[Marinir] [KCM] Uskup Belo Dukung Presiden Susilo Terima Nobel

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Wed Feb 1 15:37:52 CET 2006


http://www.kompas.com/utama/news/0602/01/102433.htm

Updated: Rabu, 01 Februari 2006, 10:21 WIB
NASIONAL
Uskup Belo Dukung Presiden Susilo Terima Nobel
Atambua, Rabu

Berita Terkait:

. Hasballah: Presiden Susilo Layak Dapat Nobel
. Pemberian Nobel untuk SBY Masih Perlu Dipertimbangkan
. SBY Dinominasikan Untuk Nobel Perdamaian 2006


Peraih Nobel Perdamaian 1996, Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo, menyatakan
dukungannya yang tulus kepada Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang
Yodhoyono untuk dinominasi meraih Nobel Perdamaian 2006.

Uskup Belo menyampaikan hal itu kepada Antara di Atambua, Rabu (1/2),
melalui telepon selular dari Portugal disusul surat melalui internet yang
diterima pada hari yang sama.

Uskup Belo menyampaikan komentarnya setelah dia mendapat informasi bahwa
Presiden Susilo yang mantan Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 744/Satya
Yudha Bhakti (SYB) yang pernah bertugas di Timor Timur tahun 1986-1988 itu
dinominasikan untuk menerima Nobel Perdamaian 2006.

"Kami mendapat informasi bahwa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
dinominasi untuk meraih Nobel Perdamaian 2006. Sebagai peraih Nobel
Perdamaian 1996 kami menyatakan dengan tulus dukungan untuk pemimpin bangsa
dan negara Indonesia itu," kata Uskup Belo.

Dia mengatakan, apabila para penerima Nobel Perdamaian dimintai tanggapan
seputar pencalonan SBY untuk meraih hadiah
bergengsi di bidang perdamaian itu, maka dirinya menjadi orang pertama
menyatakan dukungan tulus berdasarkan apa yang diketahuinya tentang pribadi,
perjalanan hidup dan perjuangan SBY.

Apabila Presiden SBY berhasil keluar sebagai peraih Nobel Perdamaian 2006,
menurut dia, maka hal itu merupakan suatu kehormatan bagi seluruh rakyat
Indonesia, sekaligus kebanggaan bagi rakyat di Negara Timtim.

Ketiga bertugas di Timtim dari 1986 sampai 19888, SBY sempat menjadi
Komandan Yonif (Danyonif) 744/SYB yang bermarkas di
Taibesi, Dili, Timtim.

Sementara itu dalam suratnya yang dikirim melalui jaringan internet yang
ditulis di Mogofores, Portugal, 31 Januari 2006, mantan  Pemimpin Umat
Katolik Dioses Dili tahun 1988-2002 itu, menyampaikan salam dan damai
sejahtera kepada Presiden SBY
dan seluruh rakyat Indonesia.

"Dengan ini, kami menyatakan kegembiraan yang tulus setelah mendapat berita
tentang pencalonan Bapak Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang
Yudhoyono untuk menerima Nobel Perdamaian 2006," ujarnya.

Uskup Belu melanjutkan dalam suratnya itu, "Saya menyatakan sangat mendukung
pencalonan itu demi tercipta perdamaian kekal
di Indonesia pada umumnya dan Aceh, Timor Leste dan Irian Barat pada
khususnya.

Selanjutnya Belo mengatakan, walaupun dirinya kurang mengenal riwayat hidup
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dalam
surat itu disebutnya dengan "yang mulia", namun pada prinsipnya pihaknya
mendukung pencalonan SBY uuntuk meraih Nobel Perdamaian.

Dia mengisahkan, ketika dirinya dinobatkan menjadi Uskup Titular Lorium
Administrator Dioses Dili pada 19 Juni 1988, Mayor (Inf) Susilo Bambang
Yudhoyono sudah bekerja di Timtim selama dua tahun.  "Banyak warga di tempat
penugasan beliau berceritera bahwa Bapak Mayor ini orang baik, tenang dan
tidak bertindak kasar terhadap rakyat," tulis Uskup Belo dalam suratnya.

"Mayor ini bersama istrinya selalu menyatu dengan rakyat Timtim dan kemana
saja istrinya Nyonya Anie pergi, selalu ditemani
sesama kaum perempuan Timtim," lanjut Uskup Belo.

Uskup Belo lebih lanjut menulis, "Banyak orang di Timtim saat ini yang
pernah bergaul bersama pasangan suami-istri ini dapat memberikan kesaksian
mereka yang jujur".

Uskup Belo kemudian mengatakan, "Kami pun mendapat informasi bahwa setelah
beliau menjabat Presiden RI, Bapak SBY tidak henti-hentinya berupaya
menciptakan perdamaian di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timtim".

Uskup Belo juga mengaku, mendapat informasi bahwa SBY sering bertemu dengan
Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao, dan ini menunjukkan ketulusannya
memperjuangkan perdamaian.

"Dari ceritera singkat yang kami dengar khususnya selama beliau bertugas di
Timtim 1986-1988 maka kami memiliki kesan
bahwa Bapak SBY adalah salah seorang putra terbaik Indonesia dan prajurit
TNI yang humanis. Untuk itu, wajar dan tepat waktunya bagi kami memberikan
dukungan kepadanya dalam rangka menerima Nobel Perdamaian 2006," kata Uskup
Belo dalam surat itu.

Sumber: Ant
Penulis: Ima




More information about the Marinir mailing list