[Marinir] NAD : Untuk Lihat Kemajuan Operasi Terpadu Panglima TNI Segera ke Aceh

Yap Hong Gie marinir@polarhome.com
Tue, 14 Oct 2003 13:58:02 +0700


Selasa, 14 Oktober 2003
NAD: Untuk Lihat Kemajuan Operasi Terpadu Panglima TNI Segera ke Aceh

Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto mengatakan, untuk melihat
kemajuan operasi terpadu khususnya operasi pemulihan keamanan oleh pasukan
TNI dirinya akan segera bertolak ke Nanggroe Aceh Darussalam.

"Jangan dulu berspekulasi soal TNI segera ditarik, begini atau begitu, saya
akan lihat langsung realitas kemajuan operasi pemulihan keamanan yang
dilakukan pasukan TNI" katanya

Hal tersebut dikemukakan Panglima TNI pada acara apel Dandim dan Danrem
se-Indonesia di Bandung.

Maka demikian pula dengan kasus gangguan keamanan oleh kelompok separatis
GAM, TNI berupaya sekuat tenaga untuk menumpas gerakan separatis GAM sampai
tak ada lagi ancaman yang dapat membahayakan NKRI.

"Jadi kalau saya ditanya kapan TNI akan ditarik dari Aceh, sampai NKRI
khususnya rakyat Aceh benar-benar terbebas dari ancaman GAM. Selama ancaman
masih ada maka selama itu pula kita akan terus menumpas GAM di Aceh,"
katanya.

Hal sama juga dikemukakan Mayjen Syafri Syamsudin mengatakan, bila segenap
masyarakat termasuk semua warga Aceh maka dalam waktu dekat semua kekuatan
GAM akan dapat ditumpas habis," katanya.

Namun demikian, kata Mayjen Syafri Syamsudin, berbeda dengan era DOM dulu,
dalam menjalankan tugasnya di Aceh segenap prajurit TNI telah bertekad untuk
menyukseskan tugas tersebut dengan bersih dan bebas dari segala
penyimpangan.

"Untuk itu perlu kontrol dari segenap lapisan masyarakat juga kalangan pers
supaya segera bisa diketahui bila ada oknum TNI atau oknum aparat lainnya
yang melakukan penyelewengan.

Sebab TNI seharusnya bertugas melidungi rakyat bukan menakut-nakuti atau
malah berbuat kejahatan terhadap rakyat," katanya.

NETRAL

Pada kesempatan itu KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menyampaikan pesan
kepada para Danrem dan Dandim agar membantu polisi untuk menyukseskan
pengamanan Pemilu 2004.

"TNI baik secara institusi maupun secara pribadi harus tetap netral dalam
Pemilu 2004 dan tidak boleh berpihak kepada kelompok mana pun, karena
prajurit TNI tidak memilih. Kecuali untuk keluarganya, silakan saja ikut
parpol tertentu karena mereka mempunyai hak pilih yang harus ditunaikannya,"
katanya.

Dalam melakukan pengamanan Pemilu, kata dia, TNI hanya bertugas membantu
tugas-tugas pengamanan yang dilakukan oleh polisi sehingga baru ikut serta
melakukan pengamanan kalau memang bantuannya diperlukan oleh Polisi.

"Harapan saya semua parpol dan peserta pemilu 2004 bisa berlaku tertib dan
mengutamakan keutuhan NKRI diatas segala kepentingan pribadi dan kepentingan
kelompok," ujar Jenderal Ryamizard Ryacudu. (Ant)


Sumber: analisadaily.com