[Marinir] Anggota GAM Mulai Kelaparan

Hong Gie marinir@polarhome.com
Tue, 12 Aug 2003 03:35:40 +0700


----- Original Message -----
From: "BDG Kusumo" <bdgkusumo@volny.cz>
To: "National" <National@mail2.factsoft.de>
Sent: Tuesday, August 12, 2003 2:53 AM
Subject: [Nasional] Fw: Anggota GAM Mulai Kelaparan
-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
-----------------------------------------------------------------------

----- Original Message -----
From: HKSIS
To: Undisclosed-Recipient:;
Sent: Monday, August 11, 2003 2:55 PM
Subject: Anggota GAM Mulai Kelaparan


http://indomedia.com/serambi/2003/08/110803h2.htm
Anggota GAM Mulai Kelaparan
BANDA ACEH - Meski insiden kontak tembak masih terus terjadi pada hari ke-84
pelaksanaan Operasi Terpadu di Nanggroe Aceh Darussalam, PDMD NAD meyakini,
GAM mulai kehabisan amunisi dan kelaparan di hutan-hutan. "Intensitas kontak
tembak sudah semakin menurun karena pemberontak GAM kehabisan amunisi dan
kelaparan di hutan-hutan," demikian siaran pers PDMD NAD, Minggu (10/8).
Namun demikian, kata Dansatgaspen PDMD NAD, Kolonel Laut (E) Ditya
Soedarsono dalam siaran pers tersebut, hingga kemarin, pemberontak GAM masih
tetap melakukan perampasan KTP, penculikan, penembakan dan pembunuhan karena
tidak ada lagi dukungan logistik dari masyarakat.
"Disinilah kesempatan bagi TNI/Polri untuk melaksanakan tugas negara ini
dengan sebaik-baiknya sesuai prosedur yang berlaku dan jangan lupa
menghargai adat istiadat setempat dalam rangka mempersatukan jiwa dan
pikiran rakyat untuk melawan kezhaliman pemberontak Hasan Tiro," katanya.
Karenanya, Ditya mengajak, para anggota GAM untuk kembali kepangkuan ibu
pertiwi karena mereka tidak mengerti apa yang mereka perjuangkan.
Siaran pers itu juga memberitakan, masyarakat menemukan tiga mayat di Desa
Bangka Jaya Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dan satu mayat lainnya di Desa
Punti, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, atas nama Hasanuddin (35). "Dari
kejadian diatas 9 orang pemberontak Hasan Tiro tewas, 14 orang tertangkap,"
katanya.
Secara umum, kata Ditya, sampai hari ke-84, distribusi Sembako normal,
sarana transportasi lancar, keamanan semakin membaik, proses belajar
mengajar berjalan lancar walaupun fasilitas gedung sekolah dalam keadaan
darurat, roda pemerintahan semakin membaik, realisasi KTP 67,93%. "Untuk
mencegah kemungkinan terjadi penghadangan pengawalan dari aparat TNI/Polri
tetap dilaksanakan Perhatian operasi kemanusiaan masih tercurah pada
permasalahan penanganan pengungsi dan pembangunan sekolah-sekolah," katanya.
Pengungsi, tambah Dansatgaspen PDMD, hingga hari ini berjumlah 20.473 jiwa
atau 4.505 KK yang tersebar pada sejumlah kabupaten. Para pengungsi, menurut
Ditya, telah memperoleh fasilitas sarana dan prasarana sesuai standard yang
ditetapkan. Ditambahkan, fasilitas pendidikan yang dibakar pemberontak GAM
berjumlah 603 sekolah, terdiri dari 4 TK, 497 SD/MI, 83 SLTP/MTs dan 1 SKB,
549 telah diperbaiki secara darurat oleh aparat TNI/Polri dibantu
masyarakat.
"469 sekolahan sudah selesai 100%, sedangkan 80 sekolahan baru mencapai 99%,
yang belum diperbaiki 32 sekolahan, 22 dibangun dengan tenda sementara.
Dimulainya tahun ajaran baru murid yang terganggu proses belajarnya sebagian
sudah dapat diatasi dengan adanya renovasi dan pembangunan sekolah-sekolah
darurat, murid yang masih mengalami gangguan proses belajar 10 %," katanya.
Dikatakan, upaya penanggulangan pengangguran dilakukan dengan menyiapkan
lapangan kerja, prioritas utama untuk korban konflik, kaum dhuafa dan
masyarakat lainnya, pembangunan dilaksanakan dengan cara swakelola dengan
melibatkan masyarakat. "Penyiapan lahan perkebunan/perikanan dan
perindustrian, pembinaan mental dan ketrampilannya. Penyiapan fasilitas
pembinaan saudaraku yang kembali kepangkuan ibu pertiwi di BPG Aceh Besar,
Meulaboh dan Lhokseumawe sebagai bekal agar mereka bisa hidup mandiri secara
ekonomi, insya Allah dalam waktu dekat dapat direalisasikan," katanya.
Sampai kemarin, katanya, tahanan GAM berjumlah 602 orang, 299 orang sebagai
tersangka dan telah dilimpahkan BAP-nya kepada Jaksa Penuntut Umum 250
orang. "164 diantaranya sudah P21 (berkas dinyatakan sudah lengkap) dan 16
org sudah divonis pengadilan, yang masih menjadi tahanan Polri berjumlah 262
orang," katanya.
Ditambahkan, hingga kemarin, pemberontak GAM yang tewas berjumlah 653 orang,
ditangkap 492 orang, dan kembali kepangkuan ibu pertiwi 417 orang. Sedangkan
di pihak TNI gugur tempur 29 orang, non tempur 14 orang, luka tembak 85
orang. Pihak Polri gugur tempur 5 orang, non tempur 7 orang dan luka tembak
58 orang. Telah disita 294 pucuk senjata berbagai jenis. (nal)



