[Marinir] Garuda Berlindung di Bawah Bunker
Yap Hong Gie
ouwehoer at centrin.net.id
Mon Jun 11 19:13:35 CEST 2007
http://batampos.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=23175&Itemid=97
Garuda Berlindung di Bawah Bunker
Jumat, 08 Juni 2007
Lebanon Gawat, Pasukan Indonesia Tunggu Bantuan
JAKARTA (BP) - Konflik di Lebanon membuat pasukan Garuda XXIII-A ekstra
waspada. Kondisi yang tidak menentu berimbas pada meningkatnya status
keamanan dari hijau menjadi kuning. Jika kondisinya terus meningkat status
akan berubah jadi merah.
Perwira penerangan kontingen Garuda di Lebanon, Mayor (Kav) Irawadi
menjelaskan, pasukan sudah melakukan apel kesiapsiagaan.
"Itu merupakan perintah dari panglima Unifil Mayjen Claudio Graziano, tidak
hanya dari Indonesia saja namun juga dari negara lain," ujarnya saat
dihubungi dari Jakarta kemarin.
Lebanon semakin memanas karena pasukan lokal berseteru dengan milisi Fatah
al Islam di bagian selatan. Belum lagi ditambah kontroversi antara pendukung
pengadilan internasional atas kasus pembunuhan Rafiq Hariri. Hal itu terkait
dengan dugaan intervensi kepentingan pro - barat dan pro- Syria.
Setiap hari, anggota pasukan Garuda harus membawa ransel, body vest, helm
dan senjata perorangan. Setiap ransel dapat digunakan sebagai sarana
survival (bertahan hidup) hingga tiga hari. "Pasukan juga berlatih untuk
berlindung di dalam bunker berhari-hari," katanya.
Di dalam shelter perlindungan itu, anggota pasukan Garuda juga tetap membawa
perangkat pribadi. Di dalam shelter juga sudah dilengkapi makanan dan
minunan untuk bertahan selama tiga hari. Jumlah personel yang mampu
ditampung di dalam shelter sebanyak 24 orang. Radio, peta dan westafel juga
tersedia sesuai standar PBB.
"Saat ini kontingen Indonesia sedang menunggu bantuan tambahan shelter -
shelter tersebut. Jumlah shelter saat ini belum mencukupi," katanya. Unifil
menugaskan kompi zeni dari kontingen Spanyol dan Filandia untuk menyiapkan
kekurangan shelter untuk pasukan Garuda tersebut, sementara sebagian anggota
yang lain masuk ke dalam Ranpur (kendaraan tempur).
Saat berlangsung perang di Lebanon pada Juli 2006, kontingen India dan Ghana
berlindung di dalam shelter sejenis ini sehingga tidak ada korban jiwa.
Korban meninggal yang ada saat itu berasal dari observers (pengamat militer)
yang berada di pos Khiam, saat shelter/bunker tersebut dihujani peluru udara
Israel.
Pasukan Garuda diharapkan bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu.
Perubahan status menjadi kuning juga berpengaruh pada pelaksanaan patroli
dan penjagaan. (jpnn)
More information about the Marinir
mailing list