[Marinir] Marinir harap bersabar

eko yudhanarto ekoyudhanarto at yahoo.com
Tue Jun 12 06:51:56 CEST 2007


  “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali-Imran : 200)
  Kehidupan ini penuh dengan problema, beragam ujian dan cobaan senantiasa menjadi bagian dari kehidupan. Sejak zaman nabi Adam sampai sekarang pun, manusia tetap akan menjalani berbagai ujian dalam hidupnya, tergantung kemampuan yang ada pada diri mereka. Manusia perlu kesabaran untuk menghadapi kehidupan ini sebab dengannya seseorang mampu mengharungi hidup dalam kerangka berfikir yang lebih baik. 
   
  Sabar artinya tahan menghadapi cobaan . Sabar adalah menahan dan mencegah diri dari kesedihan yang berlebihan dan kemarahan . Maksudnya adalah bagaimana kita menyikapi cobaan yang menimpa dengan adab yang baik dan ridha terhadap ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala. 
   
  lihat salah satu dari tiga macam kesabaran :
    
   Sabar dalam taat kepada Allah, maksudnya senantiasa berbuat taat dan rutin memelihara ibadah.   
   Sabar tidak melakukan maksiat kepada Allah, yaitu konsisten melawan hawa nafsu untuk mencegahnya dari perbuatan yang  dilarangnya  
   Sabar atas cobaan Allah, yakni bersabar atas segala musibah dan fitnah yang menimpa. 
  Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk bersabar dengan baik, memaafkan dengan baik, dan menjauhi orang dengan cara yang baik. Yang dimaksud dengan sabar yang baik adalah sabar yang tidak disertai keluhan. Memaafkan dengan baik adalah memaafkan tanpa mencela, tanpa menyesalkan, dan tanpa kekerasan. Sedangkan menjauhi orang dengan cara yang baik yaitu menjauhi seseorang tanpa menyakiti orang tersebut 
   
  Lalu kesabaran macam apakah yang dibutuhkan seorang pemimpin dalam menghadapi situasi-situasi yang seakan-akan merobek-robek nadi ini? 
  Kondisi dan situasi kritis itu sama sekali tidak mempengaruhi ketegaran seorang pemimpin Justru hal itu merupakan ekses kesabaran yang menambah kesabaran sebelumnya. 
   
  bersabarlah marinir-ku!, kebenaran selalu ada dibelakang. berhati-hatilah marinirku karena musuh-musuhmu menghadang dengan segala jebakan dan tipu muslihat. tipu muslihat berkedok hukum, tipu muslihat berkedok hak asasi, tipu muslihat berkedok demokrasi dan ribuan tipu muslihat lainnya. kamu telah terlatih dan telah disiapkan untuk berbagai macam kancah peperangan .........
   
  wassalam
   
   
  ekoyudhanarto
   
   
  
marinir-request at polarhome.com wrote:
  Send Marinir mailing list submissions to
marinir at polarhome.com

To subscribe or unsubscribe via the World Wide Web, visit
http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir
or, via email, send a message with subject or body 'help' to
marinir-request at polarhome.com

You can reach the person managing the list at
marinir-owner at polarhome.com

When replying, please edit your Subject line so it is more specific
than "Re: Contents of Marinir digest..."


Today's Topics:

1. Tanpa Pancasila, Indonesia Sudah Alami "Balkanisasi"
(Yap Hong Gie)
2. [tempoint'f] Jalan Buntu di Grati (Yap Hong Gie)
3. Re: OPINI [was: Insiden Pasuruan - Versi Marinir (Krisna Rubowo)


----------------------------------------------------------------------

Message: 1
Date: Mon, 11 Jun 2007 00:36:53 +0700
From: "Yap Hong Gie" 
Subject: [Marinir] Tanpa Pancasila, Indonesia Sudah Alami
"Balkanisasi"
To: "Post Nasional" , "Post Marinir
TNI-AL" , "Post T-net"

Message-ID: <003b01c7ab85$f3f5a2b0$866549ca at aspire5550>
Content-Type: text/plain; format=flowed; charset="iso-8859-1";
reply-type=original

http://www.antara.co.id/arc/2007/6/8/tanpa-pancasila-indonesia-sudah-alami-balkanisasi/

Nasional
08/06/07 08:53
Tanpa Pancasila, Indonesia Sudah Alami "Balkanisasi"

Jakarta (ANTARA News) - Sebuah anugerah Tuhan maha dahsyat dan sangat
membahagiakan seluruh rakyat Indonesia, ialah bangsa ini selamat dari proses
'Balkanisasi' pasca 1997, karena ada kekuatan dahsyat yang dipancarkan
nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, utamanya kebangsaan.

