[Marinir] [KCM] Presiden: Jangan Mainkan Sejarah
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Sat Mar 11 06:39:00 CET 2006
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/11/utama/2501236.htm
Berita Utama
Sabtu, 11 Maret 2006
Jangan Mainkan Sejarah
Atmadji: Saya Cuma Menulis Supersemar Versi M Jusuf
Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jangan ada
pemutarbalikan fakta atau mempermainkan sejarah. Presiden mengajak semua
pihak membiasakan diri jujur, obyektif, dan bebas dari kepentingan politik
sesaat dalam menuliskan sejarah.
Kalau kita tidak menyayangi sejarah, apalagi memutarbalikkan sejarah, tidak
mencatatnya secara baik, kita tak mensyukuri apa yang dianugerahkan Tuhan.
Mempermainkan sejarah sama dengan mempermainkan Allah SWT, ujar Presiden
dalam sambutannya saat peluncuran buku Jenderal M Jusuf: Panglima Para
Prajurit di Jakarta, Jumat (10/3).
Presiden mengingatkan kembali ucapan Presiden Soekarno agar jangan melupakan
sejarah atau jas merah untuk pembelajaran dan membangun hari esok yang lebih
baik. Dengan berkaca pada sejarah, Indonesia akan berkembang modern tanpa
tercerabut dari jati dirinya.
Hadir dalam peluncuran buku karangan Atmadji Sumarkidjo itu Wakil Presiden
Jusuf Kalla, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua
Mahkamah Agung Bagir Manan, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, sejumlah
menteri, mantan pejabat, dan purnawirawan TNI.
Sebelumnya Kalla sebagai inisiator penerbit buku setebal 458 halaman itu
tampil ke panggung dan menuturkan pengalaman pribadinya berinteraksi dengan
Jenderal M Jusuf. â?Jenderal Jusuf adalah pemimpin yang memegang filosofi
orang Bugis, sekaligus seorang nasionalis dengan semangat kebangsaan yang
luas,â? ujarnya.
Sementara itu, sejarawan Anhar Gonggong dalam jumpa pers sebelum peluncuran
buku itu, Jumat siang, menyatakan, Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
saat ini sudah tidak punya implikasi politik. Apalagi Soeharto sebagai orang
yang diberi kekuasaan melalui surat itu sudah tidak lagi berkuasa. Namun,
sebagai dokumen sejarah, keberadaan faktanya tetap dibutuhkan.
Kebenaran dokumen yang ada sekarang tidak bisa dikatakan benar atau salah.
Pasalnya, dokumen yang ada cuma satu dan tidak ada pembanding lain. Jadi,
kalau kita tidak percaya pada apa yang disampaikan M Jusuf kepada Atmadji,
ya selesai, ujarnya.
Atmadji mengakui buku yang dia tulis tidak memenuhi harapan masyarakat soal
sejarah Supersemar. Saya menulis berdasarkan fotokopi surat yang diberikan
Jenderal Jusuf, ujarnya. (MAM/INU)
More information about the Marinir
mailing list