[Marinir] Kapal Penumpang milik PT. PELNI,
KM Kelud dibajak Teroris (1)
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Wed Mar 8 17:36:15 CET 2006
KM KELUD "DIBAJAK" TERORIS
[07-Maret-2006]
"Teroris beraksi kembali". Sebuah kapal penumpang milik PT. PELNI, KM Kelud
dibajak oleh kelompok teroris di perairan Selat Malaka. KM Kelud bertolak
dari Pelabuhan Belawan pada hari Selasa (7/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Kapal
penumpang ini membawa tidak kurang 2000 (dua ribu) penumpang. KM Kelud yang
mempunyai trayek Belawan Jakarta melalui Tanjung Balai Karimun Batam ini
dibajak sekitar 15 teroris bersenjata campuran. Sampai saat ini Kapal
tersebut masih berada di Perairan Malaka, namun kelompok teroris tersebut
menuntut agar kapal tersebut diarahkan ke Perairan Laut Cina Selatan (7/3).
Aksi pembajakan kelompok teroris ini dapat diketahui dengan adanya GMDSS
(Global Maritim Distress Signal System) yang dimiliki oleh Markas Besar TNI
AL. Mabes TNI AL dan PT. PELNI menerima signal kejadian ini sekitar pukul
14.00 WIB. KM Kelud telah memberikan signal dan menyatakan bahwa kapalnya
telah dibajak oleh Kelompok Teroris. Sampai saat ini belum diketahui dari
kelompok mana 'kelompok teroris tersebut' dan menuntut apa. Diperkirakan
kelompok teroris tersebut masuk ke kapal di Pelabuhan Belawan berbaur dengan
penumpang lainnya.
Markas Besar TNI AL menyatakan terus memantau perkembangan yang terjadi di
KM Kelud. Saat ini memang telah terjalin kerja sama antara PT PELNI dan TNI
AL tentang Sistem Keamanan Pelayaran Nasional. Sehingga dengan kerja sama
ini kejadian yang dialami oleh kapal-kapal PT. PELNI dapat diketahui oleh
Mabes TNI AL.
Saat ini seluruh pihak yang berkompeten dalam masalah ini sedang
berkordinasi untuk meyelesaikan masalah pembajakan ini. Sampai berita ini
diturunkan belum ada informasi tentang adanya korban jiwa.
Dari insiden ini mengingatkan kita semua bahwa teroris masih terus mengancam
kehidupan kita. Mereka bisa muncul dimana-mana dan melakukan tindakan yang
sangat tidak manusiawi. Wajar kalau kita katakan bahwa "Teroris Musuh
Semua."
Demikian situasi terakhir di Perairan Malaka sehubungan dengan Latihan Kasus
Puncak Denjaka 2006. [admin]
More information about the Marinir
mailing list