[Marinir] FBI Menyimpulkan TNI tidak Terlibat Kasus Papua

Hong Gie marinir@polarhome.com
Wed, 24 Dec 2003 01:58:11 +0700


From:   "donny tedjo wicaksono" <donny_tw@h...>
Date:  Mon Dec 22, 2003  6:29 pm
Subject:  FBI Menyimpulkan TNI tidak Terlibat Kasus Papua


FBI Menyimpulkan TNI tidak Terlibat Kasus Papua
http://mediaindo.i2.co.id/berita.asp?id=34751

JAKARTA--MIOL:
Tim penyelidik Federal Bureau of Investigation (FBI) dari Amerika Serikat
(AS)
 menyimpulkan tidak ada indikasi keterlibatan TNI dalam kasus penembakan
di Timika, Papua, 31 Agustus 2002. Itu berdasarkan hasil penelitian atas 75
selongsong peluru.

Pernyataan penyidik itu disampaikan langsung FBI kepada Komandan Pusat
Polisi
Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Sulaiman AB, awal pekan ini. Sulaiman di
tengah-tengah acara peringatan Hari Juang Kartika 2003 di Kemayoran, Jakarta
Pusat, Senin, kepada pers menyatakan, baru-baru ini penyidik FBI datang ke
Markas Pusat Polisi Militer di Jakarta untuk menyerahkan barang bukti yang
dipinjamnya berupa puluhan butir selongsong peluru.

"Mereka menyerahkan barang bukti itu kembali kepada kami karena mereka telah
selesai melakukan penelitian. Selain itu, mereka juga sudah kembali ke
tempat
asalnya," ujarnya.

Dan hasil penelitian FBI di laboratorium, sekali lagi menurut Sulaiman,
menunjukkan tidak adanya indikasi keterlibatan TNI dalam aksi kekerasan
tersebut. Selongsong yang diteliti FBI, terdiri dari dua jenis. "Yakni
selongsong yang ditemukan di tempat kejadian dan selongsong pembanding yang
diambil dari senjata para prajurit di Batalyon 515," kata Sulaiman.

Kendati mengaku telah selesai melakukan investigasi kedua di Papua, yang
dilakukan sejak sekitar Jumat (12/12), pihak FBI, menurut Sulaiman, akan
datang
lagi ke Indonesia untuk kembali melakukan pemeriksaan. "Tapi kami belum tahu
pasti kapan mereka akan datang lagi. Saya juga belum terlalu tahu maksud dan
tujuan kembali ke sini."

*

Pada bagian lain, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Amris Fuad Hassan menyatakan,
pihaknya sama sekali tidak keberatan bila AS kembali ingin menurunkan tim
penyelidik untuk kasus Timika.

"Silakan turunkan tim, kita terbuka lebar kok, dan tidak pernah ada niatan
untuk
menutup-nutupi kasus tersebut," katanya kepada pers di Denpasar, Senin
(22/12).

Usai melakukan temu wicara dengan Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika
dalam kunjungannya ke markas polisi itu, Amris menyebutkan, dalam suatu
kesempatan, Presiden AS George W Bush pernah mengatakan bahwa ada oknum
TNI yang terlibat dalam kasus Timika.

Dalam pertemuan 12 anggota Komisi I DPR yang dipimpin Amris dengan Kapolda
Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika, Amris dan rombongan meminta klarifikasi
kepada mantan Kapolda Papua terkait kasus Timika yang diduga melibatkan
oknum TNI.

Pastika membantah dikatakan telah membuat pernyataan kepada media massa dan
Federal Bureau of Investigation (FBI) bahwa TNI terlibat dalam kasus
tersebut.

"Saya tidak pernah membuat pernyataan bahwa TNI terlibat. Saya sama sekali
tidak
pernah membuat laporan untuk Amerika," tegas Pastika yang mengaku risih
kepada
TNI karena dianggap pengkhianat bangsa disebabkan laporan yang dibantahnya
itu.

