[Marinir] NAD : Pembebasan Ersa Siregar Cs GAM minta 7 hari, TNI 1 jam
Yap Hong Gie
marinir@polarhome.com
Fri, 19 Sep 2003 11:49:34 +0700
Kamis, 18 September 2003
NAD: Pembebasan Ersa Siregar Cs GAM Minta 7 Hari, TNI 1 Jam
Jakarta (LIN) - GAM wilayah Peureulak yang kini menahan reporter dan
kamerawan RCTI Ersa Siregar dan Ferry Santoro, meminta pasukan TNI/Polri
untuk tidak melakukan operasi militer di kawasannya, selama tujuh hari jika
waktu pembebasan terhadap mereka telah ditentukan. Tapi TNI hanya memberikan
waktu satu jam bagi proses pembebasan tersebut.
"Kami minta pada TNI untuk tidak melakukan pergerakan di wilayah kami selama
tujuh hari, agar tidak terjadi kontak senjata, jika waktu pembebasan Ersa
sudah kami tentukan bersama PMI," ujar juru bicara GAM wilayah Peureulak,
Abu Mansur pada detikcom, Rabu (17/9/2003).
Pasalnya kata Abu Mansur, waktu tersebut diperlukan untuk menyiapkan posisi
yang terbaik bagi para tawanan agar pasukan GAM dan TNI/Polri tidak terlibat
baku tembak. Karena, selain Ersa Siregar dan Ferry Santoro, dua orang
perempuan yang merupakan isteri para perwira TNI juga turut dibebaskan.
Menurut Abu Mansur, pembebasan Ersa dan kawan-kawan tidak akan dilakukan
seperti pembebasan William Nessen, wartawan Amerika yang pernah terjebak di
Aceh Utara. "Ersa kami tahan, bukan sengaja datang ke tempat kami. Jadi
pembebasannya tidak seperti Nessen. Kami akan melindungi PMI dan wartawan
yang akan datang menjemput Ersa, hanya saja untuk itu dibutuhkan waktu tujuh
hari," tandasnya.
Bagi TNI, waktu yang dibutuhkan tersebut cukup lama. Kepentingannya apa
tujuh hari. "Pembebasan itu hanya membutuhkan waktu satu jam jika mereka
memang benar-benar berniat membebaskan Ersa dan yang lainnnya. Mereka
tinggal bilang, di mana posisi Ersa dan kawan-kawan akan dibebaskan. Jika
kita diberitahu, maka kita akan bertanggung jawab terhadap keamanan mereka.
Termasuk keamanan PMI yang menjemputnya," tukas Juru Bicara Koops TNI,
Letkol CAJ Ahmad Yani Basuki pada detikcom pertelepon, Rabu (17/9/2003)
sore.
Menurut Yani, tak ada alasan bagi GAM untuk memperlama proses pembebasan
itu. Karena, jika posisi Ersa dan kawan-kawan diberitahukan, PMI akan segera
menjemput mereka. "Jangan-jangan waktu tujuh hari itu dipakai untuk
melarikan diri," kata Yani. Ishak Daud Luput dari Pengepungan. Sementara
itu, dikatakan Abu Mansur, Panglima Operasi GAM wilayah Peureulak, Ishak
Daud yang terkepung beberapa hari ini, sudah dapat keluar dari kepungan TNI.
"Posisi Ishak Daud tidak bersama saya, dia mengabarkan lewat HT bahwa
posisinya sudah lepas dari kepungan TNI," katanya. Dia membenarkan, salah
seorang pengawal Ishak Daud terkena tembakan di bagian bahu, ketika terjadi
baku tembak pada 12 September lalu. "Semuanya kini sudah bisa diselesaikan,"
kata dia.(Sospol/Kel.IV)
Sumber: Lin.go.id