[Marinir] Fw: [nasional-list] SOSOK NASIONALIS 45

BDG Kusumo bdgkusumo at volny.cz
Mon May 8 13:48:24 CEST 2006


----- Original Message ----- 
From: GarudaMukha 
To: Panitia Anggaran ; MenNeg BUMN ; TUSekJen DPR-RI ; WaSekJen DPR-RI ; BURT DPRRI ; Komisi1 DPRRI ; Komisi2 DPRRI ; Komisi3 DPRRI ; Komisi4 DPRRI ; Komisi5 DPRRI ; Komisi6 DPRRI ; Komisi7 DPRRI ; Komisi8 DPRRI ; Komisi9 DPRRI ; P3I Ekonomi ; P3I HI ; P3I Hukum ; Pemberitaan HuMasMPRRI ; Nasional ListGroup ; K Prawira NasionalList 
Sent: Monday, May 08, 2006 6:02 AM
Subject: [nasional-list] SOSOK NASIONALIS 45


  
Sosok Nasionalis 45


Sikap Nasionalisme Baru kini muncul menggelora di berbagai Negara penghasil MiGas sebagai wujud perlawanan terhadap globalisasi penguasaan produksi dan perdagangan MiGas oleh kapitalis skala dunia. Terakhir dapat disimak bagaimana Bolivia menasionalisasi sumber2 daya alamnya pada tanggal 1 Mei 2006 ybl, belum lagi kuliah Mahathir Muhamad yang mantan Perdana Menteri Malaysia pada tanggal 4 Mei 2006 ybl dimana ditegaskan bahwasanya "Negara yang lemah perlu kukuhkan semangat nasionalisme kita di zaman globalisasi". Mahathir menegaskan hal itu bukan tanpa bukti, kini Petronas jauh mengungguli Pertamina yang justru dikerdilkan sejak 1975 dan terakhir dikalahkan dari ExxonMobil di Blok Cepu sebagai Lead Operator di negerinya sendiri. Inilah kontroversi bahkan paradoks yang kita alami kini, sementara Nasionalisme Baru menjadi andalan keyakinan berbangsa dan bernegara di berbagai belahan dunia, kita di Indonesia malahan merasa menjadi galau dengan keyakinan Nasionalismenya terutama Nasionalisme MiGas. Padahal berbekal Nasionalisme itulah maka Kemerdekaan Indonesia berhasil direbut pada tanggal 17 Agustus 1945, lalu dipertahankan oleh Angkatan 45 melalui Perang Kemerdekaan I dan II dengan hasil diakuinya Kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 oleh dunia internasional.


Berkenaan dengan Sikap Nasionalisme Baru terkait MiGas ini, menjelang tanggal 11 Mei 2006, maka adalah cukup bijaksana bilamana kita napak tilas tanggal 11 Mei 2005 ybl, yakni saat peristiwa hukum Pernyataan Bersama tentang UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi adalah sepatutnya Batal Demi Hukum oleh berbagai komponen pemangku kepentingan MiGas nasional yakni MASBETA (Masyarakat Bela Tanah Air), SPKP (Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina), KOPPERTA (Koperasi Purnakarya Pertamina), MASDEM (Mimbar Aspirasi Demokrat), ILUNI UI Jakarta, FORTANA (Forum Tenaga Kerja Pertamina), FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu), Front Revolusi 45, AMD (Angkatan Muda Demokrat, Banten), Pusat Kajian Indonesia Baru di Jakarta Pusat.


Seperti diketahui kemudian, terkait Blok MiGas Cepu di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan propinsi Jawa Timur, Memorandum of Understanding ditandatangani pada tanggal 25 Juni 2005, Kontrak Kerja Sama ditandatangani pada tanggal 17 September 2005 dan Joint Operating Agreement ditandatangani pada tanggal 15 Maret 2006. Nah, kalau saja pemerintah pada rentang waktu dari 12 Mei 2005 sampai dengan 24 Juni 2005 itu tidak mengabaikan atau tidak mengesampingkan keberadaan Pernyataan Bersama 11 Mei 2005 itu, maka kini akan tidak terjadi kontroversi atau paradoks seperti tersebut diatas itu, walaupun tidak juga dapat dipungkiri bahwasanya setelah itu ada upaya-upaya pemulihan pragmatis yaitu antara lain mengundang penegasan investor dari China untuk membangun Industri Energi Listrik dan investor dari Timur Tengah untuk membangun Industri Energi MiGas di Indonesia. Bagaimanapun upaya-upaya pemulihan ini tidak bisa serta merta membuktikan hasilnya, karena butuh rentang waktu tertentu untuk realisasinya.


