[Marinir] GAM Pesimis Bebaskan Ersa Cs
Hong Gie
marinir@polarhome.com
Tue, 5 Aug 2003 02:49:58 +0700
Tak Sepakat dengan ICRC
GAM Pesimis Bebaskan Ersa Cs
Reporter : Nur Raihan
detikcom - Banda Aceh,
Panglima GAM wilayah Aceh Timur Ishak Daud, mengaku tak menemukan kata
sepakat dengan pihak International Committee of the Red Cross (ICRC) dalam
rencana pembebasan reporter dan kamerawan RCTI serta puluhan sipil lainnya.
"ICRC sudah mengundurkan diri dalam rencana pelepasan Ersa dan sipil
lainnya. Karena mereka tidak menyetujui persyaratan kita. Jadi saya pikir
pelepasan ini akan menemukan jalan buntu," aku Ishak Daud pada detikcom
dalam wawancara per telepon, Senin (4/8/2003).
Pasalnya, kata Ishak Daud, ICRC menolak persyaratan dalam pembebasan itu.
Persyaratan yang dimaksud Ishak Daud adalah menghadirkan pers dalam acara
pelepasan itu. "Kami perlu pers untuk meluruskan berita yang selama ini
terjadi sejak diberlakukannya darurat militer di Aceh. Mereka juga perlu
melihat proses pembebasan itu. Kehadiran pers semata-mata kami butuhkan
untuk itu. Tidak ada niat lain," aku Ishak Daud yang mengatakan mendengar
kabar itu pagi ini, usai melakukan kontak dengan pihak ICRC di Jakarta.
Tapi menurutnya, ICRC menolak persyaratan itu. "ICRC tak ingin melibatkan
wartawan. Padahal syarat yang mereka ajukan seperti jaminan keamanan dan
juga ikutnya PMI sebagai mediator yang mendampingi sudah kami sepakati,"
tukasnya.
Ketika ditanya, apakah tidak bisa jika pembebasan itu dilakukan dengan jalan
seperti keluarnya William Nessen dari markas GAM pada 25 Juni lalu. "Oh itu
tidak bisa. Karena mereka kami tahan, bukan seperti Nessen yang memang masuk
sendiri ke markas GAM. Jadi kasus ini berbeda dengan kasus Nessen,"
kilahnya.
Padahal, kata Ishak Daud, jika pers diperbolehkan terlibat dalam proses
pembebasan Ersa, bukan hanya Ersa Siregar dan Ferry Santoro saja yang akan
dibebaskan, tapi juga 40 sipil lainnya yang juga ditahan di markas mereka.
Proses penahanan ini sudah berlangsung hampir dua bulan.
(ray,nrl)