[Marinir] Re: [mediacare] [Kompas] Salahuddin Wahid: "Benarkah Ada Neo-PKI?"

endeha at gmx.de endeha at gmx.de
Sun May 7 13:26:01 CEST 2006


N D H :
---------
Re: Yap Hong Gie
REKONSILIASI.
.
1.Siap BBB (Bersama Bnekerjasama Bekerjabersama) Demokratis Humanis
2.Global Pikir Lokal Bertindak
3.Relevansi Transparansi
4.Pakai Tatanan Indonesia Pancasila HAM HAA (Hak Azasi Alklam)
5.Tiap Daerah Lokal Kab Kec Desa Kel Warga
6.Pakai Ukuran Sama butir 4
7.Dilengkapi Final Demokrasi Lokal !
.
Bisa nggak ?!
Ahli Saptamarga Pak SBY pasti bisa berani lakukan inztensip ketat !
Tapi jangan main paksa hanya disiplin buklan pakai pistol !
.
ndh
Rekan Tua


=======================================================================
> Von: "Yap Hong Gie" <ouwehoer at centrin.net.id>
> An: "Posting X-PPI '77-'87" <X-PPI_Se-Eropa77-87 at yahoogroups.com>,
> "Posting Wahana-news" <wahana-news at yahoogroups.com>, "Posting
Tionghoa-net"
> <tionghoa-net at yahoogroups.com>, "Posting Nasional"
> <nasional-list at yahoogroups.com>, "Posting Marinir TNI/AL"
<marinir at polarhome.com>, "Posting IndoUsaMil"
> <IndoUsaMil at yahoogroups.com>, "Posting FSAB" <FSAB at yahoogroups.com>, "Post
> PPIIndia" <ppiindia at yahoogroups.com>, "Post MediaCare"
> <mediacare at yahoogroups.com>
> Kopie: "Gudang Data" <gudanggue at gmail.com>
> Betreff: [mediacare] [Kompas] Salahuddin Wahid: "Benarkah Ada Neo-PKI?"
> Datum: Sun, 7 May 2006 12:17:54 +0700
> 
> Apabila benar PAKORBA mewakili suara para korban dan seluruh keturunan
> PKI, 
> bahwa adanya tuntutan bersyarat: "Rehabilitasi, Ganti Rugi, Pencabutan 
> TAP-MPRS, dan Pengadilan bagi Soeharto", maka pernyataan Dr. Ribka
> Ciptaning 
> Proletariati benar sekali:
> " Tidak akan pernah ada Rekonsiliasi !"
> 
> 
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> 
> Sinar Harapan, 15 Sepetember 2003: "Mendengar Suara Korban"
> (kutipan):
> "Pendapat senada muncul dari Ketua Umum Paguyuban Korban Orde Baru"
> (Pakorba), Dr. Ribka Ciptaning juga menegaskan bahwa tanpa rehabilitasi,
> tanpa ganti rugi, tanpa pencabutan TAP-MPRS, dan tanpa pengadilan bagi
> Soeharto, tidak mungkin ada rekonsiliasi."
> 
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> 
> 
> http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/13/opini/2500518.htm
> 
> Opini
> Senin, 13 Maret 2006
> Benarkah Ada Neo-PKI?
> Salahuddin Wahid
> 
> Tanggal 12 Maret 2006, 40 tahun lalu, Pak Harto membubarkan Partai Komunis
> Indonesia. Sehari sebelumnya, Pak Harto menerima Surat Perintah Sebelas
> Maret dari Presiden Soekarno. Inti Supersemar adalah memberi perintah
> kepada
> Pak Harto untuk memulihkan keamanan, dan yang pertama dilakukan adalah
> membubarkan PKI.
> 
> Keputusan itu mencerminkan aspirasi masyarakat, dan pembubaran PKI adalah
> urutan pertama Tritura. Lalu, TAP MPRS No XXV/1966 mengukuhkan kebijakan
> Pak Harto, ditambah ketentuan pelarangan penyebaran ajaran komunisme.
> 
> Tuntutan pencabutan TAP MPRS itu didukung Presiden Abdurrahman Wahid.
> Tuntutan itu mendapat penolakan dari berbagai pihak. Mahkamah Konstitusi
> menentukan, Pasal 60 huruf g dari UU Pemilu Legislatif harus diubah, yang
> memungkinkan mantan tahanan politik (tapol) menjadi caleg. Sementara itu,
> sejumlah tapol mengajukan class action di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
> menuntut rehabilitasi terhadap jutaan anggota PKI.
> 
> 
> Terlarang
> Sekitar 10 tahun lalu, Partai Rakyat Demokratik (PRD) pernah dinyatakan
> sebagai partai terlarang dan pimpinannya ditahan. Kini PRD bebas melakukan
> kegiatan. Buku-buku beraliran kiri pun kini mudah diperoleh, termasuk yang
> membela PKI (1948 dan 1965). Sebaliknya, buku yang memperkuat argumentasi
> keterlibatan PKI (bahkan keterlibatan Bung Karno) juga beredar.
