[Marinir] PDMD Aceh Sebar Ratusan Relawan Kemanusiaan

Hong Gie marinir@polarhome.com
Tue, 5 Aug 2003 02:37:39 +0700


Kompas Cyber Media

Senin, 04 Agustus 2003, 9:17 WIB

PDMD Aceh Sebar Ratusan Relawan Kemanusiaan

Banda Aceh, Minggu.

Seiring dengan semakin membaiknya situasi keamanan di Nanggroe Aceh
Darussalam, Penguasa Darurat Militer Daerah NAD segera mengoptimalkan
pelaksanaan operasi kemanusiaan yang meliputi penanganan pengungsi, proses
belajar mengajar, pembangunan rumah- rumah dhuafa, dan penciptaan lapangan
kerja.
Demikian dikatakan Penguasa Darurat Militer Daerah NAD, Mayjen TNI Endang
Suwarya dalam rapat terpadu dengan sekitar 350 relawan kemanusiaan dari
berbagai organisasi di Makodam Iskandar Muda, kemarin. Hadir dalam pertemuan
tersebut, Kapolda NAD, Irjen Pol Bachrumsyah Kasman, Wagub Azwar Abubakar,
Kajati NAD, TN Lutfi dan Ketua Pengadilan Tinggi NAD, Zainal Abidin.
Mayjen TNI Endang Suwarya yang juga Panglima Kodam Iskandar Muda itu
mengatakan, ke-350 anggota relawan yang akan disebarkan ke setiap
kabupaten/kota di NAD itu berasal dari berbagai unsur seperti, BEM Usyiah,
IAIN, HMI, KNPI, FKPPI, Pemuda Panca Marga, PII, PMI dan pekerja sosial
lainnya. "Ini menurut saya sudah cukup mewakili komponen masyarakat, yang
ingin kita libatkan bahu membahu beserta kita semua untuk turut memberikan
andil bagi pelaksanaan Operasi Terpadu," katanya.
Menurut Endang, pihak PDMD sebenarnya sudah lama menginginkan keterlibatan
relawan kemanusiaan yang berasal dari kalangan pemuda dan mahasiswa untuk
membantu jalannya operasi kemanusiaan. Karena, katanya, keterlibatan
komponen pemuda dan mahasiswa itu sekaligus bisa menjadi kontrol sosial
dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
"Kita sudah lama ingin melibatkan komponen pemuda, mahasiswa dan
organisasi-organisasi lainnya, untuk terlibat dalam Operasi Terpadu ini.
Sebagai kontrol sosial," ujar Pangdam. "Apa yang kita sampaikan selama ini
bahwa kita transparan, kita terbuka, kita menerima kritikan, menerima saran.
Ini makin terbukti dengan kehadiran saudara-saudara sekalian di sini untuk
sekedar menerima penjelasan dari saya tentang pelaksanaan Operasi Terpadu.
Khususnya tugas yang akan saudara emban kemudian hari," tambahnya. Khusus
dalam operasi kemanusiaan, kata PDMD, sangat banyak yang akan digarap.
Terutama masalah penanganan pengungsi, serta mengupayakan agar proses
belajar mengajar tetap berjalan lancar. "Bicara pengungsi, di situ bicara
juga tentang distribusi, apa kesulitan-kesulitan yang dihadapi pengungsi,
lokasi, penyiapan barak atau tempat tinggal darurat, kesehatan makanan dan
lain- lain," katanya.
Sedangkan tentang sekolah, tidak semata-mata sekedar disiapkan sarana
prasarana sekolah darurat, tapi juga alat-alat tulis, kebutuhan-kebutuhan
lainnya yang diperlukan anak-anak sekolah. "Kemudian juga yang tidak kalah
pentingnya adalah bantuan untuk masyarakat dhuafa, apakah itu bantuan untuk
yatim piatu, zakat dan korban konflik dan beasiswa, ini perlu
saudara-saudara ketahui dan perlu masukan-masukan," tegas Mayjen Endang.
Dengan demikian, katanya, komando PDMD dengan jajarannya, akan mengetahui
secara pasti apakah yang dibutuhkan masyarakat ini benar-benar bisa
dilakukan, bisa terlaksana dan bisa diterima masyarakat dengan baik atau
tidak. Dan, tambah Pangdam, ini adalah salah satu alasan pihaknya ingin
melibatkan peran serta masyarakat. "Di satu sisi saudara-saudara bisa
melihat apa kinerja yang kami lakukan, di sisi lain saudara-saudara juga