http://indomedia.com/serambi/2003/08/110803h5.htm
14 GAM Meninggal, Satu TNI Luka Tembak
* Tiga Mayat di Kuala Batee

LHOKSEUMAWE - Menjelang berlangsungnya HUT-RI ke-58, pasukan Koops TNI
terus melakukan pengendapan dan penyisiran ke desa-desa yang dicurigai
sebagai
tempat persembunyian anggota GAM. Kontak tembak pasukan TNI dengan kelompok
GAM tidak terelakkan di berbagai daerah, dalam kontak tembak itu 14 pria
yang diklaim aparat TNI sebagai anggota GAM meninggal. Sementara dari pihak
TNI anggota Yonif-433 Praka Albin berluka tembak dalam insiden di Kecamatan
Julok Minggu kemarin.
Dansatgaspen Koops TNI Letkol CAJ Ahmad Yani Basuki, dalam keterangan pers
di media center Minggu kemarin mengatakan, dalam berbagai peristiwa pasukan
TNI berhasil menyita satu pucuk senjata AK-47 dan dua pucuk pistol. Selain
itu, juga menyita berbagai peralatan perang milik GAM sebagai barang bukti,
bahkan dalam beberapa insiden TNI sempat menangkap hidup anggota GAM
sebanyak delapan orang.
Kontak senjata yang membuat seorang anggota TNI luka tembak, terjadi ketika
pasukan Yonif 433 melakukan penyisiran pada desa di daerah pedalaman Kuta
Binje, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Sekitar pukul 06.45 WIB Minggu kemarin
terjadi kontak tembak dengan sekitar 30 anggota GAM, dalam insiden tersebut
kata Ahmad Yani, empat anggota GAM yang belum diketahui identitasnya tewas
dan sepucuk senjata AK-47 berhasil disita.
Menurut Ahmad Yani, seratusan pasukan TNI gabungan di Kuta Binje kini terus
melakukan pengejaran terhadap kelompok GAM di daerah pedalaman tersebu.
Pihaknya memperkirakan, ada terjadi kontak senjata susulan yang kemungkinan
korban GAM akan bertambah, namun ia belum mendapat laporan dari lapangan
karena kesulitan berkomunikasi.
Selain di Kecamatan Julok, Sabtu kemarin kontak senjata juga meletus di
Kabupaten Tamiang. Tim Garuda-2 Equador pimpinan Serka (Mar) Irwan, ketika
melakukan patroli keamanan dihadang kelompok GAM di Desa Sungaiyu, Kecamatan
Bendahara pada pukul 13.45 WIB. Dalam insiden itu tiga anggota GAM asal Aceh
Utara tewas, korban bernama M Zailani (25) asal Lhoksukon, Mukhtaruddin Sufi
(19) warga Blang Cut dan Saiful bin Husen (26) desa Sawang Aceh Utara.
Kontak senjata lainnya terjadi dalam penyergapan di Serba Jadi Aceh Timur.
Pasukan TNI yang dipimpin Sertu Inf Agus Ratono dari Yonif 405/SK sempat
baku tembak dengan kelompok GAM setempat. Dalam kontak senjata itu, dua
anggota GAM meninggal.
Korban masing-masing bernama Rasidun (24) dan Satar (22) keduanya warga
Rampah Kecamatan Serba Jadi. Selain itu juga terjadi kontak tembak di
Kecamatan Dewantara, Aceh Tamiang dan Aceh Besar. Diketiga tempat itu lima
anggota GAM meninggal. Dari tangan korban disita senjata masing-masing satu
AK-47, dua pistol, ratusan amunisi dan Rp 850.000 uang tunai disita dalam
kantong korban.
Lebih lanjut Ahmad Yani melaporkan pula bahwa kelompok GAM Sabtu (9/8) telah
menembak Kepala Desa Cot Bayu, Kecamatan Cot Gle, Aceh Besar. Kades bernama
Sulaiman (60), Purnawirawan TNI AD tewas di tempat setelah diterjang peluru
di bagian dada. Di Kecamatan Kuta Makmur GAM telah menembak seorang santri
bernama Amri Badruddin (16), korban tewas di rumahnya, sedangkan di Desa
Tanjung Jawa Kecamatan Langkahan, seorang ibu rumah tangga bernama Mariam
(35) juga ditembak di rumahnya, kini korban dalam perawatan di RSUD Cut
Meutia Aceh Utara.
Masih keterangan Ahmad Yani, di berbagai daerah menjelang HUT-RI, katanya
kelompok sipil bersenjata melakukan berbagai intimidasi terhadap kepala
desa, mereka meminta supaya masyarakat tidak menghadiri HUT-RI. Bagi Kepala
desa yang ikut hadir pada HUT-RI akan ditembak, demikian juga masyarakat
yang ikut merayakan akan ditangkap GAM nanti, kata Ahmad Yani.