> Kabarnya, buku Sukarno's File amat laris.
> 
> Dulu anak-anak mantan tapol sembunyi menghindari risiko. Kini mereka
> berani
> tampil. Buku Ribka Ciptaning, Aku Bangga Jadi Anak PKI, menumbuhkan
> keberanian diri keturunan para mantan tapol.
> 
> Sementara itu, sejumlah anak muda NU berkeinginan kuat untuk melakukan
> rekonsiliasi kultural dengan keluarga para mantan tapol. Juga ada kerja
> sama
> antara putra-putri korban G30S dan putra-putri yang terlibat G30S serta
> putra-putri tokoh DI/TII melalui Forum Silaturahmi Anak Bangsa.
> 
> Bagi sejumlah kalangan, keadaan itu melahirkan kekhawatiran akan
> bangkitnya "Neo-PKI". Mereka masih belum bisa melupakan pemberontakan
> PKI tahun 1948 dan 1965. Mereka khawatir PKI akan muncul kembali.
> Apakah kekhawatiran wajar atau berlebihan?
> 
> Kita menolak PKI kembali atau munculnya partai baru yang akan melakukan
> cara-cara yang sama dengan PKI. Jika partai semacam itu muncul, tentu akan
> muncul perlawanan dari kelompok lain. Pertanyaannya, apakah ada indikasi
> muncul dan bangkitnya partai semacam itu?
> 
> Tidak mudah menjawabnya, tergantung indikator yang dipakai. Jika warga PKI
> dan keturunannya memperjuangkan dihilangkannya perlakuan diskriminatif,
> tentu tidak ada yang salah. Jika ada yang ingin rekonsiliasi, juga tidak
> salah. Pemulihan hak dipilih mantan tapol oleh MK memang menimbulkan
> penolakan, termasuk oleh seorang anggota MK. Namun, itu adalah realitas
> politik seperti keberadaan TAP MPRS No XXV/1966 yang ditentang sebagian
> kalangan.
> 
> 
> Saling memaafkan
> 
> Kekhawatiran munculnya kembali PKI atau Neo-PKI yang berperangai seperti
> PKI dulu berdasar pengalaman 1950, saat PKI direhabilitasi setelah
> melakukan
> pemberontakan Madiun. PKI pun tumbuh cepat dan menjadi pemenang ke-4
> Pemilu 1955. Setelah itu, PKI memperkuat diri, melakukan provokasi, dan
> berujung pada G30S tahun 1965.
> 
> Mungkinkah hal itu terulang lagi? Mungkin saja. Yang penting, kita harus
> menyadari, pertentangan ideologi yang diwujudkan dalam penyusunan kekuatan
> massa dan disiapkan untuk melakukan "perang", seperti terjadi di masa
> lalu,
> akan menghancurkan bangsa Indonesia. Karena itu, harus dicegah.
> 
> Kita, tanpa kecuali, telah melakukan kesalahan besar sebagai bangsa di
> masa
> lalu dan harus belajar dari kesalahan itu untuk tidak mengulanginya di
> masa
> depan. Saling curiga harus dikurangi sampai tingkat minimum. Saling
> percaya
> harus mulai ditumbuhkan. Amat ideal jika bisa dilakukan langkah saling
> meminta dan memberi maaf. Untuk itu, harus dimulai dengan dialog
> antarkedua
> kelompok bertentangan untuk menyampaikan apa yang diharapkan dan yang
> tidak diharapkan dari tiap kelompok.
> 
> Salahuddin Wahid
> Ketua Badan Pembina Barisan Rakyat Sejahtera (Barasetra) 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
> You can search right from your browser? It¿s easy and it¿s free.  See how.
> http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/IRislB/TM
> --------------------------------------------------------------------~-> 
> 
> Web:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> 
> Klik: 
> 
> http://mediacare.blogspot.com
> 
> atau
> 
> www.mediacare.biz
> 
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> mediacare-subscribe at yahoogroups.com
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> <*> To visit your group on the web, go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> 
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>     mediacare-unsubscribe at yahoogroups.com
> 
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
>  
> 
> 

-- 
Echte DSL-Flatrate dauerhaft für 0,- Euro*!
"Feel free" mit GMX DSL! http://www.gmx.net/de/go/dsl


More information about the Marinir mailing list