[Marinir] TNI Kejar 50 Anggota GAM yang Lolos dari Penyergapan

Hong Gie marinir@polarhome.com
Sat, 2 Aug 2003 14:54:01 +0700


----- Original Message -----
From: "BDG Kusumo" <bdgkusumo@volny.cz>
To: "National" <National@mail2.factsoft.de>
Sent: Saturday, August 02, 2003 1:00 PM
Subject: [Nasional] TNI Kejar 50 Anggota GAM yg Lolos Dari Penyergapan

-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
-----------------------------------------------------------------------

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0307/30/nas04.html

TNI Kejar 50 Anggota GAM yang Lolos dari Penyergapan

Lhokseumawe, Sinar Harapan
Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infantri Lintas Udara
(Yonif Linud) 502 terus mengejar 50 anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
yang telah meloloskan diri dari penyergapan di markas GAM di Pengunungan
Cot Badek, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Namun, dalam peristiwa
penyergapan pada 27 Juli 2003 tersebut, pasukan TNI berhasil menyita
seperangkat alat komunikasi milik GAM.
Komandan Kompi A Yonif 502, Kapten Ari Aryanto, Selasa (29/7), mengatakan
penyergapan terhadap sejumlah anggota GAM tersebut diawali dengan adanya
laporan dari masyarakat di desa Leubok Lilin.
Masyarakat mengaku sering melihat anggota GAM yang berkumpul di Cot Badek.
Berdasarkan informasi tersebut, pasukan TNI melakukan penyisiran terhadap
jejak anggota GAM.
Di tengah-tengah penyisiran, pasukan bertemu dengan anggota GAM yang berada
di pos tinjau yang letaknya sekitar 20 meter dari sarang GAM. Selanjutnya di
tempat tersebut terjadi kontak tembak antara GAM dengan pasukan TNI selama
beberapa menit.

Dalam peristiwa itu, satu anggota GAM tewas dan satu lainnya terluka namun
berhasil melarikan diri dan memberitahukan mengenai aksi penyergapan oleh
TNI.
Mendengar hal itu, 50 anggota GAM langsung melarikan diri. Menurut Ari, dari
jejak-jejak yang ditemukan pasukan TNI diperkirakan masih ada banyak anggota
GAM yang berada di hutan kawasan Peusangan yang terpencar dalam
kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok diperkirakan berjumlah 20 anggota
GAM.

Saat ini, pasukan TNI terus mencari anggota GAM yang masih berada di hutan.
Dikatakannya, setelah melakukan kontak tembak, TNI langsung melakukan
penyisiran. Pada saat penyisiran tersebut pasukan TNI menemukan alat
pemancar dan perlengkapan lainnya di pos tinjau itu, sedangkan antenanya
dipasang di sebuah pohon kelapa setinggi sekitar 25 meter. "Ketika menyisir
itulah kami menemukan pos tinjau milik GAM," ujarnya. (ina)