[Marinir] NAD: GAM Masih Memberikan Perlawanan

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Tue, 14 Oct 2003 13:57:21 +0700


Senin, 13 Oktober 2003
NAD: GAM Masih Memberikan Perlawanan

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Sekalipun operasi pemulihan keamanan di
Nanggroe Aceh Darussalam sudah mendekati enam bulan, namun Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) masih eksis. Dua peristiwa kontak senjata terakhir, seperti
dirilis Juru Bicara Komando Operasi TNI di Aceh, Letkol CAJ Ahmad Yani
Basuki, Senin (13/10), terjadi di Aceh Utara dan Aceh Timur.

Di Aceh Utara, baku tembak terjadi di Desa Ulee Blang, Kecamatan Dewantara.
usai kontak senjata, pasukan TNI menemukan belasan amunisi di sekitar lokasi
kejadian. Amunisi yang kemudian disita itu terdiri dari amunisi AK-47, M-16
dan pistol kaliber 3,8 mm. "Awalnya ketika melaksanakan patroli, pasukan TNI
berpapasan dengan pemberontak GAM hingga terjadi kontak tembak. Pemberontak
GAM menggunakan senjata campuran berbagai jenis," kata Letkol Yani. Tidak
ada korban jiwa dari kedua belah pihak dalam insiden tersebut, tambah Yani.

Sedangkan di Aceh Timur, satu orang anggota GAM dilaporkan tewas usai kontak
senjata di Desa Leubok Tuha, Kecamatan Bidadari. Menurut Letkol Yani, satu
anggota GAM tewas tertembak. "Tidak ada identitas apapun pada tubuhnya,"
kata Letkol Yani.

Korban di pihak TNI terjadi dalam insiden kontak tembak di Desa Beureughang,
Kecamatan Kuta Mamur, Aceh Utara. Satu anggota TNI mengalami luka tembak
pada kaki kiri. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AD di
Lhokseumawe.

Juru Bicara GAM Wilayah Pase, Teungku Jamaika, mengatakan, kekuatan
kelompoknya memang masih kuat. "Sebelum dan seudah DM (darurat militer) di
Aceh, kekuatan GAM masih sama. Kami tetap menggunakan taktik gerilya
sehingga membuat musuh kami kewalahan," katanya via saluran telepon selukar,
Senin malam.

Sumber: tempo.co.id