[Marinir] Ada USMC di Jakarta - Jangan ketipu combat gearyangkeren
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Mon Mar 20 17:54:27 CET 2006
Wow! Anda benar2 menguasai militer di manca negara, my compliments!
Terimakasih atas pencerahan Anda mengenai kondisi militer negara2 yang kalah
perang.
Maaf ya, ijinkan saya ngeyel sebentar.
Penjelasan Anda membuat saya paham tentang latar belakang kondisi Tentara
Bela Diri Jepang.
Namun dalam "budaya" militer negara manapun, dalam kondisi apapun, apakah
bisa diterima (para atasan), kata "menyerah" dari satuan militer dalam suatu
penugasan, yg notabene adalah sebuah latihan? Juga mempertimbangkan
karakter/mental Jepang itu sendiri, apakah itu dibidang bisnis, olah raga,
dll.
Mohon pencerahannya, terima kasih.
Wassalam, yhg.
--------------------
----- Original Message -----
From: "Lucas Ony" <lucas_ony at yahoo.com.sg>
To: "Mailing List Marinir TNI/AL" <marinir at polarhome.com>
Sent: Monday, March 20, 2006 11:05 PM
Subject: Re: [Marinir] Ada USMC di Jakarta - Jangan ketipu combat
gearyangkeren
Pak Hong Gie,
kalau melihat kondisi di masa cold war, baik Jerman dan Jepang sama2
dibungkam militernya dengan peraturan internasional untuk tidak boleh ada
latihan khusus apalagi membuat pasukan khusus. Contoh Jerman sendiri ketika
jadi Jerman Barat dan Timur, Jerman Barat dikenai sangsi Sekutu di mana
Jerman Barat tidak diperkenankan membuat pasukan khusus kecuali
Kampfschwimmer yang boleh dipertahankan. Kondisi Jerman Timur masih
terbilang mending ada pengalaman perang di Angola bersama Uni Soviet, namun
pasukan khususnya tidak ada juga.
Sempat kecolongan juga pada September 1972 di Munich di mana militer tidak
boleh ikut campur sesuai undang2 sekutu, tapi polisi pun tidak terlatih
menangani penyanderaan. Setelah 11 atlet Israel tewas, barulah Sekutu
melunakkan peraturan, Jerman boleh embuat pasukan khusus tapi hanya boleh
dari kepolisian, militer tidak boleh. Lahirlah GSG-9
itu sebabnya pasukan khusus militer Jerman modern pun kualitasnya belum
sehebat kakek neneknya di jaman WW2... dari tahun 1945 dikenai undang-undang
sampai tahun 1991 (46 tahun) baru boleh membuat kembali pasukan khusus
militer dan boleh lagi ada latihan khusus militer. Jerman membuat pasukan
khusus dibantu SAS, US 1st SFOD dan GSG-9 pada tahun 1995 yaitu KSK
(Kommando Spetzialkraefte)
Mungkin kondisi militer jepang pun sama selama 46 tahun mereka tidak
mempunyai latihan khusus seperti Jerman. Tentara Jerman sekarang dalam
peralatannya pun di masa kini terlalu bergantung pada peralatan modern.
Menurut saya cerita bung Thomy bisa jadi benar2 demikian kondisinya
mengingat Jepang secara resmi tidak memiliki hubungan kerjasama militer
internasional dengan negara-negara di katulistiwa untuk melatih pasukannya
di iklim panas dan lembab seperti di Indonesia, sehingga ketika merasakan
latihan di sini mereka bisa saja belum sanggup adaptasi secara kilat seperti
kakek neneknya di jaman WW2 dulu.
SAS melatih pasukannya untuk iklim tropis lembab di Brunei dan Sarawak,
serta di Amerika Tengah. KSK Jerman berhubung belum punya ikatan kerja sama
militer resmi dengan negara-negara di katulistiwa, mereka hanya bisa
berlatih di San Diego yang sebetulnya belum bisa disamakan iklimnya dengan
iklim tropis.
Kind regards,
Ony
----- Original Message -----
From: "Yap Hong Gie" <ouwehoer at centrin.net.id>
To: "Mailing List Marinir TNI/AL" <marinir at polarhome.com>
Sent: Monday, March 20, 2006 10:31 PM
Subject: Re: [Marinir] Ada USMC di Jakarta - Jangan ketipu combat
gearyangkeren
> Bung Thomy,
>
> Apakah cerita mengenai Pasukan Bela Diri Jepang betul sungguhan, atau
> dibesar-besarkan kawan-kawan di Marinir?
--------------- c u t ----------
More information about the Marinir
mailing list