Sementara Amris menegaskan kasus pernyataan Pastika harus dituntaskan.
Rencananya Komisi I DPR akan rapat khusus membahas soal itu agar tidak
menjadi
isu AS untuk terus mengembargo senjata RI. (MI/O-1)

*************************************************
TNI-Polri Di Perbatasab Bersikap Reformis
http://mediaindo.i2.co.id/berita.asp?id=34659

ATAMBUA, NTT--MIOL: Ketua DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur
(NTT) menilai aparat TNI/Polri di wilayah setempat telah mengemban misi di
perbatasan dengan perilaku reformis sebagaimana paradigma baru yang menjadi
tuntutan reformasi.

"Kami boleh mengatakan bahwa aparat TNI-Polri di daerah ini mulai
menampakkan
prinsip-prinsip reformasi dengan tindakan yang lebih mementingkan
kepentingan
rakyat banyak," kata Ketua DPRD Belu, Herman Yoseph Loe Mau, di Atambua,
Minggu.

Dia mengatakan, TNI dan Polri telah menunjukkan sikap yang menggembirakan
bagi
rakyat Belu saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Belu periode
2004-2009, 2 Desember lalu.

Pola pengamanan mengedepankan azas demokrasi tetap dilakukan sehingga
mayoritas
rakyat Belu menyambut baik upaya nyata itu.

"Wartawan dan pengamat dari mana pun mengakui proses demokrasi telah
terlaksana
dengan pola pengamanan yang bernuansa reformasi. Massa ribuan orang tetap
diberikan kesempatan untuk berkumpul namun tidak ada yang melakukan tindakan
anarkis," katanya.

Selain itu, katanya, upaya pemulihan keamanan dan ketertiban masyarakat di
Kabupaten Belu yang dianggap rawan oleh berbagai kalangan di luar daerah
telah
dibuktikan aparat TNI dan Polri di wilayah setempat.

Semua pihak harus mengakui, pola pengamanan yang diterapkan Kapolres Belu,
AKBP Agus Nugroho, SH, dan Komandan Kodim (Dandim) 1605/Belu,
Letkol Inf Ganip Warsito yang didukung Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan
NTT-Timtim, Kolonel Inf Djoko Sutiono, sangat nyata.

"Berbagai kekhawatiran masyarakat soal ancaman gangguan keamanan ternyata
bisa
teratasi. Ini bukti TNI dan Polri sudah reformis sesuai harapan generasi
muda
Indonesia," katanya.

Hal serupa dikemukakan Wakil Ketua DPRD Belu, Drs. Charles Beria, yang
menilai
pimpinan TNI dan Polri di daerah itu menghargai prinsip-prinsip reformasi.

(Ant/Ol-01)

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

----- Original Message -----
From: "Holy Uncle" <holyuncle@hotmail.com>
To: <national@mail2.factsoft.de>
Sent: Tuesday, December 23, 2003 7:10 PM
Subject: [Nasional] FBI clears Indonesian army of role in Papua murders:
report

-----------------------------------------------------------------------
Mailing List "NASIONAL"
-----------------------------------------------------------------------

http://abc.net.au/asiapacific/news/GoAsiaPacificBNA_1015457.htm

FBI clears Indonesian army of role in Papua murders: report

A United States Federal Bureau of Investigation (FBI) probe has cleared the
Indonesian army of involvement in an ambush in Papua province in 2002, which
killed two Americans.

Indonesia's Koran Tempo newspaper quotes the military police chief, Major
General AB Sulaiman, as saying a visiting FBI team told him of its
conclusions in a meeting last week.

General Sulaiman says the conclusions were based on ballistic tests on
bullet casings found at the scene.

Unidentified gunmen opened fire in August 2002 on a convoy carrying
employees of the US-owned Freeport copper and gold mine in Timika district.

Two American teachers and an Indonesian colleague were killed and 12 other
people, most of them Americans, were wounded.

The US embassy has declined to comment on the result of investigations.

FBI agents made their first visit to Papua in January, but expressed concern
they were not given full access to witnesses or evidence.

23/12/2003 18:40:03 | ABC Radio Australia News