[Marinir] [detikcom] Merasa Terancam, 7 Anggota DPR Dikawal Polisi

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sun Apr 9 09:04:49 CEST 2006


Sabtu, 08/04/2006 00:59 WIB
Merasa Terancam, 7 Anggota DPR Dikawal Polisi
Muhammad Nur Hayid - detikcom

Jakarta - Merasa terancam, 7 anggota Komisi I DPR RI yang akan ke Australia, 
dikawal masing-masing dua bodyguard dari Polri. Pengawalan ini resmi atas 
perintah Kapolri karena adanya teror terhadap 7 orang tersebut.

"Kita banyak mendapatkan teror, karena itu Mabes Polri memberikan pengamanan 
kepada kita masing-masing 2 bodyguard," ungkap anggota Komisi I DPR Ali 
Muchtar Ngabalin, di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jumat (7/4/2006).

Menurut Ngabalin, teror yang dilayangkan pada 7 orang ini terjadi pada waktu 
yang berbeda-beda. Khususnya pada dirinya terjadi pada hari Rabu sore lalu 
(5/4/2006).

Saat itu ia mengendarai mobil Nissan Terrano miliknya di jalan Saharjo, 
Tebet, Jakarta Selatan. Saat mobil melaju, tiba-tiba ada orang yg melempar 
batu ke mobilnya sehingga kaca mobilnya pecah.

Tidak hanya itu, Ngabalin mengaku sering mendapatkan SMS yang mengancam 
keselamatan nyawa dia dan keluarganya, jika masih terus mengutak-atik 
masalah Papua. Ngabalin juga mengaku anak-anak dan keluarganya juga sudah 
didatangi oleh orang-orang yang tak dikenal.

"Tapi semuanya masih baik-baik saja," ujar Ngabalin.

Namun Ngabalin mengaku tidak tahu siapa sebenarnya para pelaku teror. "Saya 
tidak tahu motifnya apa? Tapi karena saya berjuang untuk bangsa, kami akan 
jalan terus, saya tidak takut," geram Ngabalin.

Anggota komisi I yang akan ke Australia lainnya, Yuddy Chrisnandie (FPG) 
sudah membuat pos polisi di depan rumahnya karena banyaknya teror.

Selain Ngabalin dan Yuddy, anggota DPR lain yang akan berangkat ke Australia 
yaitu Effendi MS Simbolon (FPDIP), Happy Bone (FPG), AS Hikam (FPKB), 
Jeffrey Nase (FPDS) dan Deddy Djamaluddin Malik (FPAN). Rencananya ketujuh 
anggota DPR RI ini akan menemui Parlemen Australia sebagai respon atas 
pemberian visa sementara kepada 42 WNI.(aba)

Baca juga:
Argumen Genosida Pencari Suaka Tak Beralasan
5 Ribu Pelintas Batas Ilegal ke PNG Dikembalikan ke Papua
Menhan Ancam Audit LSM yang Bermain Isu di Papua
Kapolri: Pengibaran Bintang Kejora di Uncen untuk Provokasi










Layanan TI: Beli Domain, Web Services - Sindikasi: Content, Foto, Mobile dan 
WAP


Fasilitas: Members, Polling, Forum, Acara, Email, Suara Pembaca

Cerita: Kho Ping Hoo, Karl May

Info: Horoskop Jawa, Zodiak, Bioskop - Mitra: Hukum, e-Samuel , CyberMap



   ©© 2006 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Kotak Pos | Info Iklan 
| Disclaimer 




More information about the Marinir mailing list