, itu bukan fenomena baru.
  Ketika orang melakukan koreksi terhadap kebohongan  politik dan manipulasi
  sejarah, pada umumnya simpatisan PKI yang intelektualnya kurang, mudah
  menjadi kalap sehingga melontarkan bermacam-macam fitnah murahan.
  Mirip dengan isu yang dilontarkan PKI tentang "Dewan Jenderal" ....
  Walaupun saya belum pernah mendengar tentang "Aliansi Perjuangan Rakyat".
  Apabila adapun, gerakan itu perlu kita waspadai, karena sudah terlalu banyak
  pihak-pihak yang menjual nama "Rakyat", untuk kepentingan politik, jabatan
  (kekuasaan) dan uang.
  Kesimpulan Anda bahwa, antara Anda dan saya terdapat pandangan politik yang
  bertentangan secara diametral, masih kurang tepat. Karena perbedaan
  pandangan politik kita bertentangan secara fundamental!  --- [Koreksi 4.]
  ---------------------------------------------------------------------------
  ++ Saya mendukung pernyataan YHG ini, apa yang dilakukan TNI, khususnya AD, adalah memberantas
  orang atau kelompok manapun yang tidak menerima berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
  yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45(asli). Saya juga ingin bertanya apakah PKI menolak Pancasila
  ataukah pura-pura menerimanya sebagai dasar Negara. Oleh karena itu memang terdapat perbedaan
  yang 'fundamental' antara orang-orang seperti YHG (dan termasuk saya) dengan pendapat sdr.Tjaniago.
  Dan selama masalah ini fundamental tidak perlu diperdebatkan lagi. Tinggal tanyakan kepada rakyat
  dasar mana yang disetujui  oleh mereka untuk menjadi dasar negara, Pancasila ataukah komunisme.
  Sebagai bangsa yang beragama tentu tidak akan menerima suatu paham yang anti agama.
  Bung Hong Gie, sebagai seorang dari Keluarga TNI, saya gembira sekali pendapat anda yang menjadi 
  bagian besar dari pendapat bangsa , karena pendapat KB TNI sering sekali dianggap tidak 
  objektif. ++


  Wassalam 
  IBU
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: http://gate.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20051024/2dd07970/attachment-0001.html


More information about the Marinir mailing list