"Indonesia masih satu pasca 1997. Ini sesuatu hal yang membahagiakan.
Padahal, analisis dunia waktu itu, akan terjadi 'Balkaisasi'. Kita
diuntungkan oleh adanya nilai-nilai kebangsaan yang ada di dalam ideologi
Pancasila 1 Juni 1945 galian Bung Karno," ungkap pengamat politik LIPI, Prof
Dr Ikra Nusa Bhakti, di Jakarta, Rabu (6/6) malam, dalam diskusi
memperingati Hari Lahir Bung Karno dan perayaan 62 tahun Hari Lahir
Pancasila 1 Juni 1945.

Dia berbicara itu ketika tampil bersama Dr J Kristiadi (CSIS), Direktur
Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS), Dr Sukardi Rinakit dan Ketua Dewan
Pertimbangan Organisasi (DPO) Presidium Persatuan Alumni (PPA) Gerakan
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Dr Ir Siswono Yudohusodo selaku pembawa
"keynote speaker".

"Saya tetap meyakini, kekuatan Pancasila sebagai ideologi nasional Indonesia
itu, karena penggalinya mampu menggabungkan nilai-nilai luhur bangsa ini,
juga nilai-nilai universal lainnya, menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang
membuat bangsa ini tetap kokoh, kendati diterpa badai-badai dahsyat," kata
Ikra Nusa Bhakti.

NKRI, menurutnya, didirikan dan dibangun oleh banyak kekuatan, yang terpola
dalam kubu "ko" dan "non ko-operasi".

"Itu juga yang terjadi dari waktu ke waktu, hingga kejadian insiden
interpelasi DPR RI versus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin.
Kemampuan Bung Karno untuk mensinergikan kekuatan "ko" dan "non ko" itulah
sebenarnya yang harus bisa dimainkan saat ini. "Beranteman" melulu tak akan
membuat kita maju," tandasnya.

Di bagian lain, Ikra Nusa Bhakti menyorot kritis tentang pola penyeragaman
ide dan gagasan serta implementasi, sebagaimana pernah jadi jargon di era
Orde Baru, yang membunuh kreativitas serta jati diri bangsa besar ini.

"Saya tetap percaya kepada ajaran Bung Karno, bahwa kemajemukan itu
memperindah taman sari Indonesia," tegas Ikra Nusa Bhakti. (*)



------------------------------

Message: 2
Date: Mon, 11 Jun 2007 09:17:09 +0700
From: "Yap Hong Gie" 
Subject: [Marinir] [tempoint'f] Jalan Buntu di Grati
To: "Post X-PPI-Eropa77-87" ,
"Post Wahana-News" , "Post PPIIndia"

, "Post Nasional"
, "Post Mediacare"
, "Post Marinir TNI-AL"
, "Post IndoUsaMil"

Message-ID: <004001c7abce$a41c4fc0$8b6549ca at aspire5550>
Content-Type: text/plain; format=flowed; charset="iso-8859-1";
reply-type=original

Lahan TNI mau dijarah, Hutan Lindung dikuasai, kalau aksi-aksi semacam ini 
dibiarkan terus, maka sebentar saja P. Jawa dikuasai oleh Kerajaan para 
Spekulan tanah, dengan pasukan preman dan para jawaranya.

Apakah rakyat yang menimati tanah-tanah tersebut?

Mereka kembali akan tinggal berhimpitan dikampung-kampung kumuh, bayar sewa 
pula!


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

http://www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2007/06/05/nrs,20070605-02,id.html

Jalan Buntu di Grati
Selasa, 05 Juni 2007 | 12:11 WIB

Pertemuan antara warga Alas Tlogo dan TNI Angkatan Laut untuk menyelesaikan
masalah sengketa tanah di Grati, Pasuruan, berakhir buntu.
Perundingan, yang digelar pascainsiden penembakan oleh anggota marinir
hingga menewaskan empat warga desa, itu tidak membuahkan hasil karena kedua
pihak berkukuh pada pendirian masing-masing. Warga menuntut Pusat Latihan
Tempur di Grati dipindahkan ke luar Pasuruan.
Adapun TNI AL tetap menawarkan kompensasi warga yang dipindahkan berupa
tanah 500 meter persegi dan uang Rp 10 juta untuk membangun rumah.