Dalam pengertian realitas kekinian, sesungguhnya masih ada upaya lain yang dapat dilakukan sebagai gerak pemulihan strategik yaitu antara lain berupa perbaikan bagi Nation & Character Building. Dalam kaitan inilah, dari pengalaman empiris, Angkatan 45 telah membuktikan dalam selang waktu 1945 s/d 1949 berhasil mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dari tantangan ancaman gangguan dan hambatan rekolonialisasi Belanda atas Indonesia dengan membonceng tentara sekutu saat itu. Roh perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia itu kemudian ditandai sebagai Roh Kejuangan 45 yaitu Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45 yang formulasinya dirintis sejak 6 Desember 1971 oleh Lembaga Pembina Jiwa 45 yang diketuai oleh Prof Sunario, SH dengan tugas-tugas sebagai berikut : (1) Menyelidiki dan membahas sarana-sarana dan mengumpulkan bahan-bahan data-data yang diperlukan untuk merumuskan nilai-nilai jiwa dan semangat 45, (2) Menggali, meneruskan dan mengembangkan Jiwa, Nilai-nilai dan Semangat 45 kepada Angkatan Muda dan Angkatan-angkatan selanjutnya, (3) Penulisan dan penerbitan sejarah Perjuangan 45.


Momentum Sikap Nasionalisme Baru yang mendunia itu adalah isyarat strategik bagi upaya-upaya pemulihan Nation & Character Building mengingat bahwasanya Jiwa Semangat dan Nilai-nilai Kejuangan 45 (JSNK45) itu boleh dianggap sebagai "ideologi" bagi warga peduli bela tanah air dan peduli kawal 9 (sembilan) Pusaka Indonesia yakni Bendera Sang Saka Merah Putih; Sesanti Bhinneka Tunggal Ika; Soempah Pemoeda 1928; Lagu Kebangsaan Indonesia Raya; Pancasila; Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945; UUD 1945; Wawasan Nusantara; Jiwa, Semangat dan Nilai2 Kejuangan 45, apalagi ditengah tantangan, ancaman, hambatan, gangguan Doktrin McArthur-Churchill [Tabloid Cita-cita, Oktober 2005] dan skenario RAND Corporation [Tabloid Intelijen, April 2006].


Dan warga yang bersikap demikian, boleh disebut sebagai Nasionalis 45 karena platformnya adalah modal pokok 9 (sembilan) Pusaka Indonesia itu, dengan lain perkataan, terbentuk dan terpeliharanya watak, kepribadian dan Kepemimpinan Bangsa yang sesuai JSNK45 [Pasal-7 ayat-1 AD BPP JSNK45, MuBeNas XI/2001 Angkatan 45] adalah guna menghasilkan sosok-sosok Nasionalis 45 yang senantiasa mengemban strategi Kemerdekaan, Kebersatuan dan Kedaulatan guna menggapai Keadilan dan Kemakmuran bagi rakyat


Jakarta, 7 Mei 2006


DR Ir Pandji R. Hadinoto, MH / Masyarakat Bela Tanah Air 45 / eMail : masbeta45 at yahoo.com 


--------------------------------------------------------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. 

SPONSORED LINKS Conservative politics  Bali indonesia  Indonesia hotel  
      Organizational politics  


--------------------------------------------------------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 

  a..  Visit your group "nasional-list" on the web.
    
  b..  To unsubscribe from this group, send an email to:
   nasional-list-unsubscribe at yahoogroups.com
    
  c..  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


--------------------------------------------------------------------------------

-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: http://gate.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20060508/21132b38/attachment.html


More information about the Marinir mailing list