[Marinir] OPINI [was: Insiden Pasuruan - Versi Marinir

nenny hartono nenhar at yahoo.com
Tue Jun 12 07:44:15 CEST 2007


Om Krisna, apa kabar?
surprise juga aku baca ada komentar dari om Krisna di
milis ini.....
gitu dong komentar/tulisan dari para sesepuh marinir
sangat diharapkan supaya milis ini jadi lebih berwarna

salam kangen
nenny hartono



--- Krisna Rubowo <krub at cbn.net.id> wrote:

> Ozy,
> Appriciate for your informtion,
> Terus terang saya sebel dan sakit hati sama comments
> di surat2 kabar 
> terutama yg disampaikan oleh para politisi. Dan
> sekarang, looks apa yg 
> diucapkan oleh itu pak Mahfud MD. Semoga beliau
> dapat baca yg anda ungkapan.
> Beruntung rekan2 kita masih bisa cool down  dan
> meletakkan kepercayaan pada 
> kearifan dan kebijakan pimpinan.
>  krisna /Angg.Paguyuban Purna Marinir-Former Marine
> Association
> ----- Original Message ----- 
> From: "Yap Hong Gie" <ouwehoer at centrin.net.id>
> To: "Post Hankam" <hankam at yahoogroups.com>; "Post
> IndoUsaMil" 
> <IndoUsaMil at yahoogroups.com>; "Post KIAD"
> <KIAD at yahoogroups.com>; "Post 
> Marinir TNI-AL" <marinir at polarhome.com>; "Post
> Mediacare" 
> <mediacare at yahoogroups.com>; "Post Nasional" 
> <nasional-list at yahoogroups.com>; "Post T-net" 
> <tionghoa-net at yahoogroups.com>; "Post Wahana-News" 
> <wahana-news at yahoogroups.com>; "Post
> X-PPI-Eropa77-87" 
> <X-PPI_Se-Eropa77-87 at yahoogroups.com>
> Sent: Sunday, June 10, 2007 1:23 AM
> Subject: [Marinir] OPINI [was: Insiden Pasuruan -
> Versi Marinir
> 
> 
> >
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/message/69743
> >
> > -------Original Message-------
> > From: mouse gun
> >
> > Dari pengalaman saya, terutama dengan kaliber
> 5.56x45mm NATO atau
> > dikenal juga dengan .223 Remington (sama dengan yg
> digunakan di SS1
> > Marinir), maka ricochet saat peluru mengenai tanah
> bisa saja terjadi
> > walaupun permukaan tanah berupa tanah biasa tanpa
> bebatuan.
> > Yg lebih menentukan probability dari ricochet
> adalah angle of impact
> > terhitung dari nadir (sumbu tegak lurus dari
> permukaan tanah).
> > Makin jauh impact area di permukaan tanah dari si
> penembak, maka makin
> > besar pula off-nadir impact angle dari peluru.
> > Makin besar sudut off-nadir impact angle ini,
> makin besar kemungkinan
> > ricochet akan terjadi.
> >
> > Tembakan "Dopper" yg disebutkan oleh Dankormar
> adalah praktek menembakkan
> > peluru tajam di depan prajurit utk memberikan
> simulasi dari effects
> > pertempuran. Akan tetapi Dopper biasanya dilakukan
> dari samping (misalnya
> > prajurit merayap ke utara, maka pelatih akan
> melakukan tembakan Dopper ini
> > dari sisi timur ke arah barat, atau sebaliknya.
> Dengan demikian bila
> > terjadi ricochet, projectile-nya tidak mengenai
> prajurit yg sedang 
> > latihan.
> >
> >
> > Yg ingin saya ketahui di kasus Pasuruan adalah:
> > 1. Peta posisi satuan Marinir relatif terhadap
> gerombolan massa.
> > 2. Jarak antara Marinir dan massa saat tembakan
> dilepaskan.
> > 3. Bila melakukan tembakan dopper, lokasi mana yg
> dijadikan sasaran
> >  dopper effects.
> > 4. Jenis peluru yg ditembakkan ( 55 grain lead
> core/M193, atau 62 grain
> >  tungsten core / M855 )
> >
> > Juga dari pengalaman saya dan teman2 disini,
> projectile yg sudah ricochet,
> > walaupun masih utuh, biasanya sudah kehilangan
> most of its energy.
> > Disamping itu peluru ini sudah tidak terbang lurus
> seperti aslinya.
> > Peluru bisa terbang terbalik, menyamping
> (keyholing), atau berputar-putar
> > (tumbling) sambil terus melayang di udara. Oleh
> sebab itu, luka yg