TUNTUTAN WARGA
1. Tanah seluas 3.676 hektare di 11 desa dikembalikan kepada rakyat.
2. Sertifikat hak pakai yang diberikan kepada TNI AL segera dibatalkan.
3. Pusat Latihan Tempur TNI AL di Grati dipindahkan ke luar Pasuruan
4. Proses jual-beli lahan yang pernah terjadi dengan TNI AL ditinjau ulang.
5. Pengungkapan dokumen surat-surat tanah palsu yang dijadikan bukti oleh
pihak militer.


TAWARAN TNI AL
1. Rencana ulang tata ruang lahan.
2. Relokasi warga (masing-masing keluarga diberi tanah 500 meter persegi
ditambah dana pembangunan rumah Rp 10 juta).
Total tanah yang diperuntukkan bagi warga 420 hektare, termasuk untuk
fasilitas umum 20 hektare dan tanah bengkok 70 hektare.
3. Korban penembakan, Choirul bin Sutrisno, 3 tahun, menjadi anak angkat
pemimpin TNI AL.
4. Pengobatan gratis warga korban bentrokan.


Kutipan
"Tak mungkin TNI AL melepas, karena tanah itu akan dipakai latihan."
-- Jusuf Kalla, Wakil Presiden

"Kalau kami hanya dapat tanah 500 meter, kami makan dari mana"
-- Purwo Eko, Kepala Desa Sumberanyar, Nguling

Sumber: Koran Tempo 



------------------------------

Message: 3
Date: Mon, 11 Jun 2007 11:50:07 +0700
From: "Krisna Rubowo" 
Subject: Re: [Marinir] OPINI [was: Insiden Pasuruan - Versi Marinir
To: "Mailing List Marinir TNI/AL" 
Message-ID: <000601c7abe3$fd312210$2d729eca at 427d36db169c46b>
Content-Type: text/plain; format=flowed; charset="iso-8859-1";
reply-type=original

Ozy,
Appriciate for your informtion,
Terus terang saya sebel dan sakit hati sama comments di surat2 kabar 
terutama yg disampaikan oleh para politisi. Dan sekarang, looks apa yg 
diucapkan oleh itu pak Mahfud MD. Semoga beliau dapat baca yg anda ungkapan.
Beruntung rekan2 kita masih bisa cool down dan meletakkan kepercayaan pada 
kearifan dan kebijakan pimpinan.
krisna /Angg.Paguyuban Purna Marinir-Former Marine Association
----- Original Message ----- 
From: "Yap Hong Gie" 
To: "Post Hankam" ; "Post IndoUsaMil" 
; "Post KIAD" ; "Post 
Marinir TNI-AL" ; "Post Mediacare" 
; "Post Nasional" 
; "Post T-net" 
; "Post Wahana-News" 
; "Post X-PPI-Eropa77-87" 

Sent: Sunday, June 10, 2007 1:23 AM
Subject: [Marinir] OPINI [was: Insiden Pasuruan - Versi Marinir


> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/message/69743
>
> -------Original Message-------
> From: mouse gun
>
> Dari pengalaman saya, terutama dengan kaliber 5.56x45mm NATO atau
> dikenal juga dengan .223 Remington (sama dengan yg digunakan di SS1
> Marinir), maka ricochet saat peluru mengenai tanah bisa saja terjadi
> walaupun permukaan tanah berupa tanah biasa tanpa bebatuan.
> Yg lebih menentukan probability dari ricochet adalah angle of impact
> terhitung dari nadir (sumbu tegak lurus dari permukaan tanah).
> Makin jauh impact area di permukaan tanah dari si penembak, maka makin
> besar pula off-nadir impact angle dari peluru.
> Makin besar sudut off-nadir impact angle ini, makin besar kemungkinan
> ricochet akan terjadi.
>
> Tembakan "Dopper" yg disebutkan oleh Dankormar adalah praktek menembakkan
> peluru tajam di depan prajurit utk memberikan simulasi dari effects
> pertempuran. Akan tetapi Dopper biasanya dilakukan dari samping (misalnya
> prajurit merayap ke utara, maka pelatih akan melakukan tembakan Dopper ini
> dari sisi timur ke arah barat, atau sebaliknya. Dengan demikian bila
> terjadi ricochet, projectile-nya tidak mengenai prajurit yg sedang 
> latihan.
>
>
> Yg ingin saya ketahui di kasus Pasuruan adalah:
> 1. Peta posisi satuan Marinir relatif terhadap gerombolan massa.
> 2. Jarak antara Marinir dan massa saat tembakan dilepaskan.
> 3. Bila melakukan tembakan dopper, lokasi mana yg dijadikan sasaran
> dopper effects.
> 4. Jenis peluru yg ditembakkan ( 55 grain lead core/M193, atau 62 grain
> tungsten core / M855 )
>
> Juga dari pengalaman saya dan teman2 disini, projectile yg sudah ricochet,
> walaupun masih utuh, biasanya sudah kehilangan most of its energy.
> Disamping itu peluru ini sudah tidak terbang lurus seperti aslinya.
> Peluru bisa terbang terbalik, menyamping (keyholing), atau berputar-putar
> (tumbling) sambil terus melayang di udara. Oleh sebab itu, luka yg
> ditimbulkan oleh ricochet bullet biasanya memliki penetrasi yg tidak 
> terlalu
> dalam (superficial) terutama bila peluru mengenai korban dalam posisi
> keyholing.
> Kecil kemungkinan peluru 5.56mm yg ricochet dapat menembus tubuh korban.
>
>
> WARNING: untuk yg sensitive terhadap human sufferings, disarankan tidak
> membaca paragraph berikut dibawah.
> Informasi ini diberikan sebagai technical information yg menyertai 
> ballistic
> dan forensic analysis dari luka tembak yg diakibatkan oleh kaliber 
> tertentu.
>
> Jenis luka seperti yg dialami oleh bocah 3 tahun, dimana butiran/serpihan
> peluru memasuki dadanya dan berhenti di tulang rusuk, masuk kriteria luka
> tembak yg dapat diakibatkan oleh peluru ricochet. Sebab bila ditembakkan
> secara langsung, si bocah ini tidak akan selamat. Believe me. Peluru 
> 5.56mm
> ini memiliki high muzzle velocity (3200 FPS di M16A2).
> Dibawah jarak 100 meter, peluru ini masih terbang diatas kecepatan 2400 
> FPS,
> yg berarti dia masih memiliki energy sangat besar bisa mengenai korban.
> Walaupun massa peluru kecil, namun karena kecepatan yg tinggi energy yg
> dikandung tetap besar.
> Saat peluru jenis ini memasuki soft tissue (spt tubuh manusia), maka yg 
> akan
> terjadi adalam transfer of energy dari peluru ke tissue di sekitar luka
> tembak. Sebab peluru akan mengalami sudden deceleration (perlambatan),
> sedangkan sesuai hukum fisika harus ada conservation of energy.
> Jadi energy yg hilang dari peluru akan diserap oleh jaringan lunak di
> sekitar luka tembak. Jaringan ini akan terhempas oleh energy dari peluru,
> membuka secara sangat tiba-tiba, mengakibatkan apa yg disebut "temporary
> cavity" yg sangat besar utk kaliber ini.
>
> Temporary cavity ini jauuuuh lebih besar dari lubang yg dibuat peluru itu
> sendiri. Secepat temporary cavity ini terbentuk, secepat itu pula dia akan
> collapsed. Proses ini menimbulkan shock pada soft tissues atau organ tubuh
> disekitar luka.
> Shock ini yg mengakibatkan memar pada tissues dan organs, yg kemudian
> mengakibatkan pendarahan dalam yg massive. Bahkan proses terbentuknya
> temporary cavity ini dapat saja melebihi dari kemampuan tensile kulit
> manusia, sehingga yg sering terjadi bullet exit wound akan jauh lebih 
> besar
> dari entry wound. Karena tissues dan kulit simply pecah karena hydro shock
> yg diterima terlalu besar.
>
> Disamping itu caliber 5.56 NATO ini juga memiliki tendensi utk fragmentasi
> di dalam tubuh korban bila impact dengan tubuh korban terjadi saat peluru
> masih terbang dengan kecepatan diatas 2400 FPS. Bila saya tidak salah 
> ingat
> hingga jarak 150 meter hal ini masih berlaku. Peluru yg pecah di dalam
