[Marinir] Tanpa Pancasila, Indonesia Sudah Alami "Balkanisasi"

Yap Hong Gie ouwehoer at centrin.net.id
Sun Jun 10 19:36:53 CEST 2007


http://www.antara.co.id/arc/2007/6/8/tanpa-pancasila-indonesia-sudah-alami-balkanisasi/

Nasional
08/06/07 08:53
Tanpa Pancasila, Indonesia Sudah Alami "Balkanisasi"

Jakarta (ANTARA News) - Sebuah anugerah Tuhan maha dahsyat dan sangat
membahagiakan seluruh rakyat Indonesia, ialah bangsa ini selamat dari proses
'Balkanisasi' pasca 1997, karena ada kekuatan dahsyat yang dipancarkan
nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, utamanya kebangsaan.

"Indonesia masih satu pasca 1997. Ini sesuatu hal yang membahagiakan.
Padahal, analisis dunia waktu itu, akan terjadi 'Balkaisasi'. Kita
diuntungkan oleh adanya nilai-nilai kebangsaan yang ada di dalam ideologi
Pancasila 1 Juni 1945 galian Bung Karno," ungkap pengamat politik LIPI, Prof
Dr Ikra Nusa Bhakti, di Jakarta, Rabu (6/6) malam, dalam diskusi
memperingati Hari Lahir Bung Karno dan perayaan 62 tahun Hari Lahir
Pancasila 1 Juni 1945.

Dia berbicara itu ketika tampil bersama Dr J Kristiadi (CSIS), Direktur
Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS), Dr Sukardi Rinakit dan Ketua Dewan
Pertimbangan Organisasi (DPO) Presidium Persatuan Alumni (PPA) Gerakan
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Dr Ir Siswono Yudohusodo selaku pembawa
"keynote speaker".

"Saya tetap meyakini, kekuatan Pancasila sebagai ideologi nasional Indonesia
itu, karena penggalinya mampu menggabungkan nilai-nilai luhur bangsa ini,
juga nilai-nilai universal lainnya, menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang
membuat bangsa ini tetap kokoh, kendati diterpa badai-badai dahsyat," kata
Ikra Nusa Bhakti.

NKRI, menurutnya, didirikan dan dibangun oleh banyak kekuatan, yang terpola
dalam kubu "ko" dan "non ko-operasi".

"Itu juga yang terjadi dari waktu ke waktu, hingga kejadian insiden
interpelasi DPR RI versus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin.
Kemampuan Bung Karno untuk mensinergikan kekuatan "ko" dan "non ko" itulah
sebenarnya yang harus bisa dimainkan saat ini. "Beranteman" melulu tak akan
membuat kita maju," tandasnya.

Di bagian lain, Ikra Nusa Bhakti menyorot kritis tentang pola penyeragaman
ide dan gagasan serta implementasi, sebagaimana pernah jadi jargon di era
Orde Baru, yang membunuh kreativitas serta jati diri bangsa besar ini.

"Saya tetap percaya kepada ajaran Bung Karno, bahwa kemajemukan itu
memperindah taman sari Indonesia," tegas Ikra Nusa Bhakti. (*)



More information about the Marinir mailing list