ikut memberikan konstribusi, masukan-masukan dan saran-saran terhadap apa
yang terjadi di lapangan. Dan yang paling penting lagi saudara-saudara bisa
mengontrol kinerja itu. Supaya keinginan kita, bahwa bantuan kemanusiaan itu
betul-betul sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Tidak hilang di
tengah jalan," imbuh Pangdam.
Sisi lain dalam aspek operasi kemanusiaan adalah, tentang masalah- masalah
dhuafa, juga bantuan terhadap rumah-rumah yang tidak layak huni, walaupun
itu sudah dilakukan. Kemudian yang sedang dalam proses adalah pembinaan
terhadap eks GAM yang sudah menyerah. "Tapi ini sedang dalam proses kita
filter dulu. Kalau itu sudah benar- benar yakin, maka kita akan lakukan
pembinaan itu. Dan yang paling menjadi proyek besar kita, atau tekad kita
semua, bagaimana menciptakan lapangan kerja," tandas PDMD.
Tentang penciptaan lapangan kerja, Endang mengatakan, pihaknya sudah
melakukan berbagai upaya seperti revisi APBD, baik APBD maupun APBN. "Untuk
proyek-proyek yang tidak menyentuh langsung kepentingan masyarakat dialihkan
kepada pekerjaan-pekerjaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan bersifat lebih padat karya," tegas Pangdam.
Selain itu, lanjut Endang, pihaknya juga akan mengundang investor- investor,
agar membuka usaha di Nanggroe Aceh Darussalam. PDMD juga akan mencoba
berbuat yang terbaik dengan pemerintah daerah, dengan meminta dana-dana
tambahan ke pusat, yang kemudian bisa dialihkan untuk kepentingan
masyarakat.
"Kalau dilihat dari kesulitan-kesulitan atau kehidupan masyarakat bawah,
saya kira di Nanggroe Aceh Darussalam adalah masalah pertanian, masalah
perkebunan, peternakan, dan perikanan. Itu paling menonjol dan paling
menyerap tenaga masyarakat. Rata-rata masyarakat menginginkan bagaimana
menciptakan lapangan kerja, menghidupkan kembali roda perekonomian yang
sebagian sudah porak poranda akibat konflik keamanan yang berkepanjangan,"
katanya.
Karenanya, kepada para relawan yang akan diterjunkan ke lapangan nantinya,
PDMD mengharapkan agar bisa membantu dan bekerjasama dengan aparat
pemerintah daerah dan dengan Komando PDMD, apa yang telah dicanangkan dari
operasi terpadu. "Saya sangat percaya kepada niat baik saudara-saudara untuk
ikut terjun membantu masyarakat. Karena biar bagaimanapun kepentingan
masyarakat khususnya di tingkat bawah masih menanti, jangan sampai setelah
konflik ini reda, kita juga masih bingung dan masyarakat masih kesulitan
mencari nafkah untuk esok hari," katanya.
Ditambahkan, sebagai Penguasa Darurat Militer, Endang juga mengeluarkan
instruksi-instruksi untuk lebih mengoptimalkan lagi operasi terpadu yang
lebih bertumpu kepada dua aspek yaitu keamanan dan kesejahteraan. "Jadi
dua-duanya ini harus berjalan seimbang. Kita bertekad bagaimana mengupayakan
pemerintah pusat atau semua komponen bangsa ini, supaya masalah lapangan
kerja ini menjadi prioritas kita di sini," ujarnya.
Selain itu, pihak PDMD NAD juga terus merespon kebutuhan-kebutuhan
masyarakat, seperti, upaya menormalkan listrik, juga hal-hal lain yang
menjadi keresahan masyarakat, semisal masalah penebangan liar. "Saya sudah
perintahkan semua aparat keamanan baik itu dari TNI dan Polri termasuk
Pemerintahan Daerah dan Dinas Kehutanan, untuk menangkap penebang-penebang
liar, karena ini juga mengganggu wibawa kita. Kalau kayu masih berkeliaran
liar seperti itu, nanti aparat dikira juga ikut-ikutan main,"
katanya.(Serambi Indonesia)