> tubuh korban akan menghasilkan permanent cavity yg lebih besar, walaupun
> penetration biasanya juga berkurang (but still enough to go through the
> body). END of WARNING
>
>
> Jadi utk korban si bocah usia 3 tahun diatas besar kemungkinan dia terkena
> peluru yg ricochet atau bagian dari peluru yg pecah saat ricochet.
>
> Yg membuat saya sangsi atas claim bahwa semua korban terkena peluru 
> ricochet
> adalah korban ibu hamil yg berada di dalam rumah saat dia tertembak.
> Dari yg saya baca di koran, ibu ini telah menutup pintu rumahnya saat 
> peluru
> menembus pintu rumah, mengenai kepala beliau hingga tembus dan 
> mengakibatkan
> sebagian isi kepala berhamburan di pintu atau dinding.
> Laporan diatas membingungkan, sebab bila pintu rumah terkena lebih dulu,
> maka isi kepala akan berhamburan ke arah yg menjauhi pintu rumah, bukan
> sebaliknya.
>
> But for now, saya hanya ingin melihat possibility korban ini terkena 
> peluru
> ricochet
> Saya tidak tahu seperti apa pintu rumah beliau. Apakah terbuat solid dari
> kayu? Ataukah dari tripleks tipis? Atau ada unsur kaca?
> Juga saya tidak tahu bagian pintu yg tertembus peluru terbuat dari apa.
> Juga perlu diketahui berapa jauh lokasi rumah ini dari pasukan Marinir.
>
> Sebagaimana yg telah kita bahas diatas, peluru yg mengalami ricochet telah
> kehilangan sebagian dari energynya on impact with the ground.
> Hasil lain berupa peluru yg terbang while tumbling juga akan mengakibatkan
> kehilangan energy yg lebih cepat karena friction dengan udara lebih besar
> (due to the tumbling position of the bullets).
> Oleh sebab itu saya mempertanyakan apakah peluru yg sudah ricochet masih
> memiliki cukup energy utk
> 1) menembus pintu rumah (apalagi kalau pintu terbuat dari papan yg solid,
> bukan tripleks) dan
> 2) memasuki tengkorak manusia hingga tembus ( ?? )
> Likelihood bahwa ibu ini terbunuh oleh peluru ricochet sangat rendah 
> menurut
> pendapat saya.
> Apakah ada peluru yg ditembakkan mendatar (bukan ricochet)? Likely, yes.
> Apakah peluru ini dibidik khusus ke si ibu? NO, very unlikely.
>
> Kalau teman2 ada memiliki informasi yg lebih detail, mohon di share agar
> kita bisa mendiskusikan kasus ini lebih lanjut.
>
> Sebagai orang yg tumbuh dan besar di lingkungan TNI-AL dan Marinir, saya
> tidak yakin prajurit Marinir melakukan penembakan dengan sengaja utk
> membunuh rakyat. Bila mereka sengaja melakukannya, maka korban yg jatuh
> akan lebih banyak lagi.
> Fakta lain menunjukkan peluru yg ditembakkan hanya 33 butir dari 10 pucuk
> senapan (temuan Polri). So on average, setiap senapan hanya menembak 3 
> kali.
> Laporan di Jawa Pos menyebutkan bahwa tembakan ke udara diberikan 2 kali.
> Assuming everybody fired the warning shots, maka hanya tersisa 13 butir
> peluru yg ditembakkan ke tanah atau ke arah massa.
>
> Guys, bila mereka terkepung oleh 300 orang, shooting 13 rounds out of 10
> rifles show one hell of restraint and discipline on the parts of the
> Marines.
> Bandingkan dengan jumlah peluru yg ditembakkan oleh aparat TNI AD saat
> peristiwa Priok in 1984!!
>
> Info lain yg saya baca, warga desa ini mayoritas adalah pengungsi Madura 
> yg
> datang setelah diusir keluar Kalimantan Barat oleh suku Dayak saat konflik
> etnis di sana in 2000-2001. Jadi mereka bukan penduduk asli wilayah tsb.
> Disamping itu kita perlu juga melihat cultural background mereka. Setahu
> saya, suku Dayak itu cukup terbuka dan accomodating terhadap pendatang.
> Saya berasal dari suku Melayu, dan saya tahu banyak orang Melayu yg pindah
> dan bermukim di Kalimantan. Mereka damai-damai saja dengan suku Dayak.
> So apa yg mengakibatkan suku Dayak tidak bisa hidup damai dengan 
> pendatang2
> dari Madura ini?
> Apakah mentalitas yg sama yg membuat orang2 Madura ini berperang dengan
> suku Dayak juga menjadi latar belakang konflik mereka dengan patroli
> Marinir?
>
> Lots of questions yg tidak dibahas oleh media.
>
> Ozy
>
> _______________________________________________
> Marinir mailing list
> Marinir at polarhome.com
> http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir 


------------------------------

_______________________________________________
Marinir mailing list
Marinir at polarhome.com
http://www.polarhome.com/mailman/listinfo/marinir


End of Marinir Digest, Vol 39, Issue 8
**************************************


       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel and lay it on us.
-------------- next part --------------
An HTML attachment was scrubbed...
URL: http://www.polarhome.com/pipermail/marinir/attachments/20070611/97dec968/attachment-0001.html 


More information about the Marinir mailing list