Tiga mayat
Dari Blangpidie dilaporkan, tiga warga Desa Lueng Geulumpang, Kecamatan
Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), ditemukan jadi mayat di dua
lokasi terpisah, Minggu (10/8) kemarin.
Dua sosok mayat korban tergeletak di tepi jalan raya kawasan Dusun Alue
Lhok, Kecamatan Babahrot, sedang sesosok mayat laki-laki lainnya di temukan
di atas jembatan daerah perbatasan Desa Alue Pisang dengan Desa Krueng
Batee, Kecamatan Kuala Batee. Temuan mayat dengan kondisi masih segar itu
cukup mengejutkan warga sekitar lokasi.
Dua mayat korban yang ditemukan di tepi jalan raya kawasan Dusun Alue Lhok,
Desa Alue Peunawa dikenali, Safaruddin (23) dan Usman (19), keduanya warga
Desa Lueng Geulumpang. Sementara sesosok mayat lainnya yang tergeletak di
atas jembatan Desa Alue Pisang dengan Desa Krueng Batee, kemudian diketahui
bernama Hendra Sudirman (26), juga warga Desa Lueng Geulumpang.
Informasi temuan tiga sosok mayat laki-laki itu diterima PMI Cabang Abdya
sekitar pukul 7.00 WIB melalui telepon. Anggota Satgana PMI Abdya dipimpinan
Koordinator Satgana, T Ampon Nyak, anggota Saifuddin, Hasni Suni,
Maksalmina, dan Zul Efendi segera melaksanakan tugas kemanusian,
mengevakuasi mayat korban dengan menggunakan mobil ambulan Puskesmas
Blangpidie dan mobil ambulan Puskesmas Tangan-Tangan.
Menurut T Ampon Nyak, mayat yang dikenali Hendra Sudirman yang ditemukan di
atas jembatan daerah perbatasan Desa Alue Pisang dengan Desa Krueng Batee
telah duluan diambil anggota keluarga, kemudian dibawa pulang ke rumah duka
di Desa Lueng Geulumpang, sekitar 4 Km dari TKP.
Dua mayat lainnya, Safaruddin dan Usman yang ditemukan di tepi jalan raya
kawasan Dusun Alue Lhok, Desa Alue Peunawa atau sekitar 200 meter sebelah
barat kepala jembatan, kemudian dibawa ke Puskesmas Blangpidie untuk diambil
visum oleh dr Suherdi, dibantu para medis, Hasmi Arni dan Yusnidar.
Sedangkan visum terhadap mayat Hendra Sudirman dilakukan di rumah korban.
Menurut T Ampon Nyak, mayat-mayat korban yang telah diambil visum, kemudian
diantar Satgana PMI Abdya ke rumah korban di Desa Lueng Geulumpang,
Kecamatan Kuala Batee, sekitar pukul 10.00 WIB. (ib/nun)