[Marinir] [tempoint'f] Jalan Buntu di Grati
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Mon Jun 11 04:17:09 CEST 2007
Lahan TNI mau dijarah, Hutan Lindung dikuasai, kalau aksi-aksi semacam ini
dibiarkan terus, maka sebentar saja P. Jawa dikuasai oleh Kerajaan para
Spekulan tanah, dengan pasukan preman dan para jawaranya.
Apakah rakyat yang menimati tanah-tanah tersebut?
Mereka kembali akan tinggal berhimpitan dikampung-kampung kumuh, bayar sewa
pula!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
http://www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2007/06/05/nrs,20070605-02,id.html
Jalan Buntu di Grati
Selasa, 05 Juni 2007 | 12:11 WIB
Pertemuan antara warga Alas Tlogo dan TNI Angkatan Laut untuk menyelesaikan
masalah sengketa tanah di Grati, Pasuruan, berakhir buntu.
Perundingan, yang digelar pascainsiden penembakan oleh anggota marinir
hingga menewaskan empat warga desa, itu tidak membuahkan hasil karena kedua
pihak berkukuh pada pendirian masing-masing. Warga menuntut Pusat Latihan
Tempur di Grati dipindahkan ke luar Pasuruan.
Adapun TNI AL tetap menawarkan kompensasi warga yang dipindahkan berupa
tanah 500 meter persegi dan uang Rp 10 juta untuk membangun rumah.
TUNTUTAN WARGA
1. Tanah seluas 3.676 hektare di 11 desa dikembalikan kepada rakyat.
2. Sertifikat hak pakai yang diberikan kepada TNI AL segera dibatalkan.
3. Pusat Latihan Tempur TNI AL di Grati dipindahkan ke luar Pasuruan
4. Proses jual-beli lahan yang pernah terjadi dengan TNI AL ditinjau ulang.
5. Pengungkapan dokumen surat-surat tanah palsu yang dijadikan bukti oleh
pihak militer.
TAWARAN TNI AL
1. Rencana ulang tata ruang lahan.
2. Relokasi warga (masing-masing keluarga diberi tanah 500 meter persegi
ditambah dana pembangunan rumah Rp 10 juta).
Total tanah yang diperuntukkan bagi warga 420 hektare, termasuk untuk
fasilitas umum 20 hektare dan tanah bengkok 70 hektare.
3. Korban penembakan, Choirul bin Sutrisno, 3 tahun, menjadi anak angkat
pemimpin TNI AL.
4. Pengobatan gratis warga korban bentrokan.
Kutipan
"Tak mungkin TNI AL melepas, karena tanah itu akan dipakai latihan."
-- Jusuf Kalla, Wakil Presiden
"Kalau kami hanya dapat tanah 500 meter, kami makan dari mana"
-- Purwo Eko, Kepala Desa Sumberanyar, Nguling
Sumber: Koran Tempo
More information about the Marinir
mailing list