> > ditimbulkan oleh ricochet bullet biasanya memliki
> penetrasi yg tidak 
> > terlalu
> > dalam (superficial) terutama bila peluru mengenai
> korban dalam posisi
> > keyholing.
> > Kecil kemungkinan peluru 5.56mm yg ricochet dapat
> menembus tubuh korban.
> >
> >
> > WARNING: untuk yg sensitive terhadap human
> sufferings, disarankan tidak
> > membaca paragraph berikut dibawah.
> > Informasi ini diberikan sebagai technical
> information yg menyertai 
> > ballistic
> > dan forensic analysis dari luka tembak yg
> diakibatkan oleh kaliber 
> > tertentu.
> >
> > Jenis luka seperti yg dialami oleh bocah 3 tahun,
> dimana butiran/serpihan
> > peluru memasuki dadanya dan berhenti di tulang
> rusuk, masuk kriteria luka
> > tembak yg dapat diakibatkan oleh peluru ricochet.
> Sebab bila ditembakkan
> > secara langsung, si bocah ini tidak akan selamat.
> Believe me. Peluru 
> > 5.56mm
> > ini memiliki high muzzle velocity (3200 FPS di
> M16A2).
> > Dibawah jarak 100 meter, peluru ini masih terbang
> diatas kecepatan 2400 
> > FPS,
> > yg berarti dia masih memiliki energy sangat besar
> bisa mengenai korban.
> > Walaupun massa peluru kecil, namun karena
> kecepatan yg tinggi energy yg
> > dikandung tetap besar.
> > Saat peluru jenis ini memasuki soft tissue (spt
> tubuh manusia), maka yg 
> > akan
> > terjadi adalam transfer of energy dari peluru ke
> tissue di sekitar luka
> > tembak. Sebab peluru akan mengalami sudden
> deceleration (perlambatan),
> > sedangkan sesuai hukum fisika harus ada
> conservation of energy.
> > Jadi energy yg hilang dari peluru akan diserap
> oleh jaringan lunak di
> > sekitar luka tembak. Jaringan ini akan terhempas
> oleh energy dari peluru,
> > membuka secara sangat tiba-tiba, mengakibatkan apa
> yg disebut "temporary
> > cavity" yg sangat besar utk kaliber ini.
> >
> > Temporary cavity ini jauuuuh lebih besar dari
> lubang yg dibuat peluru itu
> > sendiri. Secepat temporary cavity ini terbentuk,
> secepat itu pula dia akan
> > collapsed. Proses ini menimbulkan shock pada soft
> tissues atau organ tubuh
> > disekitar luka.
> > Shock ini yg mengakibatkan memar pada tissues dan
> organs, yg kemudian
> > mengakibatkan pendarahan dalam yg massive. Bahkan
> proses terbentuknya
> > temporary cavity ini dapat saja melebihi dari
> kemampuan tensile kulit
> > manusia, sehingga yg sering terjadi bullet exit
> wound akan jauh lebih 
> > besar
> > dari entry wound. Karena tissues dan kulit simply
> pecah karena hydro shock
> > yg diterima terlalu besar.
> >
> > Disamping itu caliber 5.56 NATO ini juga memiliki
> tendensi utk fragmentasi
> > di dalam tubuh korban bila impact dengan tubuh
> korban terjadi saat peluru
> > masih terbang dengan kecepatan diatas 2400 FPS.
> Bila saya tidak salah 
> > ingat
> > hingga jarak 150 meter hal ini masih berlaku.
> Peluru yg pecah di dalam
> > tubuh korban akan menghasilkan permanent cavity yg
> lebih besar, walaupun
> > penetration biasanya juga berkurang (but still
> enough to go through the
> > body).    END of WARNING
> >
> >
> > Jadi utk korban si bocah usia 3 tahun diatas besar
> kemungkinan dia terkena
> > peluru yg ricochet atau bagian dari peluru yg
> pecah saat ricochet.
> >
> > Yg membuat saya sangsi atas claim bahwa semua
> korban terkena peluru 
> > ricochet
> > adalah korban ibu hamil yg berada di dalam rumah
> saat dia tertembak.
> > Dari yg saya baca di koran, ibu ini telah menutup
> pintu rumahnya saat 
> > peluru
> > menembus pintu rumah, mengenai kepala beliau
> hingga tembus dan 
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/


More information about the Marinir mailing list