[Marinir] [MIOL] Ryamizard Dukung Djoko Soeyanto Jadi Panglima TNI
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sun Feb 5 22:40:06 CET 2006
http://www.mediaindo.co.id/
HANKAM
Minggu, 05 Februari 2006 19:31 WIB
Ryamizard Dukung Djoko Suyanto Jadi Panglima TNI
JAKARTA--MIOL: Mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu
menyatakan mendukung Marsekal Djoko Suyanto menjadi Panglima TNI
menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto.
"(Djoko Suyanto) itu teman saya, saya mendukung," kata Ryamizard menjawab
wartawan usai menjadi pembicara dalam seminar bertajuk "Membangun Peradaban
Indonesia" yang digelar Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu di Jakarta,
Minggu.
Ryamizard yang pernah diajukan menjadi calon Panglima TNI oleh Megawati
Soekarnoputri saat menjabat presiden, tidak banyak memberi komentar soal
Djoko. Ia hanya berharap Panglima TNI nanti memberi perhatian lebih pada TNI
dan bangsa.
Sebelumnya saat menjadi pembicara seminar, Ryamizard menyatakan saat ini
terdapat skenario untuk melemahkan TNI sebagai salah satu pilar negara
setelah tiga pilar lainnya yakni politik, ekonomi dan sosial budaya sudah
mengalami kerusakan cukup parah.
"Skenario penguasaan terhadap suatu negara dilakukan untuk melemahkan semua
pilar yang ada. TNI sebagai alat pertahanan negara pun tak luput dari
skenario tersebut," katanya.
Ia mengatakan dalam kondisi seperti ini kepedulian semua pihak sangat
diperlukan agar seluruh pilar bangsa tidak hancur begitu saja tanpa upaya
pencegahan.
"Selagi pilar ini belum hancur atau dihancurkan, harus segera dilakukan
upaya penyelamatan atau restrukturisasi agar kedaulatan Indonesia tidak
hilang dari muka bumi ini," katanya.
Ryamizard juga menyinggung perlunya upaya meningkatkan rasa nasionalisme
dan membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tekanan global.
Menurut dia, munculnya pandangan sempit tentang persatuan dan kesatuan yang
ditafsirkan menurut pikiran dan kehendak masing-masing merupakan indikasi
menurunnya wawasan kebangsaan.
"Sekarang apabila kita bicara persatuan dan kesatuan, ada sementara pihak
yang menganggap tidak populer," keluhnya.
Ia mengatakan perbedaan mendasar nasionalisme yang lahir di zaman pergerakan
dengan sekarang ini adalah saat itu nasionalisme bersifat perekat untuk
mempertahankan keutuhan bangsa sedangkan nasionalisme saat ini justru
bersifat mengancam keutuhan bangsa.
"Nasionalisme sekarang lebih disebabkan oleh munculnya perasaan ketimpangan
pembangunan daerah dan pusat, alokasi dana yang tidak seimbang, merasa
dieksploitasi pusat, bahkan ada yang mendikotomi antara Jawa dan luar Jawa,"
katanya.
(Ant/OL-03)
More information about the Marinir
mailing list